TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
01-March-2019

JANGAN MENAMBAHKAN BRAKE FLUID DI KENDARAAN, JIKA...

Tahukah Anda, bahwa menambahkan cairan rem atau brake fluid pada tabung resevoir di kendaraan tidak boleh dilakukan, kecuali dalam kondisi darurat. Hal ini bukan tanpa alasan lho Sob!

Pasalnya, volume cairan rem tidak akan berkurang dan dapat dijadikan acuan untuk mengetahui kondisi ketebalan kampas rem. Jadi, Sobat gak perlu repot lagi untuk membongkar roda dan kaliper rem, untuk sekadar mengetahui ketebalan kampas rem di kendaraan.

Kecuali, jika volume cairan rem berkurang secara drastis, indikasi kebocoran wajib mendapat perhatian khusus agar terhindar dari rem blong.

Faktor lainnya adalah iklim tropis di Indonesia. Dengan tingkat kelembaban yang rata-rata berada di angka 80%, tentu kandungan air di udara menjadi sangat tinggi. Membuka tutup resevoir, artinya akan memasukan udara baru lebih banyak ke dalam tabung. 

Sifat higroskopis dari cairan rem, akan membuat brake fluid mengikat air dari udara, sehingga menambah banyak kandungan air di dalam sistem rem. Jika terdapat 3% kandungan air di dalam brake fluid,  titik didih cairan rem akan menurun drastis. 

Sebagai gambaran, brake fluid Prestone DOT 3 memiliki titik didih hingga 237°C dan Prestone DOT 4 mencapai 265°C. Jika kandungan air mencapai 3%, maka titik didih akan turun menjadi 140ºC untuk DOT 3 dan 155°C untuk DOT 4. Untuk itulah, sebaiknya cairan rem diganti setiap 20.000 km atau setahun sekali.

Semua ini hanya bisa dilakukan, jika kendaraan masih menggunakan sistem rem standar. Jika telah melakukan penggantian kaliper rem, tentu metode ini perlu ditinjau ulang, lantaran volume cairan rem di kaliper dengan banyak piston akan lebih banyak ketimbang kaliper rem standar dengan 1 atau 2 piston.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales@autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang