PRODUK

MASTER RADIATOR COOLANT PREMIXED RED

  • Cairan pendingin radiator siap pakai, tidak perlu dicampur air.
  • Menstabilkan suhu mesin mobil anda serta mencegah terjadinya karat dan kerak di dalam radiator.
  • Netto 1 Gal

CARA MENGGUNAKAN

  1. Buka tutup radiator.
  2. Periksa cairan radiator, apabila kotor segera buang dan kuras hingga bersih.
  3. Isi Master Radiator Coolant Premixed sampai batas yang telah ditentukan lalu tutup radiator.
  4. Hidupkan mesin kurang lebih 5 menit.
  5. Buka kembali tutup radiator (tutup radiator dalam keadaan dingin), cek ketinggian cairan radiator apabila kurang dapat ditambah lagi.

 

Apa itu radiator coolant?

Kerap sekali terkadang sang pengendara mengalami mesin kendaraan cepat memanas. Dan juga tak jarang kita melihat para pengendara kendaraan roda empat memasukkan air putih biasa ke dalam mesin mobil melalui saluran khusus. Nah, disitulah peran radiator coolant. Hal ini sebenarnya cukup sederhana melakukannya. Anda hanya cukup mengisi ulang saluran khusus tersebut dengan air putih biasa agar membuat mesin kendaraan anda kembali sejuk dan tidak memanas. Namun radiator coolant juga ada yang khusus dibuat berwarna hijau muda atau merah muda. Hal ini agar radiator coolant itu bisa dicek oleh sang pengendara roda empat, apakah mengalami kebocoran atau tidak. Karena kalau diisi dengan air putih transparan biasa, tentunya sulit bagi para pengendara untuk mendeteksi kebocoran radiator coolant itu sendiri. Radiator coolant memiliki peran dalam upaya mendinginkan mesin jika terjadi suhu panas mesin yang berlebih dari biasanya. 

Apa fungsi dari radiator coolant itu sendiri untuk mesin?

 Radiator coolant memiliki fungsi untuk mendinginkan mesin tentunya. Terkadang pengendara menggunakan air biasa. Namun kalau cairan dari radiator coolant ini mampu menjaga sistem pendingin dan menjadikan mesin itu sendiri tidak terlalu panas ataupun mengalami beku saat berkendara di kondisi beriklim ekstrim. Dan Indonesia sebagai negara yang berada di garis khatulistiwa menjadikan negara ini tropis. Dan peran radiator coolant sangat cocok untuk negara tropis seperti Indonesia yang cukup memiliki suhu panasnya dari matahari, terlebih ketika musim kering. Walaupun demikian, ternyata radiator coolant ini juga disarankan untuk dilakukan pergantian secara berkala. Hal ini karena cairan tersebut memiliki bahan kimia, sehingga bisa saja membuat sistem kerjanya kurang efektif, menghasilkan karat, atau lumpur pada sistem pendingin. Jika sistem pendingin pada mesin mengalami kerusakan, hal itu sangat beresiko membuat mesin menjadi lebih panas, sehingga karena kesalahan tersebut bisa membuat kita harus mengeluarkan biaya yang tentunya lebih mahal. Dan hal ini lah yang paling banyak tidak diinginkan oleh semua pengendara dimanapun itu. Dan jika kita rajin melakukan pergantian radiator coolant ini secara berkala maka keinginan semua pengendara akan terwujud, yaitu efisiensi pengeluaran biaya untuk operasional kendaraan.

Jenis-jenis radiator coolant

Tentunya sebagaimana oli, radiator coolant juga memiliki berbagai macam jenisnya. Dan bagaimana caranya memilih jenis radiator coolant yang tepat? Kita akan berikan panduan atau petunjuk radiator coolant mana yang cocok untuk anda gunakan.

1. Yang pertama untuk jenis  IAT (Inorganic Additive Technology)nah untuk jenis yang ini biasanya sangat cocok untuk digunakan oleh kendaran tua. Yang dimaksud kendaraan tua disini adalah kendaraan dengan tahun tinggi, dan pergantian radiator coolant nya secara berkala dilakukan setiap dua tahun atau jarak tempuh dua puluh empat ribu mil.

2. Untuk yang kedua adalah Organic Acid Technology (OAT),  yang mana jenis ini merupakan jenis yang biasanya digunakan oleh pabrikan General Motor dan pergantian radiator coolant secara berkalanya dilakukan setelah lima tahun atau paling tidak menempuh jarak lima puluh ribu mil.

3. Dan terakhir yang ketiga ini adalah  Hybrid Organic Acid Technology (HOAT),  dan jenis ini sendiri pun adalah merupakan turunan dari OAT dan interval penggantiannya sama seperti OAT. Karena itu, tak ada salahnya kita melakukan pengecekan di bengkel untuk radiator coolant mesin kendaraan kita. Tentunya pihak mekanik akan mengecek dengan lebih seksama  serta detail sekali sehingga jika terjadi kerusakan itu sangat mudah terdeteksi.

Radiator coolant menjadi sangat penting untuk kendaraan dikarenakan fungsinya yang mampu memberi suhu dingin terhadap sirkulasi mesin kendaraan kita. Sehingga tidak menjadi overheat pada mesin kendaran kita. Adapun akibat yang dimunculkan dari overheat mesin adalah mogoknya kendaraan dan munculnya asap putih dari mesin kendaraan ketika dibukanya kap depan. Banyak juga pengendara menggonta ganti radiator coolant untuk mesin kendaraan kita. Kadang pakai air keran, air sumur dan gonta ganti cairan coolant yang mana ini juga tidak baik untuk kesehatan mesin kendaraan yang akan datang. Dan disini banyak sekali pengendara melakukan kesalahan terhadap radiator coolant ini sendiri, adapun kesalahan itu bermacam bentuknya, seperti:

1. Jadwal penggantian radiator coolant yang tidak tepat

Pada umumnya sangat banyak para pemilik kendaraan tidak mencatat kapan atau tanggal penggantian cairan untuk radiator coolant, bahkan sangat banyak dari kita yang hanya memperkirakan saja. Seperti membuka kap depan kendaraan dengan mengecek suhu mesin apakah sudah sangat panas atau masih normal. Dan kita melakukan penggantian radiator coolant hanya dasar dari kira kira saja. Padahal cairan yang terdapat didalam radiator terus melakukan reaksi kimia dengan unsur atau senyawa lain yang ada di dalam komponen mesin itu. Akibatnya, kualitas cairan untuk radiator coolantnya tersebut menurun. Maka dari itulah penting untuk para pengendara diharapkan melakukan penggantian air radiator coolant saat kendaraan menempuh jarak kilometer tertentu. 

2. Suka sembarangan menggunakan cairan

Sebagaimana sudah dijelaskan diatas tadi, kesalahan ini cukup sering dilakukan kita para pengendara, yaitu mengisi radiator coolant dengan cairan berupa air keran, air sumur dan air biasa lainnya. Ada juga yang menggantinya dengan cairan khusus coolant, namun suka sekali ganti ganti merk yang mana itu tidak bagus untuk usia mesin kendaraan kedepannya. Padahal faktanya jika kita menggunakan air biasa untuk radiator ini, sangatlah mempunya efek buruk. Sebagaimana namanya radiator coolant ya harusnya menggunakan cairan coolant. Jika terlalu sering kita menggunakan air biasa, maka pada saat suhu air tinggi karena proses pembakaran di mesin, air akan cepat menguap. Pada akhirnya, muncul endapan dari beberapa zat kaporit yang terkandung didalamnya dan endapan itu sendiri yang bisa menimbulkan masalah. Akan muncul satu per satu kerusakan seperti sel sel radiator yang tersumbat , keropos dan getas hingga terjadi kebocoran dan cepat menimbulkan suhu panas. Dan tentunya hal tersebut tidak diinginkan oleh semua pengendara. 

3. Suka berganti – ganti cairan

Sudah dijelaskan juga diatas bahwa suka mengganti ganti merk cairan adalah kesalahan umum yang dilakukan para pengendara ketika melakukan penggantian radiator coolant secara berkala.

Radiator coolant pada mesin layaknya tenggorokan pada manusia, jika diisi oleh berbagai merk minuman maka kita akan sakit. Begitu pula yang akan terjadi pada mesin kita. Karena akan dikhawatirkan terjadi reaksi kimia yang merugikan dan membawa dampak yang tidak bagus bagi radiator. Hal ini tentu disebabkan  karena adanya tambahan zat-zat khusus yang berbeda-beda di setiap merek. Zat yang berbeda-beda itulah yang kita khawatirkan akan menimbulkan dampak merugikan bagi radiator.

Jadi tentunya penting bagi kita para pengendara untuk menghindari kesalahan semacam ini, karena ini kesalahan umum yang banyak dilakukan para pengendara. Dan setelah menyadari bagaimana efeknya, pastinya kita sebagai pengendara akan lebih waspada dan hati hati lagi dalam pengelolaan radiator coolant pada mesin kendaraan kita. Dan semoga semua kendaraan kita selalu memiliki performa yang baik serta maksimal.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2020, Hak cipta dilindungi Undang-undang.