PRODUK

MASTER RADIATOR COOLANT PREMIXED RED

Radiator coolant sangat berbeda dengan air biasa. Cairan radiator coolant bisa menjaga suhu ruang bakar mobil sehingga akan bertahan di dalam silinder blok mesin. Apalagi cairan radiator coolant bisa menahan korosi dan mencegah karat pada mesin hingga cairan ini berada di dalam water jacket mesin mobil.

CARA MENGGUNAKAN

Master Radiator Coolant Premixed RED

Additional Info

  • Fungsi: Pendingin Radiator
  • Warna: Merah
  • Aplikasi: Mobil | Motor
  • Netto: 12x1 Quart | 6x1 Galon
  • Cara Penggunaan:


    1. Buka tutup radiator.
    2. Periksa cairan radiator, apabila kotor segera buang dan kuras hingga bersih.
    3. Isi Master Radiator Coolant Premixed sampai batas yang telah ditentukan lalu tutup radiator.
    4. Hidupkan mesin kurang lebih 5 menit.
    5. Buka kembali tutup radiator (tutup radiator dalam keadaan dingin), cek ketinggian cairan radiator apabila kurang dapat ditambah lagi.

     

Kendaraan roda 4 atau mobil memang punya segudang manfaat yang bisa dirasakan bagi pemiliknya. Apalagi kalau anda menggunakan mobil untuk rutinitas sehari-hari, tentunya akan sangat nyaman dibandingkan jenis kendaraan lain. Nah, dalam menggunakan mobil tentu kita mesti bisa rajin untuk merawatnya agar mobil bisa prima digunakan setiap hari atau digunakan untuk perjalanan jauh. Salah satu dalam merawat mobil adalah dengan rajin mengecek radiator mobil agar tidak terjadi overheat. Untuk mengisi radiator biasanya dengan 2 cairan, yakni dengan cairan radiator coolant atau air mineral biasa.

Pada dasarnya radiator coolant atau air biasa ini punya fungsi sebagai cairan pendingin yang akan dipompa oleh radiator ke dalam bagian silinder mesin. Kemudian cairan pendingin ini akan menyerap dan memindahkan panas keluar dari dinding silinder.

Fungsi daripada radiator coolant sendiri untuk mencegah mobil dari overheat ataupun sebagai antifreeze. Jika anda menggunakan mobil setiap hari, pastinya mesin mobil akan berdampak pada cuaca yang sedang terjadi sehingga ada kemungkinan mobil akan overheat atau beku. Maka dari itu fungsi cairan radiator coolant ini mencegah terjadinya overheat ataupun beku pada mesin mobil.

Fungsi daripada radiator mobil sendiri adalah meredam udara panas pada mesin mobil saat terjadi pembakaran, khususnya pada mobil-mobil yang memiliki torsi sangat besar. Nah, pembakaran ini mesti didinginkan agar tidak terjadi kerusakan pada mesin akibat radiator sebagai pemancing dingin tidak diisi, sehingga membuat bagian dalam mesin jadi terlalu panas, bisa bisa piston mobil malah macet hingga bisa menggerogoti dinding silinder mesin. Maka dari itu diperlukan cairan radiator coolant atau air biasa sebagai cairan pendingin dalam mesin mobil yang punya suhu tinggi atau titik didih tinggi.

Cairan Radiator Coolant atau Air Biasa?

Banyak perdebatan mengenai hal ini. Apakah sebaiknya dalam mendinginkan mesin menggunakan cairan radiator coolant atau air biasa? Kebanyakan orang lebih memilih air biasa karena tidak mengeluarkan biaya dan juga lebih praktis, tinggal ambil ke dalam rumah atau tempat lainnya. Namun walau bagaimanapun, air biasa tidak akan bisa seefektif radiator coolant dalam mendinginkan mesin mobil. Radiator coolant merupakan cairan khusus yang bisa menyerap panas dan juga mencegah korosi pada bagian material silinder mesin. Radiator coolant memang punya 4 andalan utama, yakni cairan tanpa kandungan mineral, zat anti karat, zat anti beku, dan juga zat propylene glycol. 

Perbedaan paling mencolok lainnya antara cairan radiator coolant dan air biasa adalah titik didih. Cairan radiator coolant punya titik didih yang lebih tinggi dan juga titik beku paling rendah. Dengan begitu, cairan radiator coolant bisa terhindar dari penguapan tebal akibat panasnya mesin mobil anda. Nah, air biasa tidak mempunyai titik didih setinggi radiator coolant, apalagi air biasa juga punya kandungan mineral yang bisa membuat mesin mobil jadi karatan. 

Apakah Air Kondensasi Bisa Jadi Air Radiator?

Ada pendapat yang mengatakan bahwa air kondensasi seperti embun atau air bekas AC mobil bisa dijadikan sebagai cairan radiator mobil. Namun pendapat ini terbukti salah sebabair kondensasi pun tidak bisa menangkal panas layaknya cairan radiator coolant. Mengapa pendapat ini muncul? Sebab air kondensasi punya kandungan mineral yang rendah, tapi juga mesti diingat bahwa air kondensasi ini juga punya titik didih yang rendah sehingga tidak bisa mendinginkan mesin mobil. Air radiator juga dapat menyusut karena adanya kebocoran pada area gasket dan packing silinder. Sedangkan ruang silinder dan silinder head diperlukan penyekat karena bersentuhan dengan cairan pendingin. Nah, bisa saja packing silinder tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga bisa membuat cairan radiator bisa bercampur pada oli mesin. Dalam keadaan ini, oli mesin terkena imbas dari cairan pendingin yang tidak berkualitas layaknya cairan radiator coolant sehingga mengganggu sistem pelumasan yang dapat menyebabkan mobil jadi overheat. Maka dari itu diperlukan cairan radiator coolant yang memang punya titik didih yang tinggi sehingga hal ini bisa dihindari dengan cepat.

Jenis Cairan Radiator Coolant

Anda sudah tahu kan perbedaan mendasar mengapa mengisi radiator sebaiknya dengan cairan radiator coolant dibandingkan air biasa. Selanjutnya, ada beberapa jenis cairan radiator coolant yang mesti anda tahu.

Radiator Coolant Biasa

Pertama adalah cairan radiator coolant yang biasa. Cairan ini memiliki titik didih tinggi hingga 110 derajat celcius. Nah, bagi anda yang baru saja memiliki mobil, bisa menggunakan cairan coolant yang biasa ini karena sudah sangat baik untuk mendinginkan mesin mobil.

Radiator Super Coolant

Jika ada yang biasa, maka juga ada radiator super coolant yang mempunyai titik didih lebih tinggi. Jika yang biasa mempunyai 10 derajat titik didih, maka yang super memiliki titik didih hingga 130 derajat celcius. Jenis radiator coolant ini sangat cocok untuk mobil yang punya torsi besar.

Radiator Antifreeze

Radiator coolant juga ada yang bisa melindungi mesin mobil anda dari cuaca ekstrim seperti dingin yang bisa membuat mesin mobil jadi beku. Jenis radiator coolant ini mesti dicairkan dulu dengan air biasa, baru anda bisa mengisinya melalui radiator mobil. Titik didih jenis ini hingga 128 derajat celcius.

Bahan Radiator Coolant

Tidak hanya dari jenisnya saja, radiator coolant juga terdiri dari 3 bahan utama yang sudah dibuat oleh pabriknya.

IAT (Inorganic Additive Technology)

Cairan radiator coolant ini ditujukan untuk mobil-mobil tua. Pergantiannya setiap 2 tahun sekali dengan jarak tempuh 24 ribu mil.

OAT (Organic Acid Technology)

Bahan radiator coolant ini digunakan oleh pabrikan general motor yang biasanya diganti 5 tahun sekali atau setidaknya menempuh jarak 50 ribu mil.

HOAT (Hybrid Organic Acid Technology)

Bahan radiator coolant dengan jenis HOAT merupakan lanjutan dari OAT. Durasi penggantiannya sama dengan OAT.

Warna Radiator Coolant

Perbedaan signifikan lainnya antara radiator coolant dan air biasa adalah dari segi warna. Biasanya cairan radiator coolant terdiri dari warna merah dan hijau. Faktor pertama yang menyebabkan ini adalah strategi pemasaran dari pabrik produsen radiator coolant itu sendiri. Faktor selanjutnya yang menyebabkan ini adalah untuk mendeteksi kebocoran pada radiator. Jika anda menemukan cairan berwarna hijau atau merah pada sirip radiator, tutup radiator, hingga pada area saluran karet sistem pendinginan, maka dipastikan radiator anda mengalami kebocoran. Jika menggunakan air biasa, tentu tidak bisa mendeteksi hal ini karena airnya yang berwarna bening, tidak bisa ditandai atau terdeteksi. Nah, ada baiknya anda mengisi radiator dengan air berwarna sehingga bisa tahu secara cepat kebocoran pada radiator.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.