Musim hujan belum akan berakhir, malah makin rutin terjadi akhir-akhir ini. Hal ini jelas menyulitkan Anda yang tergantung pada kendaraan roda empat. Seperti banjir, macet, pohon tumbang, dan gangguan lainnya. Namun, ada risiko masalah lain yang kerap diabaikan pemilik mobil.
Kerusakan baru terlihat pada jangka waktu tertentu, misalnya bodi mobil keropos atau mesin rusak. Untuk mencegahnya, ada beberapa pemicu yang dapat dipahami dan diatasi, cukup dengan servis berkala di bengkel resmi atau langganan.
1. Water Spot
Water spot adalah noda putih atau keabu-abuan yang muncul di permukaan cat dan kaca mobil setelah air mengering. “Pulau” ini merepotkan lantaran meninggalkan jejak yang sulit dibersihkan. Bukan sekadar air biasa, noda ini mengandung mineral, termasuk kotoran bekas polusi udara.
Jika dibiarkan, dalam jangka panjang bisa merusak estetika kendaraan, serta membuat cat dan kaca menjadi kusam dan kotor. Kaca yang kotor juga sanggup menurunkan daya pandang pengemudi yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan mengandalkan sapuan wiper.
Solusi
Meskipun terasa melelahkan, usahakan untuk mencuci mobil setiap pulang ke rumah setelah kena hujan. Pastikan kering sepenuhnya supaya kaca dan bodi mobil tidak meninggalkan noda yang lambat laun menjadi water spot. Jasa salon mobil yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kilau mobil dan memberikan perlindungan pada bodi dan kaca.
2. Water Hammer
Meskipun sama-sama disebabkan oleh water atau air, tapi bagian mobil yang diserang posisinya berbeda. Water hammer adalah kerusakan mesin akibat air masuk ke ruang bakar. Kondisi ini sering terjadi saat melewati banjir atau tergenang air, menyebabkan piston bengkok atau hancur karena air tidak bisa dikompresi seperti udara, dan bisa membuat mesin mati total.
Dampak water hammer juga baru dapat terasa dalam jangka waktu panjang kalau air merembes ke dalam mesin dalam jumlah sedikit dan tidak masuk ke dalam ruang bakar. Umumnya, air menyelinap ke dalam ruang oli sehingga tercampur dan merusak formulanya.
Di titik ini, oli kehilangan daya lindung dan daya lumas, alhasil kemampuannya dalam menjaga kinerja mesin turun. Padahal, mesin bekerja dalam kondisi berat seperti panas dan gaya gesek yang tinggi. Bahkan bisa merusak mesin kalau benar-benar sudah hilang kemampuannya.
Solusi
Jangan paksakan melewati genangan air jika masih ada jalan alternatif lain. Kalau tetap mau dilewati, pastikan kedalaman air tidak lebih dari setengah tinggi ban. Meskipun mobil dapat melewati banjir dengan aman, cek kondisi oli di pagi hari untuk memastikan tidak ada kontaminasi air.
Jangan ditunda, segera bawa mobil ke bengkel langganan kalau warna oli berubah sebagai tanda ada air tercampur. Pastikan pula kerusakan tidak merembet ke komponen mesin yang bisa memicu masalah baru dalam jangka panjang.
3. Kabin Bau Apak
Air hujan dapat masuk ke dalam kabin mobil lewat sela-sela pintu dan kaca, khususnya kalau karet pelindungnya sudah getas. Karena tidak dibersihkan, akibatnya timbul bau tidak sedap. Air juga bisa masuk lewat kolong atau dek mobil ketika kena banjir, bahkan terbawa oleh kaki penumpang yang basah. Karena tidak terdeteksi, akhirnya memicu bau apak pada peredam atau karpet mobil.
Solusi
Saat membersihkan interior mobil, bersihkan pula area di sela-sela pintu dan kaca mobil, termasuk bagian bagasi. Perhatikan juga bagian kolong jok, dasbor, karpet dan peredam dari kemungkinan lembap. Segera bersihkan dan keringkan untuk menghilangkan bau apak.
4. Serangan Karat
Air hujan memiliki kandungan mineral yang tinggi, sehingga punya sifat korosif yang dapat mengikis lapisan cat mobil. Ditambah, tingkat keasaman hujan di daerah perkotaan juga tergolong tinggi. Akibatnya, korosi mudah menyerang bagian mobil yang lemah.
Kolong mobil adalah bagian yang paling rawan karat, khususnya sasis akibat sering terkena kotoran dari cipratan roda saat melintasi jalan basah. Engsel pintu juga merupakan jalur air lewat sehingga mudah muncul karat bila tidak dibersihkan.
Setiap mobil memiliki jalur air agar tidak menggenang, tetapi bila tidak dikeringkan berpotensi menimbulkan karat. Selanjutnya adalah atap yang paling sering lupa dibersihkan. Ruang mesin berisiko karatan karena kotoran yang naik dari kaki-kaki depan.
Solusi
Jangan mencuci mobil di bawah terik matahari yang membuat air cepat menguap padahal kotoran masih menempel. Hindari mencuci di bawah pohon karena ada risiko terkena getah pohon dan kotoran binatang, atau mencuci di malam hari karena mobil susah kering dan menjadi lembap.
Segera perbaiki bodi yang rusak ke bengkel spesialis cat mobil. Lakukan pelapisan ulang anti karat di bawah dek, kaki-kaki mobil, dan bagian dalam sepatbor, serta rongga di dalam ruang mesin dan panel pintu. Bisa dilakukan di bengkel khusus, perlindungan terhadap karat tetap terjaga optimal.
Gunakan Prestone Brake Fluid DOT 4 Untuk Sistem Rem Mobil Listrik
Prestone adalah cairan rem yang memberikan kinerja optimal dalam sistem pengereman mobil listrik. Formula khusus membuat gejala vapor lock dapat dicegah saat rem bekerja keras dan titik didihnya tidak mudah turun akibat oksidasi, guna mencegah rem gagal berfungsi.
Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, Prestone Brake Fluid sanggup menjaga kadar air dalam batas aman. Sebelum dipasarkan, cairan rem ini telah melewati tahapan quality control, di antaranya adalah pengujian kadar air di laboratorium milik PT Autochem Industry (AI).
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
Cairan rem Prestone diyakini tahan lebih lama dan memberikan nilai keselamatan yang lebih tinggi karena formula sintetis yang sesuai kebutuhan kendaraan listrik di sini. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti ABS dan regenerative brake system.