TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
19-August-2019

PENTINGNYA OLI TRANSMISI PADA KENDARAAN

Sebagaimana oli mesin, tentunya oli transmisi juga mempunyai peranan yang mumpuni di dalam hal melumaskan kendaraan kita. Oli sangat berperan vital bagi kendaraan, tak tanggung – tanggung, bahkan oli sangat besar pengaruhnya terhadap usia sebuah mesin kendaraan.

Jika saja mobil tanpa oli, bisa diprediksi usia sebuah mesin akan kurang 10 hingga 20 tahun jika dibandingkan dengan pemakaian oli itu sendiri. Fungsi oli transmisi memuluskan kinerja dari setiap komponen mesin yang ada agar pergerakannya tak terhalang oleh gesekan kasar dan terjadinya karat. Oli transmisi juga berfungsi sebagai penghantar dalam mekanisme perpindahan gigi otomatis pada transmisi matik, ia juga berperan sebagai pelumasnya. Pada kendaraan transmisi otomatis, terdapat sebuah wajan yang berisikan oli transmisi. Begitu juga dengan mobil transmisi manual, ada wadah tempat oli transmisi berada. Oli transmisi sedikit berbeda dari oli mesin atau oli matic jika kita menelisik lebih dalam mengenai oli transmisi itu sendiri. Kapan kita mesti mengganti oli transmisi? Baiknya anda mengganti oli transmisi setiap 40.000 kilometer agar mesin transmisi mobil bisa tetap terus terjaga. Namun biasanya, mobil dengan transmisi manual akan lebih sering mengganti oli daripada mobil dengan transmisi otomatis. Ada juga mobil dengan transmisi otomatis tidak dapat diganti oli transmisinya karena sudah disegel sedari mobil dibeli hingga pemakaian akhir sehingga anda tidak bisa berbuat apa-apa. Namun, mobil dengan kondisi seperti ini biasanya sudah memberikan oli transmisi pabrikan yang sangat berkualitas sehingga tidak perlu diganti selama bertahun-tahun.

Seberapa pentingkah oli transmisi? Jika kita tidak mengganti oli transmisi maka efeknya pada kendaraan akan terjadi hal-hal yang sangat tidak diinginkan terjadi. Banyak kerusakan fatalnya, salah satunya adalah tenaga mobil kita jauh berkurang dari tenaga yang biasanya. Tentu hal ini sangat fatal, karena akan terjadi kerusakan berantai. Contohnya saja perpindahan gigi yang agak berat dan kadang menghentak, lalu oli transmisinya juga sudah berwarna pekat dan sangat bau, hingga baunya seperti bau terbakar, dan ini tidak baik. Mengapa? Sebab semakin memperpanjang rantai kerusakannya. Jadi oli transmisi cukup punya peranan vital juga dalam keberlanjutan mesin mobil dalam jangka panjang.

Kesalahan Mengenai Oli Transmisi

Bagi pemilik kendaraan, banyak yang tidak sadar akan pentingnya oli transmisi bagi sebuah mobil. Kesalahan pertama mengenai oli transmisi adalah, pengendara terlalu fokus pada oli mesin kendaraan dan sering kali tidak mengindahkan oli transmisi. Maka dari itu, pengetahuan mengenai oli transmisi ini wajib dimiliki oleh pengendara mobil. Berikutnya adalah, banyak pengendara mobil yang tidak bisa membedakan antara jumlah dan kualitas oli. Maka dari itu sering kali jika oli transmisi dirasa masih punya jumlah yang banyak pada sebuah mobil, maka tidak perlu diganti. Anggapan ini tentu salah, bahwa jumlah dan kualitas tidak berbanding lurus. Oli transmisi yang masih banyak bukan berarti punya kualitas yang tinggi sehingga perlindungannya tidak menjadi maksimal terhadap pergerakan pergesekan transmisi gigi. Kemudian banyak juga pengendara yang salah memilih oli transmisi untuk kendaraannya. Contohnya saja mengenai transmisi torque converter yang diisi dengan oli transmisi CVT. Transmisi torque converter punya fungsi pengganti kopling dalam transmisi manual sehingga perpindahan tuas gigi pada mobil matic masih terasa hentakan sehingga memerlukan oli transmisi khusus. Berbeda dengan CVT yang sudah jauh lebih maju secara teknologi. Hentakan yang terjadi mobil dengan transmisi CVT sangat halus sehingga tidak menimbulkan hentakan kasar. Maka dari itu anda mesti tahu perbedaan antara 2 model transmisi ini sehingga bisa memilih oli transmisi mobil yang tepat.

Ciri-Ciri Oli Transmisi Sudah Saatnya Diganti

Kita sebagai pengendara tentunya harus sadar akan hal yang satu ini. Sangat fatal bagi para pengendara yang tidak mengetahui kapan saatnya harus mengganti oli transmisi pada kendaraannya.  Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:

Saat hendak memindahkan gigi terasa berat dan kadang menghentak

Hal ini kerap dialami para pengendara namun kadang kita tidak tahu bahwa ini adalah salah satu ciri agar oli transmisi kita sudah saatnya diganti. Akibat oli transmisi mobil tidak diganti, maka persneling akan susah diganti karena kampas kopling sudah menjadi tipis.

Adanya suara dengung dari sistem transmisi

Sebagaimana sepeda jika rantainya tidak diberi oli, tentu akan akan memicu suara, begitu juga dengan kendaraan. Mesin transmisi melalui komponen logamnya bekerja dengan pergesekan yang menggerakkan kendaraan. Jika pergesekan logam ini tidak diberi pelumas transmisi tentunya akan menimbulkan bunyi yang kasar dari mesin kendaraan, yang mana tentu hal ini tidak baik untuk kendaraan kita. Jadi jika sudah mendengar bunyi kasar dari mesin, maka sudah saatnya dilakukan penggantian oli transmisi itu sendiri.

Warna oli transmisi menjadi gelap dan kental

Mungkin tiap kali kita ke bengkel kendaraan, anda akan mendapatkan banyak bekas tumpahan oli yang hitam legam. Mengapa? Pasti warna hitam tersebut berasal dari oli transmisi yang sudah tidak layak pakai. Warna oli yang hitam itu artinya sudah minta diganti dengan oli yang baru, dan para pelaku bengkel biasanya menyalin oli transmisi yang lama untuk kebutuhan tertentu.

Kilometer kendaraan sudah melewati batas yang direkomendasikan

Tidak ada oli transmisi yang bisa digunakan untuk selamanya. Pastinya harus ada penggantian oli secara berkala. Dan jika sudah melewati kilometer yang direkomendasikan untuk diganti, maka harap segera melakukan pergantian oli transmisi mobil. Sebelum terjadi dampak yang tidak diinginkan pada kendaraan anda.

Apa Saja Fungsi Oli Transmisi Buat Keberlangsungan Mesin Kendaraan?

Mengganti oli transmisi dilakukan sebagai langka preventif untuk mencegah insiden dalam perjalanan jauh kita saat menggunakan kendaraan. Tentu kita tidak mau terganggu akibat mesin macet saat sedang melakukan perjalanan jauh menggunakan kendaraan pribadi. Ada beberapa alasan yang cukup penting bagi kita untuk melakukan penggantian oli transmisi sebelum hendak bepergian dengan kendaraan, berikut penjelasannya: 

Menjaga komponen mesin 

Kerap kali kita mengalami mesin tersendat ataupun merasakan suara mesin lebih kasar dibanding biasanya. Dengan rajin melakukan penggantian oli transmisi secara berkala, maka efek positif yang kita dapatkan untuk mesin adalah semakin lancarnya gesekan antar komponen mesin sehingga hal ini akan mengawetkan mesin itu sendiri.

Kinerja mesin yang meningkat

Bagi yang melakukan penggantian oli transmisi secara berkala, pasti merasakan performa mesinnya akan meningkat. Ada perubahan yang terjadi pada mesin saat oli transmisi diganti. Perubahan itu dikarenakan zat pada oli transmisi yang mampu membuat kinerja mesin seperti baru lagi, memuluskan pergerakannya sehingga sangat berpengaruh terhadap jalannya kendaraan kita. Sebaliknya, oli transmisi yang tidak diganti akan menjadi pekat hitam dan kental sehingga fungsi dasar oli tadi yang harusnya menjadi pelumas, maka fungsi itu semakin menurun dikarenakan kualitas olinya yang tentu saja sudah tidak bagus lagi seiring berjalannya waktu. Contoh dampaknya adalah keluarnya asap hitam dari kendaraan dan itu tidak normal bagi kendaraan kita. Keluarnya asap hitam sudah menandakan bahwa kita harus mengganti oli transmisinya pada yang baru.

Mencegah debu atau kotoran terkontaminasi pada mesin 

Oli transmisi yang sudah lama tidak diganti akan menjadi sangat kotor dan mengental, dari hal tersebut dapat mengakibatkan komponen bagian dalam transmisi kendaraan akan mengalami kerusakan. Tentunya hal ini akan berlanjut jadi kerusakan berantai. Jika dibiarkan, maka debu atau kotorannya terkumpul dan akan terjadi lecet komponen mesin karena gesekan kasar dan ini berpotensi menimbulkan karat juga goresan pada setiap komponen mesin.

Mencegah terjadinya turun mesin

Oli transmisi sangat memiliki peranan andil dalam mengantisipasi turun mesin. Jika anda tidak melakukan penggantian oli transmisi, besar kemungkinan kita akan mendapatkan kendaraan mogok.  Mogok disebabkan komponen dalam mesin yang berupa logam akan semakin kesat dan kasar. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab turun mesin atau mogok. Kejadian ini sangat tidak diharapkan bagi setiap pengendara dimanapun anda berada. Karena tentu saja tujuan berkendara adalah untuk sebuah perjalanan yang lancar tanpa adanya gangguan. 

Jadi sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka sangat direkomendasikan melakukan penggantian oli transmisi secara berkala. Agar tidak terjadi kerusakan pada mesin transmisi mobil, entah itu terjadinya penyumbatan pada sistem transmisi, mendapatkan tenaga kendaraan yang jauh berkurang dari biasanya, belum lagi usia komponen mesin yang menjadi pendek dikarenakan jarangnya penggantian oli transmisi. Parahnya anda bisa kena biaya yang sangat besar jika sudah mendapatkan gejala-gejala tersebut pada kendaraan anda. Dengan adanya kerusakan berantai, biaya tentu akan keluar mengalir deras seperti air sungai dan tak bisa dibendung karena mesin transmisinya sudah rusak.

Oleh karena itu jagalah selalu mesin kendaraan anda dan harus rajin melakukan penggantian oli transmisi secara berkala agar terhindar dari biaya keluar yang pastinya pengendara tidak inginkan. Dan juga rutinlah melakukan pengecekan pada mesin transmisi kendaraan anda.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2020, Hak cipta dilindungi Undang-undang.