BERITA & ACARA
BERITA & ACARA
17-October-2019

ERA MOBIL LISTRIK KIAN DEKAT, TEKNOLOGI PHEV MERUPAKAN PILIHAN TEPAT DI MASA TRANSISI

BALI -  Setelah PerPres No 15 2019 mengenai Percepatan Program Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai digelontorkan,  mayoritas Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia mulai menyediakan pilihan mobil yang dilengkapi motor listrik. 

Toyota menjadi salah satu produsen mobil yang telah menawarkan teknologi hybrid di lini produk yang dijual di Indonesia sejak 10 tahun lalu. Toyota Prius mulai dijual resmi sejak 2009, lalu Toyota Camry, CH-R, Alpard dan Corolla Altis. Begitu pun dengan Honda Civic Hybrid dan CR-Z.
 

KENDALA MOBIL LISTRIK DI INDONESIA

Infrastruktur menjadi penghalang terbesar dalam kehadiran kendaraan listrik di Indonesia. Ketersediaan charging station menjadi alasan utama terhadap fleksibilitas kendaraan listrik di Indonesia. Belum lagi dengan daya listrik di rumah yang perlu ditingkatkan agar proses charging dapat dilakukan pemilik kendaraan listrik.

Untuk itu, teknologi hybrid merupakan pilihan yang tepat untuk fase transisi ini. Dengan hadirnya motor bakar dan motor listrik, membuat ketergantungan terhadap charging station dapat dihindari. Namun penggunaan bahan bakar fosil juga dapat dikurangi akibat kinerja motor bakar kian efisien.
 

APA ITU PHEV ?

Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan pengembangan teknologi hybrid agar kinerja motor bakarnya kian minim digunakan. Seperti yang digunakan Toyota Prius PHEV yang menggunakan mesin 1.798 cc 4-silinder yang dipadu dengan dua motor listrik. 

Dengan kapasitas baterai Lithium Ion 8,8 kwH, Toyota Prius PHEV mampu melaju sejauh 40 km tanpa bantuan mesin bensinnya. Bahkan kecepatan dalam mode berkendara EV (Electric Vehicle) bisa mencapai 130 km/jam. 

Hal ini cukup lumrah, mengingat motor listrik pertama mampu menghasilkan 31 PS (40 Nm) dan motor listrik keduanya bisa mencapai 72 PS (163 Nm).  Sebagai gambaran, tenaga 72 PS itu mirip dengan Toyota Starlet 1.300 cc produksi tahun 1998.

Salah satu keunggulan motor listrik adalah torsi yang dihasilkan. Jadi tak heran jika Toyota Prius PHEV dalam mode berkendara EV begitu asyik dikendarai dan terasa sangat bertenaga. 

Untuk pengisian baterainya, Toyota tak bergantung hanya dengan motor bakar saja. Beragam aspek energi dimanfaatkan untuk membantu baterai ini terisi kembali, seperti saat kondisi deselerasi atau memanfaatkan fitur Brake di tuas transmisi.  Bahkan versi di beberapa negara menyediakan solar panel di atap Toyota Prius PHEV. 

Tapi saat di rumah, sobat dapat mengisinya dengan menggunakan arus listrik sebesar 16 Ampere atau setara dengan daya sebesar 3.500 watt. Lama pengisian hanya 2 jam 20 menit. Artinya, pastikan rumah Sobat memiliki kapasitas daya listrik minimal 4.400 watt atau 5.500 watt, jika ingin memiliki Toyota Prius PHEV ini.
 

BAGAIMANA DENGAN PERAWATANNYA ?

Pihak Toyota mengklaim bahwa biaya perawatan tidak berbeda dengan mobil konvensional alias hanya motor bakar saja. Hanya ada tambahan dua item pemeriksaan saat melakukan servis, yakni pemeriksaan filter udara pendingin baterai dan coolant pendingin inverter. 

“Jika dilihat biaya perawatan hingga 150 ribu km, antara mobil konvensional dengan hybrid, selisihnya sekitar Rp 2 jutaan saja,” tutup Anton Jimmy Suwandy, selaku Marketing Director PT Toyota Astra Motor.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.