Fungsi radiator adalah sebagai alat pendingin mesin mobil supaya bekerja di suhu idealnya. Dalam kondisi berkendara libur dan mudik Lebaran yang berat, radiator memegang peran yang sangat penting. Padahal, ada kondisi radiator bermasalah seperti terkena batu atau selangnya bocor.
Radiator berisi cairan atau air yang mengontrol panas pada mesin mobil sehingga dapat bekerja dengan baik. Radiator rusak dapat membuat kinerja mesin terganggu, bahkan membuatnya jebol dan harus turun mesin untuk perbaikan total.
Perhatikan pendingin mesin dengan melihat kondisi cairan radiator. Begitu cairan radiator berwarna keruh, tanda sudah saatnya diganti. Warna keruh bisa dilihat melalui lubang atas radiator setelah membuka tutup radiator saat mesin mobil dingin.
Gunakan Master Radiator Coolant
Radiator coolant yang berkualitas mampu mendukung performa mesin kendaraan secara optimal, sehingga konsumen bisa mendapatkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar. MASTER Radiator Coolant Series hadir dengan sejumlah inovasi terkini yang sesuai dengan kebutuhan mesin modern saat ini.
Peran air radiator sangat penting bagi mesin kendaraan, baik mobil ataupun motor yang menggunakan sistem pendingin radiator. Dengan begitu, mesin sulit overheat karena suhu di ruang bakar distabilkan oleh cairan ini. Bahkan, air radiator MASTER didesain untuk berbagai kebutuhan teknologi mesin.
Produk unggulan yang ditawarkan terdiri dari 3 varian dengan formula berbeda. Ketiganya dibedakan berdasarkan kemasan dan warna isi di dalamnya, yakni MASTER Radiator Cool, MASTER Radiator Coolant Premix, dan MASTER Radiator Coolant Gold.
1. MASTER Radiator Cool
MASTER Radiator Cool dikembangkan untuk pengguna kendaraan yang memerlukan performa mesin optimal. Radiator Coolant ini memiliki transfer heat yang baik sehingga proses pelepasan panas mesin di radiator kian maksimal. Keunggulan ini juga berdampak pada respons transmisi otomatis lebih baik, serta kinerja AC yang mampu membuat kabin mobil lebih cepat dingin.
MASTER Radiator Cool juga dilengkapi aditif anti korosi sehingga aman terhadap sistem pendinginan mesin kendaraan. Warna pada MASTER Radiator Cool akan memudar, seiring dengan perubahan sifat air radiator dari basa ke asam yang memberikan informasi kepada pemilik kendaraan untuk mengganti air radiator.
2. MASTER Radiator Coolant Premix
MASTER Radiator Coolant Premix yang dirancang untuk iklim tropis dan telah lama menjadi pilihan konsumen Tanah Air pun menawarkan hal baru. Hadirnya cairan berwarna biru, melengkapi pilihan pada produk yang sebelumnya tersedia dalam warna merah dan hijau.
3. MASTER Radiator Coolant Gold
MASTER Radiator Coolant Series juga kini memiliki produk baru yang ditandai dengan kemasan Gold atau emas. Cairan pendingin ini dikembangkan sesuai spesifikasi OEM (Original Equipment Manufacturer).
Paling utama, produk ini memiliki komposisi glycol 30% berteknologi OAT (Organic Acid Technology). Selain mengaplikasikan bahan organik yang berarti ramah lingkungan, penggunaannya juga memberikan dampak positif yaitu minim penguapan yang berarti membuat usia pakai coolant lebih lama.
Panas merupakan musuh dari segala bentuk cairan. MASTER Radiator Coolant Gold ini bisa menjadi pilihan karena diformulasi dengan bahan organik. Dengan begitu bisa memperpanjang usia pakai dari radiator serta komponen pendukungnya.
Tips Ganti Sendiri Radiator Coolant
Cairan radiator menyimpan banyak potensi masalah, seperti membuat saluran tersumbat sehingga mesin mobil overheat. Buat Anda yang mau mengganti sendiri radiator coolant di rumah, berikut tahapannya:
1. Pastikan mesin mobil dalam kondisi dingin supaya tidak menyulitkan saat proses penggantian. Anda tentu tidak mau terkena air radiator yang masih panas karena bisa membuat cidera.
2. Buka tutup radiator di bagian atas. Jangan langsung dibuka, namun putar perlahan dan biarkan tekanan udara keluar perlahan.
3. Lanjut buka baut pembuangan radiator yang berada di bawah radiator. Tunggu sampai air yang ada di dalam radiator dan mesin terbuang semua.
4. Tutup kembali baut pembuangan air di bagian bawah dan buka baut pembuangan angin jika ada.
5. Isi air radiator dengan air bersih sampai airnya keluar melalui baut pembuang angin.
6. Tutup baut pembuangan angin dan biarkan tutup lubang radiator atas terbuka.
7. Nyalakan mesin mobil supaya air radiator dapat bersirkulasi dengan lancar.
8. Jika volume air turun, segera tambahkan hingga batas maksimal.
9. Perhatikan apakah radiator coolant bercampur dengan kotoran ditandai oleh warnanya yang berubah menjadi coklat (butek) seperti kopi susu. Warna cairan merupakan indikator seberapa kotor air radiator mobil. Pastikan di tahap akhir dapat bening kembali.
10. Matikan kembali mesin mobil dan biarkan sekitar 5 menit untuk mengurangi hawa panas.
11. Buang kembali air radiator melalui lubang pembuangan di bawah tangki radiator.
12. Isi kembali radiator dengan air bersih dan lanjutkan langkah di atas sampai air benar-benar bening.
13. Setelah bersih, isi radiator dengan cairan radiator coolant hingga penuh dan tutup tangki radiator.
14. Jangan lupa untuk menguras tangki air cadangan radiator hingga bersih dan mengisinya dengan cairan radiator coolant yang sama.
15. Sehari setelah proses di atas, cobalah cek kondisi air radiator dengan membuka tutup tangki radiator.
16. Kalau sampai warnanya keruh, artinya Anda harus mengulang proses di atas. Pastikan pula air radiator tidak berkurang sebagai tanda ada kebocoran yang wajib segera diperiksa.
17. Jika aman, panaskan mesin selama sekitar 10 menit dan matikan, tunggu sekitar 10 menit untuk mengurangi hawa panas dan tekanan tinggi air radiator.
18. Periksa kembali kondisi cairan radiator. Bila tidak ada masalah, artinya air radiator sudah dikuras dengan baik dan siap beroperasi kembali.