Bagi Anda yang telah membeli mobil baru di ajang GIIAS 2026, muncul pertanyaan: apakah mobil butuh inreyen? Istilah inreyen mungkin sudah kurang akrab, tapi sempat menjadi kebiasaan pemilik mobil di era sebelum tahun 2010an.
Apakah Inreyen Mobil?
Inreyen, atau "break-in" dalam bahasa Inggris, adalah proses penyesuaian awal komponen-komponen mesin pada kendaraan baru. Istilah ini populer di pengguna kendaraan era 1990an.
Tujuannya untuk memastikan semua bagian mesin, seperti piston, silinder, dan komponen lainnya, dapat bekerja secara optimal dan saling beradaptasi sebelum digunakan dalam jangka waktu panjang.
Pertanyaan Penting: Apakah Inreyen Mobil Masih Diperlukan Saat Ini?
Perkembangan teknologi material dan manufaktur kendaraan membuat komponen mobil makin presisi dan gesekan antar komponen dapat direduksi sehingga potensi aus berkurang.
Komponen pendukung lainnya seperti oli dan cairan lainnya juga berkembang kualitasnya untuk mendukung upaya menjaga kondisi mesin. Sehingga pada dasarnya mobil bisa langsung dipakai bermobilitas.
Perhatikan di Periode Awal Mobil Baru
Meskipun zaman sudah modern, namun mobil baru tetap membutuhkan inreyen meskipun tidak seketat mobil tua. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Pada periode awal kepemilikan mobil baru, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah tidak dianjurkan untuk langsung tancap gas mobil.
Mobil baru memerlukan masa adaptasi karena baru keluar dari pabrik, sehingga kendaraan dapat menyesuaikan diri dan tidak timbulnya masalah pada komponen. Perlakuan seperti ini sering disebut sebagai inreyen.
Langkah ini dilakukan agar komponen mesin bisa beradaptasi dan klop antara satu dengan lainnya, terutama komponen yang bergesekan langsung. Namun, seiring perkembangan zaman, apakah inreyen pada mobil baru masih diperlukan?
Inreyen pada mobil baru diperlukan, tapi bukan hal yang krusial. Perkembangan teknologi material dan oli mesin, membuat keausan dan kepresisian antara komponen mesin bisa dikontrol.
• Sebaiknya mobil tetap melewati masa adaptasi hingga 1 bulan atau 1.000 km pertama agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pemakaian dan antisipasi masalah yang mungkin timbul.
• Anda diharapkan untuk memperhatikan penggunaan kendaraan dan tidak memaksakan memacunya.
• Selama 300 km pertama hindari melakukan hard braking untuk menjaga kondisi komponen rem.
• Selama 1.000 km pertama, hindari mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi, akselerasi mendadak, atau membawa muatan berlebih.
• Manfaatkan masa satu bulan pertama pemakaian untuk memantau kondisi dan kinerja mobil.
• Cek kondisi ban dan cairan pendukung, perhatikan panel instrumen mobil dari indikator masalah seperti mesin overheat.
• Anda bisa merasakan jika ada kerusakan, seperti suara mesin yang lebih kasar atau kesulitan mengurangi kecepatan.
• Adapun inreyen pada sisi pengemudi karena perlu beradaptasi terhadap kendaraan seperti fungsi, cara kerja, handling, dan sebagainya.
• Pastikan ada sinergi antara kendaraan dan pengemudi sehingga dapat berkendara dengan aman dan nyaman.
Gunakan Prestone Brake Fluid DOT 4 Untuk Berkendara di Cuaca Panas
Prestone adalah cairan rem yang memberikan kinerja optimal dalam sistem pengereman mobil. Formula khusus membuat gejala vapor lock dapat dicegah saat rem bekerja keras dan titik didihnya tidak mudah turun akibat oksidasi, guna mencegah rem gagal berfungsi di tengah cuaca panas yang berat.
Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, Prestone Brake Fluid sanggup menjaga kadar air dalam batas aman. Sebelum dipasarkan, cairan rem ini telah melewati tahapan quality control, di antaranya adalah pengujian kadar air di laboratorium milik PT Autochem Industry (AI).
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
MASTER Radiator Coolant Sesuai Untuk Mobil Baru di Indonesia
MASTER Radiator Coolant dirancang untuk iklim tropis karena memiliki titik didih yang lebih tinggi dari air murni namun transfer heat tetap optimal. Selain itu, MASTER Radiator Coolant juga sudah diberi aditif untuk mereduksi potensi munculnya karat pada radiator.
MASTER Radiator Coolant menjaga kadar PH (Potential Hydrogen) dalam kondisi basa agar efektif menekan terbentuknya karat. Formula khusus pada MASTER Radiator Coolant telah melewati beragam pengujian dan proses formulasinya dilakukan secara mandiri di laboratorium internal Autochem Industry.
MASTER Radiator Coolant Untuk Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
Teknologi elektrifikasi pada mobil listrik dan mobil hybrid juga menjadi perhatian PT AI. MASTER Radiator Coolant Gold didesain agar mampu menjaga suhu kerja komponen elektrifikasi seperti baterai, motor listrik, dan inverter agar tidak terjadi degradasi.
Khususnya baterai tegangan tinggi yang sangat sensitif terhadap suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Untuk mesin bensin dan diesel berteknologi katup variabel dan turbo intercooler, cairan ini dapat menangani kebutuhan menjaga suhu kerja dengan baik.
Pilihan Varian MASTER Radiator Coolant: MASTER Radiator Cool, MASTER Radiator Coolant Premixed, dan MASTER Radiator Coolant Gold