Anda harus memperhatikan kesehatan mobil di tengah cuaca panas menyengat akibat musim kemarau yang mulai berlangsung. Pastikan mobil tidak bermasalah saat suhu udara tinggi, apalagi ketika harus berhadapan dengan jalan macet.
Hal ini sangat bermanfaat bagi Anda yang mau berkunjung ke pameran GIIAS 2026 di ICE BSD City, 30 Juli – 9 Agustus 2026. Banyak sepeda motor dan mobil baru ditampilkan, beserta program promo yang menguntungkan pelanggan.
Mengapa Cuaca Panas Menyulitkan Mesin Mobil?
1. Radiator Kurang Embusan Angin: Mobil yang berhenti membuat radiator kurang mendapatkan embusan udara lebih dingin dan segar dari arah depan. Radiator akan kesulitan bekerja dan suhu ruang mesin meningkat karena kurang optimal melepas panas.
2. Oli Mesin Tidak Punya Sistem Pendingin: Ketika suhu kerja mesin normal, oli membantu tugas mengurangi panas mesin. Namun oli mesin tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat macet dengan suhu lingkungan tinggi.
3. Debu Berbahaya Bagi Komponen Mobil: Masalah lain yang berbahaya adalah debu akibat curah hujan sangat rendah selama musim kemarau. Karena sangat halus, debu dapat masuk ke dalam komponen mobil dan merusaknya.
Tips Jaga Kondisi Mobil di Musim Panas
Perhatikan beberapa komponen berikut ini supaya tetap dapat berkendara aman dan nyaman di tengah cuaca panas:
1. Inspeksi Lengkap Radiator
Pastikan menggunakan MASTER Radiator Coolant yang sesuai spesifikasi mobil dan iklim tropis Indonesia. Pastikan juga radiator coolant tidak kurang dengan mengecek tangki cadangannya. Cek fisik radiator dan salurannya dari risiko bocor, karat, atau sobek. Tutup radiator harus dalam kondisi prima dan kipas pendingin radiator bekerja dengan baik.
2. Periksa Ban Mobil
Ban mobil melakukan kontak langsung dengan aspal jalan yang sangat panas di siang hari. Telapak ban yang aus berisiko meletus akibat anyaman kawat baja ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan yang panas.
Tekanan udara ban yang terlalu rendah juga membuat dinding ban tidak dapat menahan gerakan naik-turun dengan baik. Defleksi pada dinding ban bakal lebih tinggi dari normal dan berisiko merusak anyaman kawat baja di dinding ban yang dapat membuatnya meletus dalam kondisi berat.
3. Perhatikan Rem Mobil
Pastikan tidak ada endapan lumpur di dalam tabung untuk mencegah sumbatan dalam sistem rem. Ganti kampas rem yang sudah habis supaya Anda tidak perlu menekan pedal rem lebih kuat dan kerja cairan rem tidak terlalu berat.
Cek selang rem dan sambungan dari getas atau sobek, termasuk risiko karat pada sambungan dan pipa saluran minyak rem. Waspada debu yang dapat menghalangi kerja sensor rem atau masuk ke dalam sistem rem mobil yang dapat menghambat kerja rem. Gunakan Prestone Brake Fluid untuk kinerja maksimal di cuaca panas.
4. Ganti Oli Mesin
Salah satu tugas oli mesin adalah membantu mendinginkan mesin mobil dengan melepaskan panas yang dibawa dari dalam mesin. Pastikan volume oli mesin cukup dengan memeriksanya lewat dipstick. Gunakan Prestone Oil, jaga kualitas senyawa kimia pelumas agar tidak rusak dengan menggantinya saat servis berkala.
5. Cek Filter Udara
Filter udara merupakan komponen mesin yang berhubungan langsung dengan ‘dunia luar’ sehingga ada risiko kotoran, debu, atau bahkan serangga masuk ke mesin. Filter udara yang baik menjaga tidak ada partikel kotoran yang dapat masuk dan merusak mesin.
Ketika musim panas, udara akan menjadi kotor karena debu, maka kondisi filter udara pada mobil perlu diperhatikan. Karena jika filter udara kotor dan tersumbat, performa mesin dapat menurun dan tidak responsif. Selain potensi kotoran berhasil menyusup ke dalam ruang mesin semakin besar.
Daftar Oli Mesin Terbaru PRESTONE yang Memenuhi Standar Ketat ILSAC GF-5
1. PRESTONE 5W-30 API SN
Pelumas terbaru PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 sangat cocok digunakan untuk kendaraan modern, dengan kapasitas mesin mungil serta dilengkapi turbocharger. Keunggulan tersebut karena pelumas PRESTONE terbaru telah menggunakan aditif terbaik yang ada saat ini.
ECO Guard Technology pada oli PRESTONE mampu memberikan perlindungan optimal pada komponen bergerak di dalam mesin. Sehingga cocok untuk digunakan di Indonesia yang beriklim tropis serta lalu lintas cukup padat.
Tingkat kekentalan tepat untuk iklim tropis, berefek pada suara mesin lebih senyap dan cocok digunakan untuk bensin yang mengandung ethanol.
Sebagai pilihan, produk ini ditawarkan dalam dua varian yaitu PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 Synthetic dan PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 Fully Synthetic. Keduanya sudah memenuhi standardisasi API Service SN sebagai API Service tertinggi di Indonesia yang dikeluarkan oleh SNI.
Memenuhi Standar Ketat ILSAC GF-5
Pelumas terbaru PRESTONE juga merujuk kepada ILSAC atau International Lubricants Standardization and Approval Committee. Pengujian yang dibuat ILSAC lebih ketat sebagai standar minimum kebutuhan mesin-mesin mobil produksi Amerika dan Jepang.
Ada empat poin utama sebagai standar dari pengujian ILSAC GF-5 yaitu minim penguapan, tahan penggunaan bahan bakar ethanol hingga 85%, buih busa harus hilang dalam waktu kurang dari 60 detik agar mesin lebih terlindungi, dan konsumsi BBM yang lebih irit.
Dengan memenuhi standar ketat ILSAC GF-5, terbukti bahwa PRESTONE 5W-30 API SN ILSAC GF-5 sanggup menjawab kebutuhan oli mesin mobil-mobil di Tanah Air. Dikarenakan pula minim penguapan, pelumas ini ideal untuk mobil berteknologi turbocharger.
2. PRESTONE 10W-40 API SN
PT Autochem Industry juga melakukan pengembangan terhadap PRESTONE 10W-40 API SN. API Service pelumas yang sebelumnya menggunakan standar SM, ditingkatkan menjadi SN. Produk ini sangat direkomendasikan bagi mobil-mobil berusia di atas 2 tahun dan sering bekerja berat.
Viskositas dari pelumas beserta kandungan di dalamnya tak hanya cocok untuk mengarungi kemacetan lalu lintas, namun juga memberikan perlindungan maksimal terhadap komponen mesin berkat adanya aditif ECO Guard.
Kesimpulan
• Cuaca panas akibat musim kemarau panjang membuat Anda harus memperhatikan kesehatan mobil. Jangan sampai mobil kesulitan menghadapi suhu udara yang tinggi, khususnya ketika harus berhadapan dengan jalan macet dimana sistem pendingin mesin tidak dapat bekerja optimal.
• Macet bukanlah situasi yang mudah bagi mesin kendaraan. Mobil yang berhenti membuat radiator kurang mendapatkan embusan udara lebih dingin dan segar dari arah depan. Oli mesin juga tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat macet dengan suhu lingkungan tinggi.
• Lakukan servis berkala untuk menjaga mobil dari serangan debu dan cuaca panas di musim kemarau. Gunakan produk cairan Prestone dan Master untuk melindungi mesin dan komponen penting lainnya. Sempatkan pula untuk mencuci mobil meskipun mobil tidak kehujanan supaya debu tidak semakin menumpuk.
FAQ
1. Mengapa rem mobil wajib dijaga kondisinya di musim panas?
Rem mobil tidak punya sistem pelepas panas seperti radiator. Gunakan cairan rem Prestone yang sesuai spesifikasi rem mobil supaya performanya tetap optimal. Cairan rem tidak boleh berkurang dengan mengecek tabung cadangannya di ruang mesin.
2. Apa alasan debu dianggap berbahaya di musim panas?
Suhu tinggi dan paparan sinar matahari yang intens dapat mempengaruhi kondisi dan performa kendaraan. Masalah lain yang berbahaya adalah debu akibat curah hujan sangat rendah selama musim kemarau. Karena sangat halus, debu dapat masuk ke dalam komponen mobil dan merusaknya.
3. Benarkah oli akan menguap saat cuaca panas di musim kemarau?
Oli akan menguap karena pada batas suhu tertentu energi yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat energi panas yang terjadi. Memang oli mesin memiliki aditif yang membuatnya lebih tahan panas, namun ada batas suhu maksimal sampai akhirnya oli menguap.