TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
09-August-2015

POLEMIK SEPUTAR MINYAK REM

HARUS DIGANTI ATAU BISA DITAMBAH?Cairan rem atau Minyak rem atau pada setiap kendaraan bermotor, baik sepeda motor atau mobil,  merupakan cairan yang sangat penting. Karena ‘pelumas’ ini menunjang kinerja dari mekanisme sistem rem pada kendaraan anda. Masa pakainya memang sangat lama. Tapi bukan berarti tidak perlu mendapat perhatian. Terutama, kapan minyak rem harus diganti atau bisakah ditambahkan saja, jika minyak rem pada tabung master rem mulai



HARUS DIGANTI ATAU BISA DITAMBAH?

Cairan rem atau Minyak rem atau pada setiap kendaraan bermotor, baik sepeda motor atau mobil,  merupakan cairan yang sangat penting. Karena ‘pelumas’ ini menunjang kinerja dari mekanisme sistem rem pada kendaraan anda. Masa pakainya memang sangat lama. Tapi bukan berarti tidak perlu mendapat perhatian. Terutama, kapan minyak rem harus diganti atau bisakah ditambahkan saja, jika minyak rem pada tabung master rem mulai berkurang?

Seperti disebutkan di atas, minyak rem adalah sebagai pelumas pada mekanisme peranti rem lewat sistem hidraulis. Sering juga disebut sebagai minyak rem, cairan rem yang mengalir dari master lewat slang rem saat pedal rem diinjak, akan menggerakkan piston untuk mendorong kampas pada kaliper, sehingga putaran roda pun dapat berhenti. Tugas minyak rem pun cukup berat, karena harus tahan dalam berbagai kondisi. Terutama pada suhu tinggi atau panas, saat terjadi pengereman (ketika permukaan cakram dijepit kampas rem).

Makanya,  sebagai pemilik mobil pun anda harus paham pentingnya memperhatikan kondisi minyak rem. “Ya itu, sering sekali muncul pertanyaan dari para pemilik mobil: kapan sih, waktunya ganti minyak rem? Lalu bisa atau tidak, minyak rem dicampur atau ditambahkan jika kapasitasnya berkurang?” bilang Sugiarto, mekanik Permata Mobil di Jl. Hos Cokroaminoto 10, Ciledug, Tangerang.

Bahkan, masih menurut Sugiarto,  banyak juga yang tidak paham indikasi saat minyak rem sudah berkurang atau harus diganti. “Sebenarnya simpel saja. Untuk mengetahui minyak rem jika sudah berkurang dapat dilihat melalui tabung minyak rem pada master rem, atau dapat dirasakan juga bila saat melakukan pengereman pedal rem terasa keras atau terasa dalam saat pedal diinjak,” urai pria humoris ini.

Warna minyak rem juga berbeda-beda. Ada yang kuning, merah, bahkan bening.  Setiap produk, punya kelebihan masing-masing.  Makanya menurut standar pabrikan pembuatnya, penggunaan minyak rem ini sebaiknya tidak boleh dicampur. Karena belum tentu satu produk punya spesifikasi bahan dan kemampuan yang sama.

 “Kalau pun mau dicampur saat volumenya berkurang, harus dari produk yang sama. Tetapi ingat, hal ini dapat dilakukan untuk kondisi darurat saja. Misal saat di perjalanan ada kebocoran di tabung master yang mengharuskan anda menambahkan volume minyak rem. Sebaliknya, kinerja minyak rem tentu akan tetap lebih baik dan maksimal jika diganti baru,” kata Sugiarto lagi. 

Untuk pengecekan kualitas minyak rem, bisa anda lihat dari warnanya. Misal warna minyak rem sudah berubah menjadi cokelat, itu tandanya anda harus kuras dan ganti baru.  “Penggantian minyak rem sebaiknya dilakukan setiap 20.000 km atau 1 tahun, mana yang tercapai lebih duluan. Jika perlu sebaiknya tidak menunggu kondisi tersebut, penggantian minyak rem pun dapat dilakukan ketika cairan sudah kedaluarsa, yakni terdapat buih-buih putih atau gelembung uap. Karena kalau tidak diganti akan mengganggu kinerja rem dan menimbulkan  kebocoran pada seal-seal,” jelas ayah dua anak ini. AI

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.