Sepeda motor listrik semakin menjamur di jalan. Salah satu keunggulannya adalah sudah tidak ada mesin ICE sehingga bebas emisi dan tidak butuh bahan bakar. Namun bagaimana dengan sistem pengeremannya?
Untuk sepeda motor listrik, rem sebenarnya bisa sangat awet terutama karena adanya regenerative braking system yang mengubah energi kinetik menjadi energi listrik untuk mengisi baterai.
Karena bekerja pada motor listrik yang berubah menjadi generator, fitur ini secara langsung membantu memperlambat motor. Dampak positif pada sistem rem adalah lebih awet karena belum perlu bekerja.
Tetapi karena motor listrik akselerasinya instan dan kuat, sistem rem konvensional tetap dibutuhkan dan perlu perhatian serius. Khususnya ketika regenerative braking system tidak sedang aktif bekerja atau terlalu agresif sehingga bikin bingung rider.
Tips Menjaga Kondisi Rem Sepeda Motor Listrik
1. Jangan hanya mengandalkan regenerative braking
• Gunakan rem regeneratif sebagai bantuan perlambatan, bukan pengganti rem bawaan sepeda motor.
• Sesekali gunakan rem mekanis secara normal agar kampas tetap bekerja optimal, permukaan cakram tetap bersih, Anda tahu kondisi rem sebenarnya, dan piston atau caliper tidak terlalu lama pasif
• Jangan sengaja mengerem keras untuk membersihkan kampas rem. Cukup gunakan secara normal dalam kondisi aman.
2. Periksa ketebalan kampas rem secara berkala
Perhatikan:
• kampas semakin tipis
• suara berdecit/gerus
• jarak pengereman bertambah
• tuas rem terasa berbeda
• pengereman terasa tidak seimbang
• kampas rem sudah mendekati batas minimum yang ditentukan pabrikan.
3. Perhatikan kondisi cakram rem
Cakram rem seharusnya relatif rata dan tidak mengalami goresan dalam, retak, perubahan warna akibat panas berlebihan, permukaan bergelombang, dan karat. Segera ganti kalau ada ciri-ciri tersebut.
4. Bersihkan cakram dari kontaminasi
Jangan sampai cakram terkena oli, grease, chain lube, cairan pembersih yang meninggalkan residu, dan minyak lainnya. Kalau cakram rem terkena minyak, jangan menganggapnya akan hilang sendiri.
Bersihkan dengan brake cleaner yang sesuai dan periksa kondisi kampas rem. Kampas yang sudah terkontaminasi berat kadang lebih aman diganti daripada mencoba menyelamatkannya.
5. Cek minyak rem
Kalau motor menggunakan rem hidrolis, periksa level, warna, kebocoran, dan interval penggantian brake fliud. Minyak rem menyerap kelembapan dari udara seiring waktu. Akibatnya titik didihnya bisa turun.
Untuk motor yang digunakan intensif, penggantian minyak rem sesuai jadwal pabrikan sangat penting. Jangan mencampur DOT yang berbeda sembarangan. Ikuti spesifikasi pada tutup tabung cadangan atau buku manual.
6. Jangan mengabaikan kebocoran kecil
Periksa area master cylinder, selang rem, sambungan selang, kaliper, dan reservoir cairan rem. Kalau menemukan cairan rem merembes jangan tunggu servis berikutnya dan langsung lakukan perbaikan. Sistem hidrolik kehilangan tekanan berdampak pada risiko pengereman serius.
7. Perhatikan rasa tuas rem
Ini salah satu sensor terbaik yang Anda punya. Normalnya tuas terasa konsisten dan firm. Waspadai kalau:
• Tuas terasa lembek/spongy: kemungkinan ada udara atau masalah hidrolik.
• Tuas makin dalam: bisa terkait kampas, udara, kebocoran, atau masalah sistem.
• Tuas bergetar: bisa ada masalah pada cakram/komponen roda.
• Tuas terasa keras tetapi pengereman buruk: bisa ada masalah pada kampas, cakram, atau grip ban.
8. Jangan terlalu mengandalkan rem belakang
Ini terutama penting pada motor listrik yang torsinya besar. Saat pengereman keras, bobot kendaraan berpindah ke depan. Akibatnya roda depan mendapat lebih banyak beban sehingga butuh gaya pengereman lebih besar.
Karena itu, gunakan rem depan dan belakang secara bersamaan sesuai teknik pengereman motor yang benar. Jangan membiasakan diri hanya mengandalkan rem belakang karena ban akan kehilangan daya cengkeram.
9. Perhatikan hubungan regenerative brake dengan rem konvensional
Pada motor listrik, ada dua jenis perlambatan:
• Regenerative braking: motor listrik menjadi generator.
• Friction braking: kampas menekan cakram rem.
Sistem kontrol harus mengatur keduanya. Kalau motor punya beberapa level regen, jangan langsung memilih level paling agresif tanpa memahami karakter motor. Terutama saat jalan basah, menikung, permukaan licin, dan baterai hampir penuh.
Anda bisa kesulitan mengendalikan sepeda motor listrik karena daya perlambatan yang tinggi jika level regen full. Kalau level regen terlalu halus, Anda akan lebih banyak membutuhkan rem bawaan motor untuk mengurangi lajunya.
Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan karakter berkendara yang Anda inginkan. Waspada pula ketika level baterai mendekati full karena biasanya sistem regeneratif lebih halus bekerja.
10. Prestone Brake Fluid DOT 4 Solusi Mudah Untuk Sepeda Motor Listrik
Masalah umum rem sepeda motor listrik adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat.
Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.
Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem.
Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.
Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem sepeda motor. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti rem ABS dan regenerative braking system pada sepeda motor listrik.