Naik motor matik memang paling praktis, ngegas maupun perawatannya. Tapi jangan lupa lo, rawat motor matik atau skutik, itu enggak cuma ganti oli mesin. Ada satu oli lagi yang mesti diperhitungkan pemakaian dan penggantiannya, oli transmisi atau oli gardan. . Buat motor matik, oli transmisi ini sama pentingnya dengan oli mesin. Cuma sering terabaikan, dan efeknya, komponen rusak. Oli ini berfungsi untuk melancarkan kerja transmisi otomatis. Di bagian ini
Naik motor matik memang paling praktis, ngegas maupun perawatannya. Tapi jangan lupa lo, rawat motor matik atau skutik, itu enggak cuma ganti oli mesin. Ada satu oli lagi yang mesti diperhitungkan pemakaian dan penggantiannya, oli transmisi atau oli gardan. .
Buat motor matik, oli transmisi ini sama pentingnya dengan oli mesin. Cuma sering terabaikan, dan efeknya, komponen rusak. Oli ini berfungsi untuk melancarkan kerja transmisi otomatis. Di bagian ini banyak sekali komponen yang saling bergesekan. Kalau muncul suara berisik di boks CVT bagian belakang, itu pertanda komponen CVT motor Anda tidak terlumasi dengan baik.
Oli transmisi berguna untuk menjaga perpindahan gigi otomatis agar tetap lancar dan lembut. Kalau pelumasan baik, umur CVT pun akan lebih panjang. Lalu, kapan mestinya mengganti oli transmisi? Umumnya setiap mencapai 8.000 km.
Jangan sampai menunggu boks CVT Anda ‘berteriak’ ya. Perhatikan jadwal penggantiannya. Jangan lupa, perhatikan juga spek oli yang digunakan. Pilih oli yang diformulasi untuk gesekan seminimal mungkin, tahan panas dan melumasi sampai bagian terkecil, tersempit komponen CVT.
Teks: Tim Autochem
Sumber : cycleworld.com