TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
31-July-2023

SEBAB MESIN SEPEDA MOTOR TIBA-TIBA MATI, SOLUSINYA MUDAH

Anda mungkin pernah mengalami mesin sepeda motor tiba-tiba mati saat berkendara di jalan. Pasti Anda merasa panik, apalagi kalau sedang berada di tengah kemacetan atau di wilayah yang belum pernah didatangi.


Kekhawatiran terbesar saat mesin sepeda motor tiba-tiba mati akibat ketidaktahuan cara mengetahui sumber masalah dan memperbaiki komponen yang rusak. Tidak perlu panik, Anda bisa kenali terlebih dahulu penyebab mesin motor mati dan mencari solusinya.

1. Bensin Habis
Meskipun sangat jarang terjadi, tetapi risiko bensin habis dan membuat mesin mati tetap ada. Misalnya, ternyata indikator bensin motor rusak sehingga tidak ketahuan sudah habis. Atau karena terburu-buru lupa mengeceknya sebelum berangkat.

Untuk mencegahnya, selalu cek indikator bensin di pagi hari. Jika curiga, jangan segan mengecek langsung ke tangki bensin. Anda pasti sudah mempunyai gambaran kebutuhan BBM setiap hari. Kalau sudah saatnya mengisi, segera isi BBM dan jangan biarkan motor kehabisan bensin.

2. Salah Pakai Bensin
Pemilihan bahan bakar berkaitan dengan proses pembakaran di dalam mesin. Karenanya, jika memakai bahan bakar beroktan lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, mesin motor dapat mati mendadak. Namun biasanya ditandai lebih dulu oleh performa mesin yang turun dan mesin terasa lebih panas.

Pastikan untuk selalu menggunakan BBM yang sesuai rekomendasi pabrikan. Jika terpaksa atau karena ingin eksperimen, bisa menggunakan bensin dari merek berbeda. Namun pastikan nilai oktannya sama dan dibeli di pom bensin resmi untuk mencegah bensin yang kotor atau rusak.

3. Oli Mesin Habis
Karena sibuk atau lupa, ternyata Anda belum mengganti oli mesin hingga akhirnya habis total yang membuat mesin mati seketika. Hindari masalah ini karena tidak hanya membuat mesin mati, tetapi berisiko merusak komponen mesin hingga jebol yang berujung turun mesin.

Lakukan penggantian oli mesin setiap 2.000-3.000 km atau maksimal 1 bulan untuk sepeda motor dengan mobilitas tinggi setiap harinya. Pengecekan seminggu sekali juga perlu untuk memastikan oli mesin tidak habis. Jangan lupa pula mengganti oli gardan motor matic setidaknya setiap 3 kali ganti oli mesin.

4. Mesin Overheat
Panas yang berlebihan akan mempengaruhi performa mesin dan mendadak mati. Overheat pada mesin dapat terjadi apabila motor digunakan dalam jangka waktu lama dan kondisi berkendara berat, terutama motor radiator. Ada baiknya untuk istirahat sekaligus mendinginkan mesin motor setelah dua jam berkendara. 

5. Busi Rusak
Busi berguna sebagai alat pengapian untuk menimbulkan percikan api yang membakar campuran udara dan bensin. Namun jika busi rusak dan tidak lagi bisa menghasilkan percikan api, maka akan menyebabkan mesin motor tidak bisa menyala alias mati.

Koil dan kabel busi yang bermasalah juga bisa menjadi pemicu busi mati. Bahkkan, tutup kepala busi yang kotor atau kendur dapat membuat aliran listrik ke busi menghilang. Sempatkan mengecek sistem pengapian mesin setidaknya sebulan sekali untuk memastikan kinerjanya.

6. Bensin Tersumbat
Setiap mesin motor memiliki filter bensin untuk menyaring bahan bakar yang bergerak menuju mesin. Begitu sumbatannya parah, otomatis aliran BBM akan berhenti dan membuat mesin mati. Pastikan filter bensin selalu bersih dan ganti jika sudah waktunya.

7. Lupa Periksa Cairan Radiator
Tidak semua mesin sepeda motor dilengkapi radiator pendingin mesin, sehingga Anda lupa mengeceknya saat memiliki motor dengan radiator. Lakukan pengecekan seminggu sekali untuk memastikan radiator coolant tidak habis dan segera ditambah sesuai takarannya.

Cegah mesin panas dan tiba-tiba mati, Master Radiator Coolant dirancang agar mampu memberikan performa pendinginan maksimal pada mesin kendaraan sehingga cocok untuk mobilitas tinggi.

Campuran Ethylene Glycol yang tepat pada Master Radiator Coolant membuat transfer panas mesin tetap optimal dan titik didih meningkat menjadi 104°C pada tekanan 1 atm. Komposisi yang tepat inilah yang membuat Master Radiator Coolant cocok digunakan oleh kendaraan di iklim tropis.

Aditif anti karat yang digunakan oleh Master Radiator Coolant juga akan menjaga sistem pendinginan mesin dari korosi. Kualitas super dari Master Radiator Coolant sudah tidak diragukan lagi dengan penghargaan dari Superbrands selama 3 tahun berturut-turut (2020-2022).

Gunakan Oli Sepeda Motor Matic Berkualitas
Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500–3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB sejatinya dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.

Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.

PT Autochem Industry menyediakan dalam dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 800 ml direkomendasikan untuk sepeda motor matic umumnya bermesin 125 cc. Sedangkan versi 900 ml cocok untuk pengguna sepeda motor matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.