BERITA & ACARA
BERITA & ACARA
01-September-2019

THIS ISN’T A PERFECT DAY

BOGOR – Gelaran ISSOM Night Race (30-31/8) yang merupakan seri ke-4 balap turing Nasional ini menjadi tantangan terberat bagi tim Garden Speed dan Honda Bandung Center. 

Honda Jazz Speed Challenge yang menurunkan Fitra Eri di kelas Master dan Luthfi Aziz di kelas Promotion, tak membuahkan hasil maksimal. Fitra Eri yang turut disupport oleh Prestone – MASTER harus puas finish ke-8 akibat kian sulit bersaing dengan penambahan penalty bobot 75 kg – lantaran menjadi juara umum tahun lalu.
Begitu pun dengan Luthfi Aziz yang harus berjibaku dengan kempetitornya untuk meraih podium ke-3 di kelas Promotion. “Beruntung masih bisa podium, mengingat lap-lap terakhir harus bersenggolan dengan pembalap lain yang cukup parah di dua tikungan terakhir, sebelum trek lurus,” terang Luthfi yang kini berada di posisi kedua klasemen sementara dengan meraih 66 poin.
Masuk ke balap berikutnya – Indonesia Retro Race – Robert Paul dengan Alfa Romeo-nya gagal start akibat kerusakan transmisi. Padahal saat kualifikasi ISSOM seri-3, Robert Paul berhasil memecahkan rekor laptime 1 menit 48,7 detik, namun gagal start akibat pemadaman listrik.


“Kerusakan di gigi 5 saat kualifikasi ISSOM seri ke-4 ini, membuat Robert Paul hanya menggunakan 4-speed. Dengan catatan waktu 1 menit 50,8 detik, sudah mampu menempatkan Robert Paul di pole position,” terang Taqwa SS selaku kepala mekanik yang menggawangi mobil besutan Robert Paul ini.
Dengan hasil ini, artinya Robert Paul belum mengumpulkan poin kejuaraan sama sekali hingga ISSOM 2019 seri ke-4 ini. Beragam penyebab menjadi kendala, seperti dibatalkannya balap seri pertama akibat hujan, lalu kendala kesehatan Robert Paul di seri kedua, pemadam listrik yang berujung pembatalan balap di seri ke-3 dan kendala transmisi di seri ke-4 ini.
Sedangkan di kelas Indonesia Touring Car Race, Fitra Eri yang memiliki poin berimbang dengan Rio SB dari tim Honda Racing Indonesia kembali memgalami persaingan sengit. Start dari pole position, Rio SB harus merelakan posisinya diambil alih Fitra Eri di tikungan pertama. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, setelah Safety Car masuk ke lintasan di lap ke-3, Rio SB kembali dapat memimpin balapan. 
Nasib sial dialami Fitra Eri dari tim Honda Bandung Center akibat sokbreker patah sehingga catatan waktunya menurun jauh hingga 1 menit 59,9 detik – dimana best lap Fitra eri adalah 1 menit 55,2 detik. 
“Sebuah pertaruhan, mengingat hal ini terjadi dipertengahan balap. Apakah harus masuk ke pit atau berusaha mencapai garis finish,” bingung Fitra Eri yang akhirnya harus puas finish di posisi ke-9. 
Sedikit keberuntungan pun hadir akibat Rio SB gagal finish akibat kedua ban kanannya kehilangan tekanan angin. Disinyalir diakibatkan memotong curb yang membuat kedua ban robek. Dengan kondisi ini, Fitra Eri pun berhak mendapat tambahan 4 poin sehingga memimpin klasemen sementara ITCR dengan 32 poin.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.