Mengemudi mobil pascamudik alias saat balik ke rumah setelah berlebaran membutuhkan pengetahuan yang cukup. Pasalnya, mobil dalam kondisi muatan penuh dengan penumpang dan barang bawaan, karakter kendaraan jadi sedikit berbeda.
Sebenarnya tidak dianjurkan mengemudi mobil dengan muatan penuh sebab ada beberapa potensi bahaya seperti butuh tenaga besar dan mobil cenderung limbung. Namun pada kondisi tertentu, bisa saja mobil diisi muatan full dengan beberapa syarat penting.
Selama tak melebihi batas yang dianjurkan atau merugikan pengguna jalan lain, sebenarnya mobil muatan penuh tidak melanggar peraturan lalu lintas. Tapi dalam keadaan muatan maksimal, Anda harus memperhatikan beberapa hal supaya berkendara tetap aman dan nyaman.
Masalah Mobil Kelebihan Muatan
Masalah timbul ketika mobil membawa penumpang lebih dari kapasitas maksimal mengingat berubahnya titik pusat gravitasi. Saat mobil lurus mungkin tidak terlalu terasa, tapi saat belok atau menikung bisa timbul gaya sentrifugal yang cukup besar.
Gejala limbung ini akan sangat terasa pada mobil tinggi seperti MPV dan SUV. Titik keseimbangan mobil ikut berubah ke atas sehingga meningkatkan potensi limbung. Kendala lain terkait kesulitan dalam melakukan pengereman.
Tambahkan faktor masalah dengan mengemudi di jalan pegunungan, rem akan semakin berat saat bekerja dan menyimpan risiko blong kalau tidak dioperasikan dengan baik. Termasuk ketika akselerasi lantaran beban yang diemban oleh mesin makin berat.
Berikut tips ketika Anda terpaksa harus mengemudi dalam kondisi mobil muatan penuh.
1. Jaga Kecepatan Mobil
Jika terpaksa membawa penumpang dan barang bawaan yang cukup banyak, maka sebaiknya jaga kecepatan kendaraan agar tidak terlalu kencang. Dengan begini, mobil tidak mudah limbung akibat terpaan angin yang kuat, khususnya di jalan tol.
2. Jangan Lakukan Manuver Agresif
Pada kondisi mobil bermuatan penuh, sebaiknya hindari manuver agresif yang bisa mengakibatkan kestabilan mobil berkurang. Baik itu saat berbelok, maupun ketika hendak mendahului kendaraan lain. Sehingga dibutuhkan kebijakan ketika mengendalikan mobil.
3. Jangan Memaksa Mendahului Mobil Lain
Apabila hendak mendahului kendaraan lain di depan, sebaiknya perhitungkan dengan matang. Pastikan kondisi jalan benar-benar kosong untuk memungkinkan Anda menyalip. Hindari mendahului di jalan menanjak, karena ada kemungkinan mobil akan kesulitan menyalip kendaraan itu.
4. Pastikan Bahan Bakar Full Tank
Ketika mobil dengan muatan penuh, mesin butuh tenaga lebih untuk berakselerasi. Kondisi ini yang membuat bahan bakar jadi lebih cepat habis. Karena itulah sebaiknya sebelum memulai perjalanan, isi tangki bahan bakar sampai penuh. Ditambah, potensi antrean di rest area dan pom bensin.
5. Perhatikan Tekanan Udara Ban
Ban adalah komponen yang punya tugas menopang bobot kendaraan. Jika mobil dalam kondisi bermuatan penuh, maka otomatis beratnya juga bertambah. Pastikan keempat ban mobil tidak kurang tekanan udara, serta telapak dan dinding ban dalam kondisi prima sehingga membantu pengendalian mobil.
6. Jangan Rem Mendadak
Pergunakan rem mobil secara bijak. Demi mengurangi laju kendaraan, ada baiknya manfaatkan engine brake, terutama di jalan menurun. Jangan melakukan pengereman mendadak karena mobil sulit dikendalikan dan khawatir rem jadi malfungsi karena bekerja terlalu berat.
7. Istirahat 2 Jam Sekali
Jika Anda melakukan perjalanan jauh dengan mondisi mobil muatan penuh, sempatkan istirahat maksimal tiap 2 jam sekali. Selain mengistirahatkan tubuh, juga sejenak mengistirahatkan komponen mobil yang bekerja lebih keras seperti ban dan rem. Usahakan untuk tidur selama 30 menit di istirahat ke-2 dan ke-4.
8. Terapkan Prinsip Safety Driving
Pastikan Anda menerapkan prinsip safetu driving di jalan dengan mematuhi aturan dan etika berkendara yang aman dan nyaman. Patuhi aturan kecepatan minimal dan maksimal di jalan sehingga laju kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan baik.
9. Jaga Emosi Selama Berkendara
Jaga emosi sehingga tidak terpancing untuk melakukan manuver berbahaya yang akan membuat mobil semakin sulit dikendalikan. Jangan pernah mengalihkan perhatian seperti bermain ponsel yang akan membuat kamu lupa bahwa mobil sedang membawa muatan penuh.
10. Gunakan Roof Box
Salah satu cara aman membawa barang saat balik Lebaran ialah menggunakan roof rack beserta roof box. Roof rack merupakan rak atau alas tempat menaruh roof box alias boks penyimpanan barang. Dengan adanya roof box, maka barang-barang jadi aman dari sengatan matahari dan air hujan. Kabin juga makin lega dan bisa memuat orang sesuai kapasitasnya.
11. Waspada Gerbang Tol Otomatis
Anda harus mewaspadai portal Gerbang Tol Otomatis (GTO) dan portal lainnya. Ukur tinggi maksimal mobil setelah dipasang roof box. Jika tidak aman, artinya wajib melalui GTO tanpa portal. Sebagai pengingat, Anda dapat memasang stiker atau peringatan bahwa mobil membawa roof box yang bisa diletakkan di area kokpit pengemudi.
12. Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Banyak komponen kendaraan tergantung kepada kualitas fluida supaya dapat bekerja optimal di masa balik Lebaran yang penuh tantangan. Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli matic, oli gardan, dan oli transmisi diganti baru untuk mencegah kontaminasi air yang kotor.
Ganti cairan kendaraan dengan produk Autochem Industry seperti Prestone dan Master secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan meningkat sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar.