Road rage adalah perilaku agresif atau arogan yang Anda tunjukkan ke pengguna jalan lainnya. Perilaku ini termasuk penghinaan kasar dan verbal, berteriak, ancaman fisik, atau perilaku mengemudi berbahaya yang ditargetkan ke pengguna jalan lainnya untuk mengintimidasi atau melepaskan emosi.
Perilaku di atas sudah masuk ke dalam kasus kriminal. Aturan hukum yang disangkakan adalah Pasal 460 KUHP tentang pengerusakan dengan ancaman penjara 2 tahun 6 bulan, dan Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman 1 tahun penjara.
Sebab Tindak Kekerasan di Jalan
Penyebab dari road rage muncul lahir dari beragam faktor, utamanya dari kecakapan pengemudi. Yakni, dari tidak mau mengalah dengan kendaraan lain hingga tak mematuhi aturan. Padahal sifat egois ini harus diredam ketika berkendara.
Untuk mengatasi arogansi jalanan, diperlukan upaya yang komprehensif dari berbagai pihak. Pemerintah melalui kepolisian perlu meningkatkan penegakan hukum terhadap pelaku arogansi jalanan dengan tegas dan adil.
Kesadaran aturan hukum dan tata tertib berlalu lintas di jalan juga lemah. Kesadaran berbagi (empati) yang lemah dan penegakan hukum paska kejadian yang kurang tegas, menjadi penyebab pelakunya semakin banyak dan berani.
Tips Cara Mengendalikan Emosi Saat Mengemudi Mobil
1. Hindari Mengemudi Agresif
Mengemudi agresif dapat mencelakakan diri sendiri dan pengguna jalan lain. Saat dikemudikan secara agresif, mobil biasanya bergerak liar, hal ini tidak dapat terbaca oleh pengguna jalan lain. Beruntung jika orang lain cukup sabar, tapi jika tidak, maka Anda bisa jadi sasaran kemarahan orang lain.
2. Jangan Terburu-buru
Untuk menghindari mengemudi agresif, berangkatlah lebih awal sehingga tidak perlu memacu kendaraan. Berkendara dengan kecepatan yang sewajarnya tentu akan lebih aman dan membuat Anda lebih rileks serta mudah mengendalikan mobil.
3. Menjaga Kesabaran di Jalan
Pasang niat untuk menjadi orang yang sabar sebelum berkendara. Camkan dalam hati, bahwa Anda akan menjadi orang yang baik, sabar dan tidak akan marah-marah di jalan. Ini penting karena akan menjadi pengingat saat mulai terpancing emosi.
4. Redam Amarah Meski Benar
Pahamilah bahwa kesalahan orang lain di jalan sangat mungkin terjadi, baik dengan niat maupun tanpa disengaja. Anda juga sangat mungkin melakukan kesalahan di tengah situasi jalan yang padat. Tahanlah amarah, walau Anda yakin berada di pihak yang benar dan orang lain salah.
5. Kendalikan Ego Anda
Bisa saja orang melakukan kesalahan karena terburu-buru sedang membawa orang sakit. Jangan mendahulukan ego dan berpikir baik supaya hati tetap tenang. Kembali lagi, niatkan untuk jadi orang baik di jalan.
6. Beri Jalan Saat Ada yang Ingin Mendahului
Saat ada mobil lain yang ingin mendahului, berikan jalan karena dia ingin lebih cepat. Tidak ada gunanya mementingkan ego lalu merasa kesal karena didahului mobil lain. Hal tersebut juga menjaga dari risiko kecelakaan akibat tidak memberikan jalan pada orang yang menyalip.
7. Beri Tanda yang Sopan
Saat butuh mendahului kendaraan lain, beri tanda yang sopan dengan klakson secukupnya. Jangan berlaku angkuh dengan bunyi klakson yang mengintimidasi dan menyerobot dengan agresif. Itu dapat memancing emosi pengemudi lain dan malah menginjak pedal gas lebih dalam.
8. Pikirkan Kerugian Materi dan Korban Jiwa
Langkah ini cukup efektif untuk membantu Anda meredam emosi di jalan. Bayangkan tabungan Anda terkuras untuk memperbaiki mobil hanya karena mengikuti nafsu amarah di jalanan. Apalagi kalau sampai terlibat kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.
9. Fokus pada Perjalanan
Menyadari pentingnya konsentrasi saat berkendara adalah kunci untuk mengelola emosi. Cobalah untuk memfokuskan pikiran Anda sepenuhnya pada perjalanan dan situasi lalu lintas, alih-alih membiarkan pikiran terjebak dalam masalah pribadi atau pekerjaan.
Fokus yang baik dapat membantu mengurangi dampak emosi negatif terhadap kemampuan mengemudi. Anda tidak mudah marah dan mengurangi potensi mengemudi sembarangan lantaran tidak dapat mengendalikan rasa kesal.
10. Perhatikan Kondisi Mobil
Lakukan servis berkala di bengkel resmi atau langganan untuk menjaga kondisi mobil. Dengan terjaganya kondisi mobil, Anda terhindar dari risiko masalah akibat mesin yang tiba-tiba mogok atau AC rusak. Mobil juga dapat dikendalikan dengan baik dan mengurangi stres.
Teknik-teknik di atas akan membantu menjaga fokus dan keselamatan, serta membuat pengalaman berkendara menjadi lebih nyaman. Ingatlah, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada keterampilan mengemudi, tetapi juga pada kemampuan mengelola emosi dengan baik.
11. Manajemen Diri Sebelum Bereaksi di Jalan
Bicara mengenai mengemudi penting untuk menjaga emosi di jalan. Sebab diketahui jalan raya yang macet dan sibuk sering membuat pengemudi hilang kesabaran. Perlu ada manajemen diri sebelum bereaksi terhadap suatu kejadian di jalan raya.
Kalau ada kejadian tertentu, jangan langsung bereaksi. Cara menundanya, antara lain yang tercepat adalah dengan menarik napas panjang. Sebelum bereaksi, pengemudi bisa berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan berpikir jernih.
Ketika Anda bisa mengaktifkan kemampuan berpikir rasional, yang terjadi adalah tidak reaktif tapi jadi berpikir, respon apa yang akan dilakukan. Reaksi dan respons merupakan dua hal yang berbeda. Jika reaksi cenderung spontan, respons merupakan sesuatu yang dipikirkan terlebih dulu.
Langkah termudah untuk tidak terlibat pertengkaran di jalan adalah dengan menunda reaksi dan menarik napas dalam-dalam sampai tenang, kemudian memikirkan jalan keluar lain yang bisa diambil. Cari solusi yang tidak merugikan namun sesuai aturan lalu lintas yang berlaku.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, kendalikan emosi di jalan sebelum memicu pertikaian. Mengemudi dengan safety dan patuh aturan lalu lintas menjaga Anda selalu dalam posisi yang benar. Jangan terpancing kalau ada yang memprovokasi, selesaikan di kantor polisi kalau tidak ada titik temu.
12. Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Mobil wajib dijaga kondisinya supaya Anda tidak mudah terpicu emosinya di jalan. Supaya mobil tidak dehidrasi, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.
Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.