TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
07-May-2026

TIPS MENGENDARAI SEPEDA MOTOR DEKAT TRUK ATAU BUS, WASPADALAH!

Pengendara sepeda motor dituntut agar berhati-hati dekat kendaraan besar seperti bus atau truk. Masalah utamanya adalah blind spot, yakni area di sekitar kendaraan, dalam kasus ini adalah truk atau kendaraan besar lainnya, yang tidak terlihat oleh sopir meskipun telah dibantu spion tambahan.

Sebenarnya bukan perkara aneh jika pengendara motor harus bertemu dengan truk di jalan. Masalahnya, truk dan kendaraan besar lain memiliki keterbatasan yang harus dimengerti. Dengan begitu, Anda dapat menghindari risiko kecelakaan dengan truk.

Khusus buat Anda pengendara sepeda motor yang memiliki risiko celaka paling besar saat berdampingan dengan truk atau bus, begini cara mengemudi yang aman dan nyaman:

1. Pastikan Tahu Keterbatasan Truk
Seperti dimensi truk yang besar membuatnya tidak bisa tergesa-gesa dan butuh ruang gerak yang luas ketika bergerak. Posisi duduk pengemudi yang tinggi dan pandangan ke belakang yang terhalang bodi membuat sopir truk memiliki blind spot atau area di sekitar kendaraan yang tidak terpantau oleh mata pengemudi.

2. Bobot Truk Sangat Besar 
Bobot truk, apalagi bila dipenuhi muatan, sangat besar sehingga tidak mudah baginya untuk melakukan pengereman darurat. Dengan memahami beberapa kekurangan ini, harapannya Anda bisa lebih bijaksana ketika berjumpa kendaraan besar, khususnya pemakai sepeda motor.

3. Selalu Jaga Jarak Aman
Jaga jarak aman membuat Anda bisa mengantisipasi pergerakan kendaraan besar, seperti bila tetiba truk tersebut mengerem mendadak atau tidak kuat menanjak. Menjaga jarak aman juga bukan sekadar memberi ruang gerak bagi truk, namun juga membuat mobil mudah terlihat oleh sopir truk. 

Semakin dekat jarak dengan truk, semakin sulit sopir truk mengawasi sepeda motor yang mungil ketimbang mereka. Makanya, jaga jarak aman dan pastikan motor masuk dalam jarak pandang pengemudi truk. Jangan pernah remehkan blind spot driver truk.

4. Gunakan Tanda atau Isyarat
Berikan tanda saat Anda ingin mendahului truk, bisa dengan lampu dim atau klakson supaya pengemudi truk dapat menyadari keberadaan Anda dan menjaga kewaspadaannya. Meskipun sudah memberikan isyarat, jangan paksakan mendahului bila situasinya tidak memungkinkan, apalagi kalau sampai selap-selip.

5. Berikan Ruang Bergerak yang Cukup
Saat menyalip, pastikan ada ruang yang cukup antara truk tersebut dengan kendaraan di depannya. Kalau terlalu dekat, Anda bakal memaksakan diri untuk masuk antara keduanya. Situasi ini akan membuat sepeda motor berada di blind spot truk dan sangat berbahaya jika kendaraan di depan melakukan pengereman. 

Bukan perkara mudah untuk menghentikan laju truk dengan muatan penuh. Ditambah, sangat mungkin pengemudi truk tidak melihat keberadaan motor karena blind spot di depan truk tidak kalah besar. Itulah mengapa sekarang posisi duduk sopir bus lebih rendah ketimbang sopir truk.

6. Perhatikan Manuver Truk
Jangan segan-segan memberikan ruang bila truk di depan memberi isyarat untuk bermanuver, seperti berbelok, putar arah, atau parkir. Hentikan motor dan tunggu sampai posisi truk benar-benar aman. Apalagi kalau motor berada di sisi dalam radius manuver truk tersebut. 

Perpaduan antara bodi besar dan blind spot akan membuat kendaraan terancam bahaya jika tidak sabar menunggu. Dan ini sangat sering terjadi pada pengguna sepeda motor yang tetap nekat menempel truk padahal tidak terlihat oleh sopirnya.

7. Performa Truk Terbatas
Anda harus memahami bahwa daya pengereman truk terbatas. Kian dipersulit saat bebannya penuh sehingga butuh jarak lebih jauh untuk berhenti, apalagi ditambah kondisi jalan basah. Jangan terlalu percaya diri dan menganggap truk dapat berhenti mendadak di jalan.

8. Jangan Paksakan Motor Terlalu Dekat dengan Truk
Jangan paksakan motor berada terlalu dekat dengan truk dan berikan ruang yang cukup untuk manuver. Termasuk pula untuk akselerasi, terutama saat muatan penuh. Sabar dan fokus saat berada di sekitar truk dan jangan melakukan manuver yang bisa membahayakan semua pihak.

Gunakan Oli Mesin Motor Matic Berkualitas

Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi setiap hari, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500–3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB sejatinya dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya. 

Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.

MASTER Durability sudah memenuhi standar API Service SL. PT Autochem Industry menyediakan dalam dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk matic bermesin 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter cocok untuk pengguna matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.