Orang tua tidak seharusnya mengizinkan anak untuk membawa mobil, walaupun sudah dilihat mahir atau bisa. Dalam banyak kasus, kondisi fisik dan non fisik mereka memicu masalah di jalan.
Anak dikatakan cukup dewasa dan cukup mental untuk mengemudikan kendaraan bermotor di usia 17 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah dianggap dewasa karena telah cukup berkembang baik secara fisik, perilaku, cara berpikir, dan mental.
Ketika telah berkembang dengan baik, maka seseorang bisa bijaksana dalam mengambil keputusan sehingga dapat melakukan antisipasi yang lebih aman terhadap ancaman-ancaman di jalan.
Pengemudi mampu fokus ketika mengambil keputusan yang tepat dan melakukan berbagai tindakan antisipatif yang diperlukan. Berikut beberapa masalah yang timbul kalau anak di bawah umum dipaksakan mengemudi mobil:
1. Mental Anak Belum Stabil
Belum lagi terkait mental anak yang belum stabil. Berkendara tanpa mental yang mumpuni, konsentrasi dan emosi rentan terganggu. Misalnya baru putus dengan pacar, lalu mengemudi mobil asal-asalan karena galau dan akhirnya tabrakan.
Meskipun orang dewasa bisa melakukan kesalahan serupa, tapi diharapkan bisa dicegah jika sudah cukup umur.
2. Ukuran Tubuh Belum Proporsional
Anak masih dalam usia perkembangan yang butuh waktu agar sanggup duduk dengan pas di bangku pengemudi. Sangat riskan jika ia tidak dapat menekan pedal rem lantaran kakinya belum sampai. Atau tidak bisa melihat keluar jendela akibat posisi duduk masih terlalu rendah.
3. Belum Paham Aturan dengan Baik
Selain itu, mengemudi mobil di jalan raya tidak hanya sekadar bisa mengendalikan saja, namun juga perlu pemahaman rambu dan berperilaku baik dalam berkendara. Untuk bisa mengemudi di jalan umum, anak Anda sebagai driver harus memenuhi syarat yaitu menguasai safety, skill, knowledge, dan perilaku.
4. Alpa Jaga Kondisi Mobil
Mengemudi mobil bukan sekadar memutar setir atau injak pedal gas-rem. Anak harus paham komponen kendaraan harus dijaga kondisinya. Anda bisa memperkenalkan mereka dengan mengajak ke bengkel resmi atau langganan.
5. Belum Punya SIM
Tanggung jawab yang diemban sangat besar jadi tidak boleh asal-asalan. Salah satunya ditandai dengan kepemilikan SIM karena berarti Anda sudah paham aturan dan cara mengemudi yang baik dan aman supaya dapat berperilaku sesuai hukum yang berlaku.
Kesimpulan
• Orang tua tidak seharusnya mengizinkan anak untuk membawa mobil, walaupun sudah dilihat mahir atau bisa. Dalam banyak kasus, kondisi fisik dan non fisik mereka memicu masalah di jalan.
• Anak dikatakan cukup dewasa dan cukup mental untuk mengemudikan kendaraan bermotor di usia 17 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah dianggap dewasa karena telah cukup berkembang baik secara fisik, perilaku, cara berpikir, dan mental.
FAQ
1. Mengapa butuh mental yang stabil saat mengemudi mobil?
Mengemudi mobil membutuhkan ketenangan pikiran yang konsisten selama perjalanan. Jika tidak, bisa jadi Anak melakukan hal bodoh hanya karena baru putus pacaran. Risikonya bukan hanya pada dirinya, namun pengguna jalan lainnya.
2. Apa bukti bahwa anak sudah boleh mengemudi mobil?
Tandanya adalah kepemilikan SIM karena berarti anak sudah paham aturan dan cara mengemudi yang baik dan aman supaya dapat berperilaku sesuai hukum yang berlaku. Kalau sampai ada masalah, mereka dianggap mampu bertanggungjawab.