Saat ini, wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau panjang yang berakibat banyak debu di jalan. Debu jalanan punya efek mengganggu jika diabaikan karena dapat merusak berbagai komponen mobil.
1. Filter Udara
Filter udara memiliki tugas untuk menyaring partikel asing seperti abu dan debu, agar tidak masuk ke dalam sistem injeksi dan ruang bakar. Komponen ini paling rentan abu dan debu lantaran berhubungan langsung dengan ‘dunia luar’.
Filter udara yang kotor akan membuat perbandingan udara dan bahan bakar menjadi tidak sempurna sehingga mesin boros dan tidak bertenaga. Dalam jangka panjang, risiko lebih berat akan terjadi kalau abu berhasil masuk ke ruang bakar dan merusak komponen di dalamnya.
Solusi: Paling mudah adalah mengurangi mobilitas ke area yang terdampak abu dan debu. Jika tidak memungkinkan, cek kondisi filter udara tanpa perlu menunggu waktunya servis berkala. Bersihkan kalau masih ringan, segera ganti filter udara kalau sudah terlalu kotor supaya tidak gagal menyaring kotoran.
2. Filter Kabin
Filter kabin memiliki peran serupa yakni menyaring kotoran. Ketika filter kabin kotor, udara yang diembuskan ke dalam kabin juga kurang sehat karena AC menganut sistem sirkulasi tertutup, dimana udara yang beredar ketika AC beroperasi tetap sama.
Perangkat ini kerap dilupakan karena minimnya pengetahuan pemilik mobil, bahkan tidak tahu filter kabin berada di balik dasbor mobil. Padahal, filter kabin yang kotor membuat debu dan kotoran dapat berembus ke dalam kabin yang mengganggu kenyamanan dan memicu penyakit pernapasan.
Solusi: Meskipun berada di dalam mobil, jangan beranggapan filter kabin tidak bisa kotor. Cek rutin minimal sebulan sekali dan lakukan pembersihan ringan. Kalau sudah terlalu kotor, segera bawa ke bengkel langganan untuk diganti baru.
3. Filter Baterai Mobil Hybrid dan Mobil Listrik
Beberapa jenis mobil hybrid dan mobil listrik menggunakan sistem pendingin berbasis udara (air coooled). Sistemnya mengalirkan udara dari kabin ke baterai untuk mempertahankan temperaturnya agar selalu berada pada nilai standar yang ditetapkan.
Terdapat cooling blower filter sebagai penyaring udara yang akan dialirkan untuk mendinginkan baterai. Sama dengan AC mobil, udara pendingin biasanya dialirkan dari kabin. Sehingga, ada potensi debu terisap masuk kalaui kabin kotor.
Saluran yang tertutup akibat kotor, akan membuat pendinginan tidak dapat berlangsung dengan baik dan memicu indikator peringatan baterai pada panel instrumen menyala. Baterai penting ini tidak dapat menyimpan listrik yang dapat membuat mobil mogok.
Solusi: Sama dengan filter udara dan filter kabin, lakukan pengecekan cooling blower filter secara berkala. Namun kalau tidak paham cara membongkarnya, serahkan pada teknisi bengkel resmi atau langganan supaya tidak menghambat sistem pendingin baterai.
Baterai Mobil Listrik Gunakan MASTER Radiator Coolant Gold 50/50
MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 memiliki pilihan komposisi glycol 50%. Dengan temperatur kerja baterai mobil listrik di kisaran 20-40 derajat celcius, radiator coolant ini sangat pas sebagai media transfer heat yang optimal supaya awet.
Karena jika temperatur terlalu rendah, energi yang dihasilkan baterai lebih sedikit. Tapi kalau suhu baterai berlebih, efisiensinya akan menurun drastis.
Sama dengan suhu kerja komponen elektrifikasi lainnya seperti motor listrik dan inverter yang tetap terjaga berkat keandalan MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 dalam menangkap dan melepaskan panas dengan cepat dan efisien.
Kandungan OAT (Organic Acid Technology) berbahan dasar organik yang ramah lingkungan, bereaksi secara kimiawi hanya pada area logam yang membutuhkan perlindungan, guna mencegah karat tanpa menggunakan bahan berbahaya.
Aditif organik pada OAT tidak cepat habis dikonsumsi dan tidak meninggalkan jejak endapan atau kerak yang dapat menyumbat saluran radiator dan memicu karat. Hal ini disebabkan oleh tidak ada kandungan zat silikat, nitrit, nitrat, borat, amina, dan fosfat.
Penggunaan bahan OAT memberikan dampak positif yaitu minim penguapan sehingga usia pakai coolant lebih lama.
Kelebihan MASTER Radiator Coolant Gold 50/50:
• Titik didih 129 derajat Celcius di tekanan tutup radiator 1,1 bar
• Sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan (OEM)
• Menggunakan Organic Acid Technology (OAT)
• Usia pakai radiator coolant tahan lama
• Minim penguapan
• Ditambah aditif anti korosi
• PH basa
• Perlindungan pada seal water pump.