Membahas cewek merupakan pengemudi yang lebih buruk daripada cowok, memang bisa dibilang kuno. Saat ini mengemudi merupakan aktivitas unisex. Banyak pengemudi bahkan pembalap wanita yang lebih jagoan dibanding kaum Adam. Data pengemudi wanita dan laki-laki yang terlibat kecelakaan pun sama banyaknya. Tapi memang, ada sejumlah kebiasaan lady drivers yang cenderung menuntunnya pada bahaya, lebih besar dibanding laki-laki. Ini biasanya berhubungan dengan ‘
Membahas cewek merupakan pengemudi yang lebih buruk daripada cowok, memang bisa dibilang kuno. Saat ini mengemudi merupakan aktivitas unisex. Banyak pengemudi bahkan pembalap wanita yang lebih jagoan dibanding kaum Adam. Data pengemudi wanita dan laki-laki yang terlibat kecelakaan pun sama banyaknya.
Tapi memang, ada sejumlah kebiasaan lady drivers yang cenderung menuntunnya pada bahaya, lebih besar dibanding laki-laki. Ini biasanya berhubungan dengan ‘panggilan jiwa’ wanita untuk tampil cantik dan karakter atau kelebihan wanita, multitasking. Dalam beberapa hal, ini memang baik. Tapi di belakang setir, bisa berbahaya, ladies...
Dandan
Ini biasanya kebiasaan lady driver sibuk. Karena diburu waktu atau jalanan macet, aktivitas nyetir pun dilakukan sambil mengoleskan lipstik, menambahkan bedak sampai memakai maskara. Memang dilakukan saat kendaraan berhenti atau lampu merah, tapi melakukan aktivitas lain apalagi yang menyedot konsentrasi seperti ini, bisa mengancam keselamatan. Dari respon lambat, panik atau kaget sehingga salah bereaksi, mestinya menginjak rem malah gas. Lady driver cantik itu wajib, tapi lakukan saat berhenti di tempat aman yaa...
Sepatu Cantik
Pakar asuransi di Confused.com mewanti-wanti potensial bahaya dan lepas kontrol karena sepatu yang tidak tepat. Sepatu-sepatu cantik dan trendi itu, bisa memicu bahaya karena kurang nge-grip, licin atau kaku. Dari penelitian mereka 40 persen pengemudi wanita berusia 25-34 memakai sepatu hak tinggi dan 47 persen suka memakai sandal jepit. Ini sama bahayanya karena menyulitkan gerak kaki untuk menginjak pedal, pijakan tidak stabil. Begitu pula sandal jepit, apalagi kalau basah, menyimpan air dan jadi licin.
‘Buta’ Mobil
Tahunya pakai aja, tapi enggak mau tahu mengantisipasi problem yang kemungkinan atau sedang terjadi, enggak mau tahu apa yang mesti dicek di kendaraan sebelum perjalanan. Enggak perlu perkara serius seperti jeroan mesin, tapi setidaknya hal-hal mendasar seperti tekanan ban, cara jumper aki, cairan wiper atau cek-cek oli dan cairan-cairan kendaraan. Enggak bakal bikin tangan belepotan oli, tapi meminimalkan kemungkinan masalah di jalan.
Teks: Tim Autochem
Sumber foto : www.youtube.com