TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
13-June-2016

KNOWLEDGE: 5 DOSA ROOKIE RIDERS

Siapa sih yang enggak merasa keren begitu ngegas motor sport. Mindset pun seketika berubah, berasa jadi raja jalanan, menggeber motor bagaikan pembalap di sirkuit. Level adrenalin melejit dan mengalir makin kencang seiring raungan mesin. Ujungnya, enggak jadi keren tapi malah celaka. Naik motor sport, apalagi rookie riders, yang baru naik kelas, enggak cuma butuh skill. Tapi juga kontrol emosi, kemampuan mengontrol rasio kenikmatan berkendara, tertib, serta


Siapa sih yang enggak merasa keren begitu ngegas motor sport. Mindset pun seketika berubah, berasa jadi raja jalanan, menggeber motor bagaikan pembalap di sirkuit. Level adrenalin melejit dan mengalir makin kencang seiring raungan mesin. Ujungnya, enggak jadi keren tapi malah celaka.

Naik motor sport, apalagi rookie riders, yang baru naik kelas, enggak cuma butuh skill. Tapi juga kontrol emosi, kemampuan mengontrol rasio kenikmatan berkendara, tertib, serta menjaga kecepatan sekaligus keselamatan. Salah satu panduannya, jangan lakukan 3 dosa ‘rookie riders’ ini bro...

Mainin Gas

Senang dong, dengerin raungan mesin 250 atau 600 cc anda? Boleh aja, tapi jangan suka main-mainin gas tidak pada tempatnya. Enggak cuma provokatif dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan lain, tapi juga menyebabkan konsumsi BBM makin boros.

Melejit Bak Pembalap

Melejit cepat di tikungan dan usai perhentian lampu merah, seakan-akan di garis start ala Valentino Rossi. Bukannya keren, gerakan ini sangat berbahaya sob! Pada saat perubahan lampu merah ke hijau, kemungkinan masih ada pihak lain dari arah samping menerobos. Akselerasi dengan kalem, pastikan jalur kosong dan aman, baru gas deh.

Enggak Mau Kalah

Merasa udah naik motor performa besar, lantas tidak terima ketika ada motor lain menyalip. Dengan tongkrongan keren dan garang seperti itu, rasanya pantang sampai ada yang lebih kencang. Hoho, bahaya ini sob. Ingat, Anda lagi naik motor di jalan raya bukan di sirkuit.

Salah Handle Kendaraan

Lupa menjaga jari-jari selalu ada di handle rem dan kopling. Ini penting untuk kecepatan reaksi pada saat terjadi hal tak terduga dan harus segera berhenti. Penelitian menunjukkan reaksi tercepat saat muncul bahaya dan mengerem berkisar antara 0,2 sampai 0,4 detik. Kalau lagi lari 120 km/jam, dalam waktu segitu motor sudah melaju sejauh 6,6 sampai 13,3 meter.

Lupa Terus Belajar

Kecelakaan parah biasanya terjadi karena rider sok tahu. Udah merasa mengetahui, melihat dan mengalami banyak hal. Akhirnya merasa nyaman dan yakin enggak bakal salah. Rider yang baik, enggak pernah bosan belajar, menambah skill dan menyadari, bahaya bisa datang dari mana aja, kapan aja selagi melaju di atas motor kerennya.

Teks: Tim Autochem
Sumber foto : yayang125.wordpress.com

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.