TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
09-May-2019

TUJUH LANGKAH PENTING PERSIAPKAN MOBIL UNTUK MUDIK LEBARAN

Ritual mudik akan kembali hadir dalam waktu dekat ini. Tak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan di tujuh sektor penting kendaraan agar perjalanan mudik bisa berlangsung aman dan nyaman.
      Ratusan hingga ribuan kilometer akan menjadi tantangan tersendiri untuk mesin dan perlengkapan pendukung lainnya dalam bekerja. Pasalnya, seluruh komponen ini akan bekerja secara terus menerus dalam waktu yang cukup lama hingga tempat tujuan tercapai. 


    Apa saja komponen yang wajib sobat periksa sebelum ritual mudik berlangsung? Simak berikut ini...
 
1. Sistem Rem
Ini merupakan peranti terpenting dalam berkendara. sebagai komponen pengurang laju kendaraan atau bahasa kerennya deselerasi, tentu menjadi proritas utama dalam keselamatan berkendara.
     Cairan rem atau brake fluid merupakan komponen yang kerap diabaikan. Padahal perannya sangat penting terutama untuk perjalanan jauh. Kondisi deselerasi yang terus menerus saat melaju di jalan menurun dan berkelok, kerap dijumpai dalam perjalanan mudik lebaran. Plus bobot kendaraan yang berada dalam kondisi penuh sehingga beban kerja rem semakin berat.
     Titik didih cairan rem inilah yang kerap diabaikan oleh pemilik kendaraan. Dengan asumsi jumlahnya masih mencukupi, sehinggat tak perlu diganti, meski usia pakainya sudah lama atau lebih dari setahun. Kondisi ini sangatlah berbahaya, mengingat cairan rem yang lama tak diganti akan mengandung air dari proses kondensasi akibat iklim tropis yang memiliki kelembaban tinggi. 
     Kandungan air 3% saja akan menurunkan titik didih hingga lebih dari 100°C. Jika awalnya Prestone DOT4 memiliki titik didih hingga 265°C, adanya kandungan air 3% di dalamnya akan menurun hingga 155°C. 
     Belum lagi dengan ketebalan kampas rem. Pastikan kampas rem masih layak digunakan. begitu pun dengan kondisi permukaan cakram atau tromol. Jika permukaannya sudah tidak rata, sebaiknya diganti atau dapat diratakan kembali dengan cara dibubut - pastikan tidak melampau ketebalan minimum cakram. Plus, tidak ada kebocoran pada sistem rem.

2. Ban
Bentuknya yang bulat, hitam dan tidak menarik ini merupakan satu-satunya komponen mobil yang bersinggungan langsung dengan permukaan jalan. Jika sampai pecah, tentu ancaman keselamatan akan dihadapi. Apalagi dengan hadirnya tol trans Jawa, otomatis kerja ban kian tersiksa lantaran harus melaju di kecepatan tinggi yang cukup konstan. 
     Untuk itu, ban perlu mendapat pemeriksaan agar daya cengkeramnya dan kemampuan meredam permukaan jalan tetap optimal. selain ketebalan kembang (Pattern) ban agar kemampuan di jalan basah tetap optimal, tekanan angin ban wajib mendapat perhatian. 
     Pastikan pengukuran tekanan angin saat ban dalam kondisi dingin dan sesuai dengan rekomendasi produsen mobil. Tak ada salahnya untuk melebihkan 2-3 psi, karena ban akan lebih mudah pecah saat kekurangan tekanan angin ban ketimbang kelebihan. Apalagi jika mobil dalam kondisi penuh.
     Jika ada tambalan ban, sebaiknya posisikan ban tersebut di area belakang. Plus perhatikan tingkat keausan ban, karena hal ini terkoneksi dengan kinerja suspensi dan wheel aligment atau lebih dikenal dengan sebutan spooring. Lakukan proses spooring agar sudut-sudut roda kembali normal berikut dengan balancing. 

3. Engine Cooling System
Kemacetan merupakan momok bagi mobil berusia lawas. Terbatasnya asupan udara segar untuk mendinginkan radiator menjadi kendala utama yang dihadapi mesin saat dikemacetan. 
     Untuk itu, pastikan tidak terjadi kebocoran pada sistem, tutup radiator dan kipas elektrik bekerja normal. Tak kalah penting, adalah penggunaan air radiator. Jangan terlalu terobsesi dengan titik didih tinggi, karena hal ini diakibatkan oleh kandungan glycol yang terlampau banyak di dalamnya. Glycol inilah yang akan menghambat proses transfer panas alias menyimpan panas. 
     Kondisi belt pun patut diperiksa, mengingat tugas ia untuk memutar waterpump dan komponen kelistrikan lainnya. Bahkan di mobil lawas dengan penggerak roda belakang, belt juga berfungsi untuk memutar kipas mesin.  

4. Transmisi 
Tugas utamanya adalah menyalurkan tenaga mesin ke roda. Kondisi kopling menjadi krusial lantaran perannya untuk menyelaraskan putaran mesin dengan gigi transmisi. Pastikan kondisinya prima agar kemampuan di jalan menanjak tetap optimal.
     Begitu pun dengan pelumas transmisi. Gunakan pelumas sesuai spesifikasi dan kebutuhan transmisi, seperti khusus transmisi manual, transmisi otomatis konvensional, CVT atau dual clutch.  

5. Pelumas 
Jarak tempuh ratusan hingga ribuan kilometer, tentu memerlukan pelumas dalam kondisi prima. Tak ada salahnya untuk mengganti pelumas baru agar kian minim friksi dan kualitas pelumas masih dalam kondisi terbaiknya. Sebab salah satu peran pelumas selian untuk melumasi, juga sebagai pendingin mesin dan mengurangi panas mesin jika gesekan minim terjadi. 
     Pastikan tingkat kekentalan oli sesuai dengan rekomendasi pabrikan agar kinerjanya optimal. Apalagi jika sobat menambahkan MASTER Metal Treatment yang tinggal menuangkannya ke dalam lubang oli mesin, gesekan anatar komponen pun kian minim sehingga akan meningkatkan akselerasi dan hemat BBM.  

6. Bahan Bakar
Jika selama ini bahan bakar identik dengan kandungan oktan yang kerap dipermasalahkan pemilik kendaraan, dengan teknologi mesin modern yang menerapkan knocking sensor dan direct injection, tentu kadar oktan tidak lagi berpengaruh sigfikan. 
    Tapi kandungan Sulfur lebih berpotensi membuat masalah dengan menyumbat lubang injektor yang kini dibuat kian kecil agar lolos standar emisi Euro4. Tak ada salahnya untuk sobat menambahkan MASTER Diesel Commonrail atau MASTER Petrol Treatment agar sumbatan pada injektor dapat diminimalkan, plus mampu mengikat kandungan air di dalam tangki bahan bakar.  

7. AC
Peranti pendingin kabin ini penting untuk mendapat perhatian ekstra. pasalnya, kenyamanan berkendara sangat tergantung dari kinerja AC. Kebayang kan sob, jika dikemacetan AC gagal bekerja, tentu emosi pengemudi kian mudah tersulut. belum lagi dengan penumpang lainnya.
     Tak ada salahnya untuk memastikan kinerja AC sebelum perjalanan mudik berlangsung. Filter AC dapat dibersihkan agar aliran udara yang bersirkulasi dapat berlangsung dengan baik. begitu pun dengan jumlah freon. Pastikan tidak ada kebocoran yang dapat menyebabkan freon berkurang sehingga sistem menon-aktifkan kompresor secara otomatis.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.