Setiap kendaraan pasti memiliki rekomendasi penggunaan pelumas yang tercantum dalam Manual Book. Salah pilih pelumas, otomatis akan menjadi salah satu penyebab oli mesin berkurang.
Celah antar komponen bergerak dan perkembangan teknologi mesin membuat pelumas mesin pun turut disesuaikan. Tak heran jika kualitas pelumas terus mengalami perbaikan dari masa ke masa mengikuti perkembangan zaman. Artinya, jika konsumen salah pilih, bukan tidak mungkin volume oli akan berkurang sehingga fungsi pelumasan akan menurun drastis.
Jika menilik dari kualitas material mesin zaman old alias mesin lawas, notabene celah antar komponen masih cukup besar sehingga oli mesin perlu menggunakan jenis yang lebih kental. Tak heran SAE 20W-50 merupakan pilihan tepat untuk jenis mesin seperti ini.
Sedangkan mesin modern, pemilihan material yang sudah diperhitungkan dengan matang terhadap tingkat pemuaian yang begitu minim, membuat celah antar komponen menjadi lebih rapat sehingga mulai memerlukan oli mesin yang ‘encer’.
Mobil-mobil produksi tahun 2000-an, mulai menggunakan pelumas dengan SAE 10W-40, lalu meningkat menjadi SAE 10W-30 di tahun 2007-an dan kini sudah mulai menggunakan SAE 0W-20.
Belum lagi dengan tingkat keausan mesin akibat pemakaian kendaraan. Tentu angka tingkat kekentalan pun perlu ditingkatkan satu level dari rekomendasi pabrikan. Semisal, mesin yang direkomendasikan menggunakan SAE 0W-20, setelah pengggunaan 50.000 atau 100.000 km, dapat menggunakan SAE 5W-30.
Tapi hal negative akan terjadi jika sebaliknya. Jika mesin memerlukan pelumas dengan tingkat kekentalan 10W-40 kemudia diganti dengan SAE 5W-30 atau lebih ekstrim SAE 0W-20, otomatis pelumas akan turut terbakar sehingga jumlahnya akan berkurang.
Memang menggunakan pelumas yang lebih ‘encer’ akan meningkatkan performa mesin, akibat kinerja pompa oli kian ringan, namun jumlah pelumas yang lolos masuk ke ruang bakar akan semakin banyak, terutama saat kondisi mesin dingin, dimana pemuaian komponen belum berada di titik maksimal.
Belum lagi dengan penggunaan Catalytic Converter agar emisi gas buang dapat mengikuti standar EURO 2 dan EURO 4. Beberapa aditif yang merupakan kandungan di dalam pelumas seperti Zinc kian diminimalkan sehingga terciptalah API Service SN dan SM yang saat ini beredar dipasaran.
So… Jangan salah pilih oli mesin lagi ya Sob…