TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
13-July-2022

DETEKSI KONDISI MESIN VIA BUSI

Peran busi di dalam mesin adalah sebagai pemantik agar campuran bensin dengan udara dapat terbakar. Jika campurannya ideal, maka busi akan memiliki warna kecoklatan atau merah bata pada electrode.

Namun jika campuran tidak seimbang atau bahkan ada kebocoran pelumas mesin yang masuk ke dalam ruang bakar, tentu warnanya akan berubah.

Pada dasarnya, mesin dengan teknologi injeksi modern telah memiliki sensor di knalpot yang mampu menjaga agar komposisi campuran bahan bakar dengan udara akan selalu ideal. Sistem ini disebut close loop alias sistem tertutup. Jika sensor oksigen di knalpot mendeteksi kandungan oksigennya terlampau banyak (lean) maka ECU akan memerintahkan untuk menambah debit bahan bakar via injektor. Begitu pun sebaliknya.

Nah jika warna electrode busi berwarna putih, artinya campuran bensin terlalu kurus (Lean). Biasanya hal ini disebabkan oleh injektor yang tersumbat oleh kandungan Sulfur dari bahan bakar sehingga suplai bensin terganggu, meski ECU sudah memerintahkan untuk menambah debit bensin berdasarkan sensor oksigen di knalpot. 

Sedangkan jika berwarna hitam, maka campuran bensin yang terlampau banyak alias rich. Untuk itu, periksa sensor oksigen di knalpot dan pastikan kondisi baik.

Begitu pun saat terjadi kebocoran pelumas. Kebocoran ini bisa berasal dari kebocoran sil klep, dinding silinder yang mulai baret hingga rusaknya ring piston. Jika kondisi ini yang terjadi, maka electrode busi akan berwarna hitam namun meninggalkan kerak atau sedikit basah oleh oli. 

Paling berbahaya adalah kondisi retak pada keramik center electrode busi. Biasanya hal ini disebabkan oleh kondisi detonasi (knocking) akibat salah memilih tingkat dingin busi atau menggunakan bensin berkualitas rendah.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2022. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh Undang-undang.