Jas hujan ponco adalah salah satu jenis jas hujan yang penggunaannya sangat praktis. Cukup membuka jas, memasukkan kepala pada tudung, serta mengancingkan kanan dan kiri, maka Anda bisa langsung berkendara saat hujan turun.
Jas hujan jenis ini lebih praktis daripada jas hujan model setelan 2 pieces berupa celana dan atasan. Anda harus memakainya satu persatu, bahkan terkadang harus melepas alas kaki jika sulit. Apalagi jika membawa tas ransel yang sulit digendong karena tidak muat ketika jas hujan dipakai.
Meskipun praktis dan harganya murah, namun penggunaan jas hujan ponco tidak direkomendasikan bagi pengendara sepeda motor. Berikut daftar masalah kalau memaksakan menggunakannya.
1. Penggunaan jas hujan ponco berisiko tersangkut pada rantai maupun roda motor. Sangat berbahaya bagi keselamatan Anda karena akan terjungkal dan jatuh.
2. Bentuknya yang lebar berisiko mengganggu keseimbangan saat berkendara. Jika tidak seimbang, bisa berakibat oleng dan membahayakan diri dan orang lain.
3. Jas hujan jenis ini juga membatasi ruang gerak rider. Alhasil, gerakan tubuh Anda menjadi kurang fleksibel dan dapat mengganggu jika membutuhkan gerakan yang cepat.
4. Dalam beberapa kasus, penggunaan ponco seringkali menutupi lampu depan maupun belakang. Hal ini dapat membahayakan pengguna jalan lain karena tidak dapat mengetahui manuver motor Anda.
5. Bentuknya yang one piece dengan bagian samping relatif terbuka membuatnya kurang bisa melindungi sisi kiri dan kanan tubuh dari air hujan maupun cipratan air.
6. Saat hujan sangat deras, jas hujan model ini kurang efektif menangkal air hujan ketimbang model atasan dan bawahan. Alhasil malah akan membuat badan Anda basah kuyup.
Di pasaran, terdapat dua jenis jas hujan ponco, yaitu jenis single dan tandem. Jas ponco single hanya memiliki 1 lubang kepala, sedangkan model tandem memiliki 2 lubang kepala untuk pengendara dan penumpang. Tidak disarankan memakai model tandem karena repot dan semakin membatasi gerakan pengendara.
Karena penggunaan ponco memiliki risiko cukup tinggi saat digunakan, maka jas hujan ini tidak direkomendasikan untuk dipakai. Meskipun lebih mahal dan kurang praktis, jas hujan model setelan masih lebih nyaman dan aman.
Gunakan Cairan Motor Berkualitas
Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli mesin motor, dan oli gardan selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan motor dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa motor akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan tahan lama di musim hujan.
Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi setiap hari, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Selain itu, gunakan oli mesin tangguh dengan SAE 20W-40 yang tidak mudah berkurang dalam kondisi ekstrem dan memiliki kemampuan melindungi yang lebih baik karena efektif melumasi gesekan antar komponen mesin motor.