Anda harus memberikan perhatian ekstra terhadap kebersihan bodi mobil di musim hujan. Eksterior merupakan bagian yang berinteraksi langsung dengan kondisi cuaca. Permukaan cat lebih cepat kusam, kotor dan pudar penampilannya kalau tidak dibersihkan.
Namun demikian, Anda tidak boleh mencuci mobil tanpa memperhatikan beberapa kesalahan yang malah akan merusak kilau cat kendaraan. Lantas kesalahan apa yang harus dihindari agar mencuci mobil tidak sampai merusak cat?
1. Mencuci Mobil di Bawah Terik Matahari
Pastikan saat mencuci mobil, suhu lingkungan tidak terlalu tinggi dan stabil pada semua sisi kendaraan. Suhu terlalu tinggi akan merusak permukaan cat. Kalau permukaan bodi mobil masih terlalu panas, diamkan sesaat untuk menurunkan suhunya.
Jangan mencuci langsung di bawah terik matahari karena bagian yang terpapar langsung lebih cepat kering dibandingkan bagian lainnya. Mengingat air hujan mengandung asam, mineral, dan kotoran, dapat meninggalkan noda air atau jamur air atau water spot.
2. Mesin Panas Tetap Mencuci Mobil
Bagian yang paling panas dari sebuah mobil adalah area kap mesin dan sekitarnya. Tunggu beberapa saat sekitar 30 menit setelah mobil dipakai untuk memulai proses mencuci. Jika kerap melakukan pencucian saat kap mesin masih panas, bagian tersebut akan lebih cepat kusam dan berisiko kena water spot.
3. Menggunakan Sabun Detergen
Gunakan shampoo khusus perawatan mobil. Sabun pencuci piring memang bisa membersihkan dan praktis karena tinggal ambil di dapur, tetapi formulanya bersifat abrasif pada lapisan cat kendaraan yang membuat mobil cepat tampak kusam.
4. Urutan Mencuci Kurang Tepat
Usahakan mencuci mobil mulai dari bagian kolong karena bagian ini lebih kotor dan sulit dibersihkan. Kemudian baru dilanjutkan dengan bagian atas mulai dari atap mobil. Air akan mendorong kotoran ke bawah dan mengurangi risiko baret karena lebih mudah dibersihkan.
5. Proses Pengeringan Salah
Gunakan kain lap yang tepat agar bodi mobil terhindari dari goresan halus atau swirl mark. Anda bisa memakai chamois untuk menyeka permukaan yang masih basah, sementara mikrofiber sebagai finishing hingga sepenuhnya kering.
6. Membersihkan Kolong Pakai Sikat Kawat
Perhatikan juga saat menyikat bagian kolong atau kaki-kaki yang banyak terdapat noda lumpur. Sikat kawat memang mudah membersihkannya, tapi lapisan anti karat juga bisa tergerus. Begitu juga kalau dipakai di pelek, permukaan pelek akan baret.
7. Malas Memeriksa Celah di Bodi Mobil
Jangan lupa untuk memastikan berbagai sudut dan celah sudah dilap agar mobil kering sempurna. Seperti celah pada kap mesin, pintu, dan tutup pengisian bensin. Selain kotor, sisa mencuci pada celah pintu yang tidak kering bisa meninggalkan bau tidak sedap.
8. Mencuci Mobil di Malam Hari
Tidak hanya di bawah terik matahari, mencuci mobil di malam hari yang lembap membuat proses pengeringan berjalan lambat. Selain risiko jamur dan bau, karat bisa tumbuh di bagian yang rentan seperti kolong dan bodi mobil yang luka. Termasuk ada bagian yang terlewatkan karena daya pandang terbatas.
Gunakan Brock Wash n Wax
Shampo mobil Brock Wash N Wax hadir dengan formula khusus yang efektif dan mudah digunakan supaya mobil resik dan kinclong. Rutin mencuci mobil dengan sabun ini dapat membantu memperpanjang umur cat kendaraan dengan menghilangkan kotoran dan zat-zat berbahaya yang dapat menyebabkan korosi dan oksidasi.