Pemahaman pengendara yang kurang konsentrasi ketika melintasi persimpangan jalan menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan. Penting bagi Anda untuk tetap awas dan mengikuti rambu-rambu yang ada mengingat banyak pengemudi yang abai dengan aturan di persimpangan jalan.
Selain menjaga fokus, penting bagi pengemudi untuk menjaga kecepatan yang aman agar terhindar dari berbagai potensi kecelakaan, seperti menabrak kendaraan lain yang melaju dari arah berlawanan. Aturan ini berlaku untuk pengendara mobil dan sepeda motor tanpa kecuali.
Ada 2 kondisi berkendara di persimpangan jalan. Pertama adalah persimpangan jalan, baik pertigaan atau perempatan, tanpa lampu merah. Kedua adalah persimpangan jalan dengan Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL). Berikut tips yang bisa Anda lakukan supaya terhindar dari kecelakaan dan tertib di jalan.
Berkendara di Persimpangan Jalan Tanpa Lampu Merah
1. Patuhi Aturan Lalu Lintas
Di setiap persimpangan jalan pasti ada rambu dan marka jalan untuk mengatur ketertiban penggunanya dan mencegah kecelakaan. Patuhi aturan di persimpangan jalan supaya Anda dapat melewatinya dengan aman dan nyaman.
Hindari kegiatan yang mengalihkan perhatian seperti bermain ponsel. Selain itu bagi pengendara sepeda motor, wajib tunggu kondisi aman dan jangan main serobot karena kans kecelakaan biasanya besar. Dahulukan kendaraan yang berada di jalur utama.
2. Dahulukan Pemakai Jalan Utama
Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), Pasal 113 mengatur cara dan etika berkendara ketika di persimpangan dengan jelas. Contoh, ketika Anda ingin keluar dari jalan yang lebih kecil daripada jalan utama dan berada di persimpangan yang tidak ada alat pemberi isyarat lalu lintas.
Anda wajib mengutamakan pengguna jalan lain yang sudah lebih dahulu ada di jalan utama. Pengguna jalan utama tidak memiliki kewajiban untuk mengurangi kecepatan jika bertemu persimpangan dengan jalan yang lebih kecil kecuali ada rambu yang mewajibkan.
3. Nyalakan Lampu Sein
Nyalakan lamu sein sebelum mendekati persimpangan jalan kalau Anda mau masuk jalan utama, baik ke arah kiri maupun kanan. Kalau hanya ingin memotong jalan utama tidak perlu menyalakan lampu sein atau lampu hazard agar tidak membuat bingung pengguna jalan lainnya.
4. Wajib Kurangi Kecepatan dan Berhenti
Untuk Anda yang berasal dari jalan lebih kecil, kurangi kecepatan saat menemui persimpangan jalan. Berhentilah sebelum memasuki persimpangan jalan dan tengok ke arah kanan terlebih dahulu sebagai jalan utama yang paling dekat dengan Anda.
Setelah itu, Anda bisa melihat ke arah kiri untuk memastikan jalan dalam kondisi aman. Pastikan untuk menengok kembali ke kanan sebelum Anda melajukan mobil atau sepeda motor untuk masuk ke jalan utama. Etika ini yang sering luput dari riders sehingga memicu kecelakaan.
5. Masuk Jalan Utama Jika Aman
Jangan buru-buru dan memaksakan diri untuk masuk ke jalan utama jika tidak memungkinkan karena prioritas ada di jalan utama. Kalau sudah aman, Anda bisa masuk ke jalan utama secara perlahan dan tambah kecepatan kendaraan sesuai kondisi jalan untuk mengimbangi laju kendaran lain.
Anda harus tetap waspada meski kondisi terbilang aman untuk mengurangi risiko masalah jika ada kendaran lain nyelonong di jalan utama. Khususnya dari pengendara sepeda motor yang tidak sabaran dan tidak peduli aturan berlalu lintas.
Mengemudi di Persimpangan Jalan dengan Lampu Merah
Mengemudi di persimpangan dengan Alat Pengatur Isyarat Lalu Lintas (APILL) atau akrab disebut lampu merah jelas lebih mudah. Anda tinggal mematuhi isyarat sesuai warna lampu yang menyala sehingga tercipta ketertiban dan mengurangi risiko celaka akibat ada yang menyerobot jalan.
Anda harus tetap waspada pada kondisi sekitar meskipun lampu hijau menyala karena masih banyak pengguna jalan yang menyerobot sehingga membahayakan kendaraan lainnya. Kurangi kecepatan sembari menengok ke kiri dan kanan meskipun posisi Anda benar, terutama saat kecepatan cukup tinggi.
Jangan memaksakan melaju ketika lampu kuning menyala, apalagi kalau posisi Anda masih cukup jauh dari persimpangan. Kurangi kecepatan dengan melepas pedal gas sambil perlahan menekan pedal rem. Tetap waspada dengan menengok spion tengah untuk mengantisipasi pengguna jalan di belakang yang tetap memaksakan untuk melaju.
Khusus pengendara sepeda motor, Anda wajib lebih hati-hati karena ada potensi blind spot pengendara lain dari lajur kiri atau kanan yang pandangannya terhalang kendaraan di sisi Anda. Termasuk tidak buru-buru masuk karena tidak sabaran.
Gunakan Cairan Mobil dan Sepeda Motor Produk PRESTONE dan MASTER
Banyak komponen kendaraan tergantung kepada kualitas fluida supaya dapat bekerja optimal di segala kondisi jalan, termasuk di persimpangan jalan. Kendaraan membutuhkan cairan pendingin yang andal supaya mesin tidak overheat dan cairan rem yang berkualitas supaya rem tidak blong di kondisi berat.
Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, cairan radiator, oli matic, oli gardan, dan oli transmisi selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan kendaraan dengan produk Autochem Industry seperti PRESTONE dan MASTER secara rutin supaya kualitasnya terjaga dan irit bahan bakar.