TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
13-February-2025

SEBAB REM GAGAL BEKERJA DAN CARA MENCEGAHNYA, WASPADA REM MOBIL BLONG PICU KECELAKAAN

Viral di social media, terjadi kecelakaan di gerbang tol yang merenggut korban jiwa. Informasinya, kecelakaan tersebut akibat rem mobil blong. Padahal, berkendara di jalan raya ada beberapa risiko salah satunya kecelakaan. 

Salah satu penyebab kecelakaan kendaraan yakni tidak berfungsinya rem mobil atau biasa disebut rem blong. Penyebab rem blong paling umum adalah pada permasalahan cairan rem, seperti sudah habis pakai atau kedaluwarsa. 

Selain itu, udara pada sirkulasi minyak rem juga bisa jadi penyebab karena oksidasi dan menghasilkan uap air yang akan menguap saat panas. Sehingga, tekanan cairan rem menurun. Penyebab rem blong bisa juga karena selang getas dan tidak elastis lagi, kampas rem aus, kaliper rem membeku, dan piston rem atau seal piston master silinder rusak.

Lantas, bagaimana cara cegah rem mobil blong?

1. Jangan Menginjak Rem Dalam Jangka yang Panjang

Menginjak rem pada jangka yang panjang akan mengakibatkan rem gagal beroperasi karena panas yang dihasilkan oleh gaya gesek akan menyalur ke kaliper rem dan membuat rem gagal beroperasi.

2. Jangan Memaksa Pakai Rem di Turunan Tajam

Pada saat melewati turunan tajam, disarankan untuk menggunakan pengereman mesin atau engine brake. Hal tersebut akan mengurangi kerja berat dari rem sehingga risiko rem blong dapat berkurang karena penggunaannya yang dipaksakan. 

3. Periksa Level Cairan Rem

Periksa level cairan rem di dalam tabung penyimpanan minimal sebulan sekali atau bersamaan dengan memeriksa tekanan ban mobil. Tambah jika kurang dengan minyak rem yang sesuai rekomendasi pabrikan.

Periksa sekitar tabung minyak rem akan potensi kebocoran, terutama sekitar sambungan selang. Jika frekuensi isi ulang minyak rem sudah mulai sering, jangan sungkan untuk segera memeriksanya ke bengkel resmi atau langganan.

4. Kuras Minyak Rem

Formula kimia dalam minyak rem juga ada masa pakainya. Kalau dipaksakan tidak diganti, kemampuannya dalam bekerja dan melepas panas jadi melemah. Akibatnya, tekanannya hilang dan rem mobil blong. Sebaiknya kuras dan ganti cairan rem setiap 40.000 km atau 2 tahun sekali untuk menjaga kualitasnya.

5. Bersihkan Tabung Cairan Rem

Meski tutup tabung selalu ditutup rapat, tetap ada potensi uap air masuk dan membuat minyak rem ‘masuk angin’. Jika diabaikan, masuk angin bisa membuat rem blong karena rem kehilangan tekanan.

Selain itu, di dasar tabung dapat timbul endapan lumpur bahkan lumut kalau kondisinya tidak diawasi. Bersihkan tabung minyak rem bersamaan dengan ganti cairan rem. Jangan lupa membuang angin yang terperangkap di sistem rem saat proses pembersihan telah selesai.

6. Jaga Kondisi Selang dan Pipa Rem

Pastikan pula selang dan pipa minyak rem dicek ulang, termasuk klem sambungan. Jangan lupa cek pipa, selang dan sambungan yang menempel di booster rem. Ganti selang jika sudah getas dan ganti pipa bila ada risiko karat.

7. Cek Kondisi Kampas Rem

Kalau sudah tidak layak, kampas rem akan kesulitan menggigit piringan cakram atau teromol. Bahkan di kondisi tertentu kampas rem bisa kehilangan koefisien gesek karena kepanasan (overheat) dan ini merupakan salah satu sumber utama rem blong. Segera ganti kampas rem dengan parts orisinal.

Sekaligus, periksa kondisi piringan cakram atau teromol rem. Karena bisa saja bagian ini rusak seperti permukaan cakram bergelombang sehingga rem mengalami gagal fungsi dalam kondisi kerja berat.

8. Periksa Piston pada Sistem Rem

Fungsi piston pada rem mobil adalah untuk menggerakkan kaliper penjepit kampas rem ke piringan rem. Jika terjadi kemacetan pada piston, maka kaliper tidak dapat digerakkan. Hal ini berbahaya karena rem dapat mengunci seketika. 

Piston macet dapat diakibatkan oleh karat sekitar piston rem atau kerusakan di bagian karet–karet piston. Poin nomor 4, 5, dan 6 sulit untuk dilakukan sendiri karena berada di kolong mobil. Solusi paling mudah dan aman adalah melakukan servis berkala di bengkel resmi atau langganan.

9. Setel Ketinggian Rem Tangan

Rem tangan bisa berfungsi sebagai rem darurat ketika rem utama blong lantaran tidak mengandalkan sistem yang sama dengan rem mobil. Masalahnya, posisi rem tangan yang terlalu rendah dapat mengakibatkan kemacetan di sistem rem mobil. 

Pada umumnya, ketinggian rem tangan hanya diperbolehkan  5 hingga 8 klik. Semakin rendah posisinya, maka jarak kampas rem dengan piringan atau teromol rem menjadi terlalu dekat yang dapat mengakibatkan sistem rem mobil macet.

10. Servis Rem di Bengkel Resmi atau Langganan

Langkah paling mudah dan efektif untuk mencegah rem mobil blong adalah servis berkala di bengkel resmi atau langganan karena teknisi akan mengecek kondisi sistem rem. Tanyakan kepada teknisi yang bertugas kalau dirasa ada yang tidak beres dengan rem mobil.

11. Gunakan Cairan Rem Berkualitas

Prestone adalah cairan rem yang melebihi spesifikasi sehingga memberikan kinerja luar biasa dalam sistem pengereman suhu tinggi. Risiko cairan rem cepat mendidih akan menghasilkan uap air atau vapor lock dapat dikurangi.

Formulanya juga tahan lebih lama dan memberikan margin keselamatan yang lebih tinggi karena formula sintetis suhu tinggi. Prestone memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem pengereman dan cocok untuk rem cakram, tromol, dan ABS.

Anda bisa menggunakan cairan rem Prestone yang memiliki pilihan tipe DOT 3 dan DOT 4. Silakan beli via market place Autochem Industry di Tokopedia dan Shopee beserta program promo yang bisa dimanfaatkan.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.