Anda wajib memperhatikan beberapa hal yang menjadi sumber masalah ketika mengemudi mobil di musim hujan. Yang paling klasik adalah banjir. Kendala lain terkait kondisi kendaraan seperti ban dan rem yang mulai aus. Berikut daftar masalah yang harus diperhatikan waktu berkendara di musim hujan:
1. Visibilitas Berkurang
Hujan lebat membuat daya pandang pengemudi turun drastis. Alhasil, Anda akan kesulitan memantau lingkungan sekitar mobil sehingga ada peluang masalah karena terlambat merespons situasi darurat. Ditambah, kaca berembun atau wiper rusak yang memperburuk keadaan.
Solusi:
- Pengemudi harus dalam kondisi fit saat mengemudi mobil agar fokus dan respons tubuh tetap optimal
- Cek kondisi wiper depan dan belakang, segera ganti jika sudah rusak, pastikan pula tabung air wiper tidak kosong.
2. Aquaplaning
Aquaplaning mengakibatkan telapak ban mengambang atau traksinya lepas dari permukaan jalan akibat tidak mampu membuang air yang tergenang. Meskipun hanya sesaat, pengendara bisa kehilangan kendali dan mobil akan tergelincir yang memicu kecelakaan.
Solusi:
- Kurangi kecepatan mobil sekitar 20% atau 20 km/jam
- Ketebalan telapak ban harus lebih dari batas Tire Wear Indicator (TWI), tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan mobil, dan tidak ada kerusakan fisik.
3. Genangan Air
Sistem drainase yang kurang baik akan menciptakan genangan air. Sedikit saja tercipta lapisan air, ban dapat kehilangan daya cengkeram, khususnya jika telapak ban sudah aus. Selain itu, genangan air menyembunyikan lubang jalan yang berbahaya kalau ditabrak dengan kecepatan tinggi.
Solusi:
- Fokus dan waspada, tidak mengalihkan perhatian seperti bermain ponsel
- Jangan asal melewati genangan air meskipun terlihat dangkal dan tenang karena ada potensi lubang atau lebih dalam dari perkiraan.
4. Banjir
Berbeda dengan genangan air, banjir lebih berbahaya karena biasanya berasal dari luapan selokan atau sungai dengan arus yang cukup deras. Makin dalam banjir juga dapat memicu masalah baru seperti water hammer atau mobil terseret arus sungai yang kuat.
Solusi:
- Perhatikan kedalaman banjir, jika lebih dari setengah tinggi ban sebaiknya cari jalan lain
- Cek apakah arusnya kuat yang berpotensi menyeret mobil, paling mudah perhatikan kendaraan lain yang sedang melaluinya.
5. Bencana Alam
Faktor ini juga akan membuat Anda kesulitan saat mengemudi di musim hujan. Di luar banjir, angin kencang dapat memicu pohon atau papan reklame tumbang. Termasuk risiko masalah lain seperti tanah longsor yang dapat menutup jalan, bahkan ada kasus sampai menimpa mobil.
Solusi:
- Cek update situasi cuaca terkini dari siaran radio atau social media
- Kurangi kecepatan jika melewati area rawan bencana seperti rute pegunungan atau terdeteksi angin kencang
6. Risiko Tumbuh Jamur Bodi dan Karat
Air hujan memiliki kandungan mineral yang tinggi, sehingga punya sifat korosif yang dapat mengikis lapisan cat mobil. Ditambah, tingkat keasaman hujan di daerah perkotaan juga tergolong tinggi. Sisa hujan yang kering sendiri di bodi dan kaca mobil turut memicu munculnya jamur kaca atau bodi (water spot).
Solusi:
- Segera cuci mobil begitu sampai di rumah setelah kehujanan seharian, jangan tunggu sampai kering yang akan memicu water spot dan karat
- Lakukan pelapisan ulang anti karat di bengkel resmi atau langganan terdekat
7. Kondisi Mobil Kurang Optimal
Hujan membuat performa berbagai komponen penting mobil berkurang. Seperti ban yang lebih sulit memperoleh grip. Atau pengereman yang butuh jarak lebih jauh untuk mengurangi kecepatan.
Solusi:
Selagi belum ada masalah, Anda bisa membawa mobil ke bengkel resmi atau langganan untuk servis berkala. Dengan begitu, semua komponen mobil penting di atas dapat terpantau kondisinya dan dipastikan sanggup bekerja dengan baik di musim hujan.