Sistem pengereman menjadi salah satu komponen krusial yang wajib diperiksa sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama saat mudik. Rem yang bermasalah dapat meningkatkan risiko kecelakaan, apalagi ketika menghadapi kondisi jalan menurun atau lalu lintas padat.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan rem mobil mulai bermasalah dan perlu segera diperiksa di bengkel resmi atau langganan. Seperti kalau pedal rem terasa lebih dalam atau lebih keras dari biasanya. Berikut beberapa tanda rem mobil bermasalah yang harus dicek sebelum mudik Lebaran:
1. Terdengar Suara Mendecit
Ketika menginjak pedal rem dan timbul suara berdecit, itu merupakan salah satu gejala kampas rem atau brake pad yang sudah tipis bahkan habis. Kampas rem yang telah habis bisa menyebabkan rem tidak bekerja maksimal bahkan gagal berfungsi kalau diabaikan.
2. Cairan Rem Berkurang
Penyebab berkurangnya volume cairan rem di antaranya adalah kebocoran pada selang maupun seal yang sudah termakan usia. Berkurangnya cairan rem juga menjadi salah satu tanda bahwa kampas rem sudah menipis karena piston pada kaliper rem bergerak lebih jauh.
3. Lampu Indikator Rem Menyala
Merupakan salah satu masalah umum yang menunjukkan bahwa rem perlu servis berkala dan peringatan masalah. Setidaknya ada dua indikator rem di panel instrumen, yaitu untuk ABS (Anti-lock Brake System) dan level cairan minyak rem. Segera lakukan pemeriksaan jika ada yang menyala.
4. Mobil Tertarik ke Satu Sisi Saat Pengereman
Kondisinya, ketika pedal rem ditekan, mobil seperti membuang ke arah kiri atau kanan. Bisa Anda rasakan dari setir lantaran harus menahan agar mobil tidak ikut belok. Kemungkinan ini terjadi karena saluran distribusi tekanan minyak rem tidak beres dan bocornya salah satu silinder piston rem.
5. Pedal Rem Terasa Keras
Pedal yang terasa keras menjadi tanda rem mobil bermasalah dan akan memicu rem blong. Terjadi lantaran tersumbatnya saluran fluida, pecahnya selang vacum, silinder roda macet atau kampas rem terkena oli sehingga macet.
6. Rem Bergetar
Umumnya terjadi karena kondisi sepatu rem yang mengeras atau rem terkena oli. Rem bergetar juga bisa berasal dari piringan cakram atau teromol rem tidak rata yang akan melemahkan kinerja rem sehingga kehilangan daya di kondisi kerja yang berat.
7. Injakan Pedal Rem Tambah Dalam dan Ringan
Kondisi ini menandakan bahwa cairan rem sudah berkurang bahkan habis. Jika cairan rem habis, maka injakan pedal rem akan terasa ringan bahkan hilang karena tidak mampu meneruskan daya untuk menekan kampas rem. Angin pada sistem rem juga menjadi sebab pedal rem terasa ringan.
8. Jarak Pengereman Bertambah
Biasanya Anda bisa memperkirakan jarak pengereman mobil yang dipakai sehari-hari. Makanya, saat terasa jarak pengereman bertambah padahal kondisi jalan baik-baik saja, segera lakukan pengecekan sistem rem mobil.
Sebelum semua tanda-tanda tersebut timbul, selalu jalankan servis berkala di bengkel resmi atau langganan. Seluruh komponen rem mobil akan diperiksa secara seksama untuk memastikan tidak ada masalah dan siap beroperasi di berbagai kondisi berkendara.
Gunakan Prestone Brake Fluid Untuk Performa Rem Terbaik
Prestone adalah cairan rem yang memberikan kinerja optimal dalam sistem pengereman mobil listrik. Formula khusus membuat gejala vapor lock dapat dicegah saat rem bekerja keras dan titik didihnya tidak mudah turun akibat oksidasi, guna mencegah rem gagal berfungsi.
Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, Prestone Brake Fluid sanggup menjaga kadar air dalam batas aman. Sebelum dipasarkan, cairan rem ini telah melewati tahapan quality control, di antaranya adalah pengujian kadar air di laboratorium milik PT Autochem Industry (AI).
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
Cairan rem Prestone telah diproduksi dengan standar kualitas tinggi dan melalui quality control check di beberapa tahap produksi. PT AI juga menggunakan alat laboratorium yang merupakan gold standard di dunia international seperti alat Karl Fischer untuk mengukur kadar air.
Alat ini tentunya lebih akurat daripada alat-alat yang ada di lapangan seperti test pen yang mengukur konduktivitas saja dan dikorelasikan dengan kadar air. Padahal banyak hal lain seperti aditif yang bisa mengubah konduktivitas di dalam cairan rem selain kadar air.
Cairan rem Prestone bahkan masih memenuhi standar kualitas SNI untuk kadar air di bawah 0,3% setelah disimpan selama setahun dan dites kembali. Dengan begitu, PT AI bisa pastikan pelanggan tidak akan kecewa menggunakan produk Prestone dan keamanan berkendara di jalan akan terjaga.