Kondisi ekonomi global mendorong masyarakat untuk semakin berhemat dalam penggunaan bahan bakar. Salah satu langkah yang kerap dilakukan pengendara adalah mematikan AC mobil dengan harapan dapat menekan konsumsi bensin.
Namun, anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya tepat. Di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil, efisiensi bahan bakar menjadi perhatian utama, terutama bagi pemilik kendaraan pribadi yang ingin mengurangi biaya operasional.
Banyak pengemudi rela mengorbankan kenyamanan selama perjalanan demi menghemat BBM, termasuk dengan mematikan pendingin udara kabin. Padahal, kontribusi AC terhadap konsumsi bahan bakar sebenarnya relatif kecil.
AC Mobil Mengambil Tenaga dari Mesin
Secara teknis, sistem AC memang mengambil tenaga dari mesin lewat putaran puli penghubung kompresor AC. Namun, beban tenaga yang dihasilkan tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang.
Dalam kondisi normal, penggunaan AC hanya memberikan tambahan beban ringan, sehingga pengaruhnya terhadap konsumsi BBM masih dalam batas wajar. Sebaliknya, konsumsi bahan bakar lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kondisi lalu lintas, pola berkendara, hingga beban kendaraan.
Situasi seperti kemacetan panjang, justru menjadi penyebab utama meningkatnya konsumsi BBM. Saat mobil terjebak dalam kondisi stop and go, mesin harus bekerja lebih keras karena terus melakukan akselerasi dan pengereman berulang.
Hal ini membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros dibandingkan saat mobil melaju stabil di jalan bebas hambatan. Selain itu, beban kendaraan juga turut berpengaruh signifikan.
Mobil yang diisi penuh penumpang dan barang akan membutuhkan tenaga lebih besar untuk bergerak, sehingga konsumsi BBM meningkat. Kondisi ini sering terjadi saat perjalanan jarak jauh, ketika kapasitas kendaraan dimaksimalkan.
Mematikan AC Mobil Bukan Solusi Menghemat Bensin
Dengan demikian, mematikan AC bukanlah solusi utama untuk menghemat bahan bakar. Justru, kenyamanan berkendara menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Kabin yang sejuk membantu pengemudi tetap fokus dan mengurangi kelelahan, terutama dalam perjalanan panjang. Memaksakan mematikan AC malah membuat perjalanan terasa kurang nyaman. Dan jangan salah, situasi berkendara yang panas mudah memicu emosi.
Para pengendara disarankan untuk lebih memperhatikan kondisi kendaraan secara keseluruhan. Pastikan sistem AC dalam keadaan baik dan digunakan secara wajar. Pastikan pula mesin dalam kondisi prima dengan servis berkala di bengkel resmi atau langganan.
Selain itu, menjaga kecepatan stabil, menghindari akselerasi mendadak, serta mengatur beban kendaraan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap efisiensi bahan bakar. Selain tentunya menjaga keamanan berkendara semua orang.
Pemahaman yang tepat mengenai faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi bahan bakar menjadi hal penting. Dengan begitu, pengendara dapat mengambil langkah yang lebih efektif tanpa harus mengorbankan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
1. Pastikan Kabin Mobil Bersih
AC mobil biasanya mengisap udara dari bawah dasbor sisi penumpang. Kalau kabin kotor, maka kotoran akan masuk ke dalam sirkulasi AC. Itulah salah satu alasan Anda wajib menjaga kebersihan kabin supaya debu tidak terbawa menuju ke evaporator.
Karpet mobil khususnya bagian depan wajib segera dibersihkan. Termasuk pula sela-sela dek yang menjadi tempat kotoran bersembunyi. Gunakan vacum cleaner supaya dapat menjangkau celah yang sulit, sekaligus bersihkan bagian lain seperti panel pintu, dasbor, bangku, dan bagasi mobil.
2. Cek dan Bersihkan Filter Kabin
Filter kabin atau filter AC merupakan garda terdepan yang menyaring kotoran supaya tidak terbawa ke evaporator. Filter kabin yang kotor akan menghambat aliran udara dan membawa debu yang akhirnya menempel di permukaan evaporator.
Kotoran dapat membuat AC mobil tidak dingin dan memicu penyakit pernapasan akibat udara AC yang kotor. Evaporator yang lembap dan kotor akan mempercepat proses korosi dan timbulnya bibit penyakit khususnya penyakit infeksi saluran pernapasan atas.
Hindari membersihkan filter kabin dengan udara bertekanan karena akan merusak ekemen filter. Kalau sudah kotor, sebaiknya diganti baru di bengkel resmi atau spesialis AC. Namun jika belum kotor, Anda bisa menggantinya secara rutin sesuai jadwal servis berkala.
3. Waspada Gangguan pada Evaporator AC
Masalah laten evaporator adalah sirip-sirip evaporator kotor lantaran tidak tersaring dengan baik oleh filter kabin. Ketika sirip-sirip evaporator kotor, maka aliran udara akan terganggu sehingga sistem pendingin menjadi tidak optimal. Kotoran pada sirip evaporator juga dapat menyebabkan udara menjadi bau.
Terkait kesehatan, mikroorganisme yang terisap ke dalam saluran AC memanfaatkan lingkungan evaporator yang lembap untuk hidup. Jamur akan tumbuh ke bagian lain kabin mobil yang akan menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit.
Terakhir, karat dapat tumbuh pada evaporator yang kotor dan lembap hingga akhirnya merusak pipa evaporator dan membuatnya bocor. Tetapi Anda tidak bisa membersihkan evaporator karena posisinya di dalam dasbor. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan mobil dan filter kabin.
4. Freon AC Tidak Boleh Habis
Cara kerja AC tidak lepas dari cairan bernama refrigerant atau akrab disebut freon. Freon bisa berkurang bahkan habis yang membuat embusan udara AC hanya berupa angin tanpa ada kesejukan.
Bandingkan kesejukan di dalam mobil, kalau berbeda dari sebelumnya, bisa menjadi tanda ada masalah. Untuk memastikannya lebih lanjut, silakan lihat melalui sight glass AC. Jika muncul gelembung udara, artinya freon sudah berkurang atau bahkan habis.
Tapi beberapa kendaraan terbaru tidak dilengkapi sight glass sehingga harus dilakukan pemeriksaan tekanan freon. Ketika freon berkurang, kerja kompresor tidak akan normal karena sudah tidak ada gas yang diolah. Alhasil, embusan udara AC di dalam kabin mobil hanya angin belaka.
5. Cek Kondisi Kompresor AC
Kompresor memiliki pekerjaan penting yakni memompa cairan refrigerant untuk mendinginkan kabin mobil. Anda harus mengeceknya dari risiko kebocoran pada sambungan selang dan oli kompresor. Masalahnya, kompresor berada di ruang mesin yang panas dan cenderung kotor.
Jangan lupa memeriksa tegangan sabuk pemutar kompresor supaya tidak longgar atau putus. Dengarkan kalau ada suara aneh dari parts kompresor AC sebagai tanda ada masalah, seperti kompresi menghilang atau magnetic clutch rusak.
6. Jangan Lupakan Kondensor AC
Sering terlupakan lantaran kondensor berada di balik gril mobil. Padahal fungsinya sangat penting yaitu melakukan kondensasi atau mengubah gas (freon) tekanan tinggi menjadi cairan. Gas (freon) bertekanan tinggi yang panas akan masuk ke kondensor yang mirip radiator pendingin mesin.
Untuk melepaskan panasnya dibantu dengan kipas dan udara saat mobil berjalan. Makanya Anda harus menjaga kebersihan kondensor. Gunakan air bertekanan untuk merontokkan kotoran yang menempel. Tapi arah semprotan harus sejajar dengan sirip kondensor untuk menghindari kerusakan sirip.
7. Rawat AC Mobil Ketika Servis Berkala
Bukan perkara mudah merawat komponen AC mobil, khususnya evaporator dan kompresor. Yang bisa Anda lakukan hanya mengeceknya untuk memastikan tidak ada masalah. Selebihnya, serahkan urusan perawatan AC mobil kepada bengkel resmi atau spesialis AC. Kesejukan kabin tetap terjaga, komponen AC mobil lebih awet, dan konsumsi bensin tidak boros.