Di masa transisi energi, pemerintah akan mempercepat penggunaan mobil listrik. Hal ini juga terkait situasi perang di Timur Tengah yang memicu gejolak harga bahan bakar. Kendaraan listrik merupakan solusi paling mudah menghadapi krisis energi yang akan melanda kalau tidak diantisipasi.
Meskipun mobil listrik menawarkan berbagai keunggulan, seperti nol emisi dan biaya operasional lebih rendah, perawatan yang tepat diperlukan agar performanya optimal. Fokus utama dalam merawat mobil listrik adalah pada baterai untuk memastikan umur panjang dan kinerja maksimal.
Cara Merawat Mobil Listrik
1. Perawatan Baterai dan Sistem Kelistrikan
Baterai adalah komponen vital yang menentukan umur dan kinerja mobil listrik. Untuk menjaga kesehatannya, hindari pengisian daya yang berlebihan atau kehabisan daya. Sebaiknya, tetapkan jadwal pengisian rutin agar baterai tetap dalam kondisi baik.
Selain itu, perawatan sistem kelistrikan juga sangat penting. Rutin memeriksa kabel, konektor, serta sistem kelistrikan lainnya akan membantu menghindari kerusakan mendadak. Pastikan juga untuk membersihkan komponen kelistrikan dari debu dan kotoran, terutama di area pengisian daya dan konektor.
2. Pemeliharaan Sistem Pendinginan dan Radiator
Sistem pendinginan berfungsi untuk menjaga suhu baterai dan motor agar tetap stabil. Pastikan sistem ini berfungsi dengan baik dan tidak ada kebocoran cairan pendingin.
Selain itu, radiator juga berperan penting dalam mendinginkan motor listrik dan baterai. Cek volume cairan radiator secara berkala dan pastikan tidak ada penurunan. Penggantian cairan pendingin (coolant) setiap 20.000 km sangat disarankan untuk menjaga performa pendinginan baterai.
3. Pengecekan Kampas Rem dan Ban
Meskipun mobil listrik dilengkapi dengan rem regeneratif, kampas rem konvensional tetap digunakan. Periksa kondisi kampas rem secara berkala, dan segera ganti jika sudah tipis untuk memastikan sistem rem tetap optimal dan aman.
Selain itu, jangan lupakan perawatan ban. Tekanan ban yang tepat tidak hanya mendukung keselamatan, tetapi juga efisiensi energi. Pastikan tekanan ban selalu sesuai dengan rekomendasi pabrikan untuk memaksimalkan daya tahan dan performa mobil.
4. Update Software Mobil
Mobil listrik dilengkapi dengan berbagai sistem yang dikendalikan oleh software. Untuk memastikan performa kendaraan tetap maksimal, lakukan pembaruan software secara berkala. Pembaruan ini tidak hanya meningkatkan fitur terbaru, tetapi juga membantu mencegah penurunan kinerja dari sistem kendaraan.
5. Jaga Suhu Baterai Tetap Stabil
Suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin dapat merusak baterai dan mempengaruhi kinerjanya. Untuk itu, pastikan mobil diparkir di tempat yang teduh atau di dalam garasi agar tidak terpapar langsung oleh sinar matahari atau kondisi cuaca ekstrem.
Selain itu, perhatikan juga sistem pendinginan baterai jika mobil listrik Anda dilengkapi dengan fitur tersebut, guna memastikan suhu tetap stabil selama penggunaan.
6. Lakukan Pemeliharaan Rutin
Pemeliharaan baterai yang rutin sangat penting untuk memastikan semua sistem berfungsi dengan baik. Cek kondisi terminal baterai dan kabel secara berkala untuk memastikan tidak ada korosi atau kotoran yang menghalangi aliran listrik.
7. Pakai Cairan Rem Prestone Brake Fluid DOT 4
Masalah umum rem mobil adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat. Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.
Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem. Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.
Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 sebagai standar untuk EV atau mobil listrik adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.
Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi.
Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem mobil listrik. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti ABS dan energy regenerative brake system.