TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
24-April-2026

HINDARI MODIFIKASI KELISTRIKAN YANG DAPAT MENYEBABKAN KORSLETING LISTRIK DAN WASPADA BARANG MUDAH TERBAKAR

Kembali terdengar kabar mengenai mobil yang terbakar ketika digunakan oleh pemiliknya di jalan. Mobil tidak akan terbakar sendiri tanpa ada pemicu awal. Yang sering terdengar adalah akibat hubungan arus pendek listrik alias korsleting dimana percikan apinya menyentuh permukaan yang mudah terbakar. 

Tidak hanya di jalan, pernah ada kejadian mobil sedang parkir mengalami situasi terbakar sendiri. Sebelum menjadi masalah besar, berikut cara mencegah mobil terbakar sendiri:

1. Waspada Modifikasi Kelistrikan Mobil
Pabrikan kendaraan telah memperhitungkan kebutuhan daya listrik dan sistem yang digunakan supaya dapat menyalurkannya dengan baik dan aman dalam jangka waktu lama. Kebutuhan modifikasi mobil membuat Anda ingin mengubah sistem kelistrikan mobil. 

Sayangnya, proses modifikasi dilakukan tanpa memperhitungkan kebutuhan sehingga membuat sistem kelistrikan bermasalah. Belum lagi jika ubahan dilakukan tanpa memperhitungkan aspek teknis seperti sambungan yang asal tempel atau tidak menambahkan sekring sebagai pengaman arus listrik. 

Perhitungkan baik-baik jika mau melakukan modifikasi sistem kelistrikan mobil dan silakan berdiskusi dengan petugas bengkel resmi Toyota. Jangan lupa, modifikasi dapat menyebabkan garansi gugur, untuk itu Anda harus mempertimbangkan secara matang jika ingin melakukan modifikasi.

2. Jangan Menyimpan Barang Mudah Terbakar di Dalam Mobil
Anda wajib menghindari menyimpan barang-barang yang mudah terbakar di dalam kabin mobil, seperti bensin, tinner, parfum cair, atau korek api gas. Barang tersebut mengandung bahan aktif yang jika diletakkan di dalam ruang tertutup dengan suhu udara tinggi bisa berpotensi menimbulkan api. 

Termasuk ponsel yang sedang di-charge menggunakan power bank lantaran panas yang ditimbulkan bisa memicu permukaan kain atau plastik terbakar. Usahakan kabin mobil bersih dari barang-barang ini, khususnya saat mobil parkir di area terbuka yang panas.

3. Hati-hati Barang Mudah Terbakar di Dalam Ruang Mesin
Mungkin saja Anda lupa meletakkan kain bekas mencuci mobil atau kain bekas membersihkan spare part secara sembarangan sehingga tertinggal di dalam ruang mesin. Benda tersebut jika terkena sumber panas seperti pipa knalpot bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.

4. Cek Oli Mesin Mobil dan Potensi Kebocoran Bahan Bakar
Karena usia pakai atau malas memeriksa, oli mesin dapat mengalami kebocoran. Tetesan oli mesin dapat terbakar bila mengenai bidang panas seperti pipa knalpot. Di samping itu, jika Anda tidak rutin mengganti oli sesuai ketentuan, maka senyawa kimia dalam oli akan berubah. 

Perubahan tersebut akan berimbas pada mesin yang cepat panas, komponen di dalamnya aus, dan berpotensi memicu kebakaran. Selain itu, pastikan Anda juga rutin mengecek secara visual atau melalui indera penciuman apakah terjadi kebocoran bahan bakar karena hal ini juga dapat memicu kebakaran kendaraan.

5. Dilarang Parkir Dekat Sumber Api
Tanpa sadar, Anda parkir di dekat sumber api seperti tempat sampah yang baru dilakukan pembakaran sampah. Bara api dari sisa pembakaran yang terbang dapat mengenai bagian mobil yang sensitif seperti kabel kelistrikan. Mesin yang masih panas juga berisiko terbakar kalau terkena sampah plastik yang terbang terbawa angin. 

6. Jangan Abaikan Panel Indikator
Panel indikator dipakai sebagai penanda bahwa ada masalah di mobil. Misalnya, ketika indikator suhu mesin naik, artinya ada masalah pada mesin mobil. Segera cek supaya tidak menjadi masalah besar bahkan berakibat mobil terbakar sendiri. 

7. Pasang Alat Pemadam Api Ringan
Anda bisa memasang alat pemadam api ringan (APAR) di dalam kabin mobil sebagai upaya memadamkan api yang membakar mobil. Terkait jenis dan penempatan APAR bisa dikonsultasikan dengan petugas bengkel Toyota, termasuk mempelajari cara mengoperasikannya. 

Sebagian informasi, mobil-mobil baru umumnya sudah dilengkapi APAR, dimana tempat penyimpanannya sebagian besar berada di laci dasbor atau di bawah bangku penumpang depan. Anda dapat menanyakan ke service advisor bengkel resmi terkait lokasi APAR di dalam mobil dan cara penggunaanya.

8. Servis Berkala di Bengkel Resmi atau Langganan
Saat dilakukan servis berkala, area mesin akan dicek untuk melihat risiko kebocoran dan kerusakan sistem oli, bahan bakar, dan kelistrikan. Termasuk memberikan saran perbaikan jika teknisi menemukan potensi masalah yang dapat memicu mobil terbakar sendiri.

Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Mobil wajib dijaga kondisinya supaya kondisinya prima dan terhindar dari terbakar sendiri. Supaya mobil tidak memicu masalah, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.

Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.