TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
12-May-2026

TIPS MERAWAT BATERAI MOBIL LISTRIK SAAT CUACA PANAS EKSTREM, MASTER RADIATOR COOLANT GOLD 50/50 SOLUSINYA

Suhu panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga pada performa kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Suhu lingkungan yang tinggi dapat memperpendek umur pakai komponen paling vital yakni baterai tegangan tinggi.

Suhu di atas 35 derajat Celsius memicu reaksi kimia di dalam baterai berlangsung lebih cepat. Kondisi ini secara langsung mempercepat proses degradasi, yang mengakibatkan kapasitas penyimpanan energi menurun lebih drastis dibandingkan penggunaan pada suhu normal.

Kapasitas baterai yang menurun dapat menyebabkan jarak tempuh kendaraan berkurang signifikan, proses pengisian daya menjadi lebih lambat, hingga potensi umur pakai baterai yang lebih pendek. Problem ini akan sangat merugikan dalam jangka waktu panjang.

Dampak Suhu Panas terhadap Kinerja EV

Berikut estimasi dampak penurunan performa kendaraan listrik akibat paparan suhu panas ekstrem:

Aspek Performa                                                              Estimasi Dampak Penurunan
Jarak Tempuh Kendaraan                                                10% hingga 30%
Umur Pakai Baterai                                                          8% hingga 30%
Konsumsi Energi Sistem Manajemen Termal (TMS)        5% hingga 10%

Tips Perawatan Baterai di Tengah Cuaca Ekstrem
  
Meskipun kendaraan listrik modern umumnya sudah dilengkapi dengan Thermal Management System (TMS) berbasis pendingin cair untuk menjaga suhu baterai di kisaran 20-40 derajat Celsius, sistem ini memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, pengguna disarankan melakukan langkah preventif mandiri.

Berikut panduan perawatan yang bisa dilakukan sendiri:

1. Optimalkan Lokasi Parkir
- Selalu upayakan memarkir kendaraan di tempat yang teduh, sejuk, dan kering.
- Gunakan pelindung kaca (sunshade) untuk mengurangi radiasi panas langsung ke kabin dan area baterai.

2. Manajemen Pengisian Daya
- Jaga tingkat daya baterai (State of Charge/SoC) di kisaran 20% hingga 80%.
- Hindari mengisi daya hingga 100% setiap hari saat cuaca panas.
- Lakukan pengisian daya pada malam hari saat suhu lingkungan lebih rendah.

3. Batasi Fast Charging
- Hindari penggunaan fast charging DC saat siang hari dengan suhu puncak atau saat baterai masih panas setelah digunakan berkendara jauh. 
- Gunakan pengisian Level 2 jika memungkinkan.

4. Gunakan Fitur Preconditioning
- Aktifkan fitur ini sebelum berkendara untuk menstabilkan suhu baterai agar berada pada titik optimal sebelum mulai digunakan.

5. Perawatan Rutin
- Lakukan pemeriksaan berkala pada sistem pendingin baterai, termasuk volume cairan pendingin (coolant) dan fungsi sensor suhu.

6. Pencegahan Saat Mobil Ditinggal di Rumah
- Bagi pemilik yang berencana meninggalkan kendaraan dalam waktu lama (lebih dari satu bulan), sebaiknya pengisi daya (charger) dicabut dan kendaraan disimpan di area yang sejuk guna menjaga stabilitas sel baterai dalam jangka panjang.

MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 Cocok Untuk Mobil Listrik dan Mobil Hybrid

Sistem pendingin mesin bensin yang optimal sangat dibutuhkan oleh mobil hybrid. Selain itu, komponen elektrifikasi seperti baterai, inverter, dan motor listrik membutuhkan pendingan yang dapat menjaga suhu kerjanya. 

Pemilihan pendingin udara atau cairan tergantung dari desain dan kebutuhan produsen kendaraan. Untuk lebih jelas, Anda dapat mempelajari buku manual kendaraan atau diskusi dengan pihak bengkel resmi.

MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 memiliki pilihan komposisi glycol 50%. Zat ini menaikkan titik didih coolant agar tidak cepat menguap, menurunkan titik beku, serta menjaga suhu kerja mesin tetap stabil di rentang yang ditentukan. 

Dengan temperatur kerja baterai mobil listrik di kisaran 20-40 derajat celcius, radiator coolant ini sangat pas sebagai media transfer heat yang optimal supaya awet. 

Karena jika temperatur terlalu rendah, energi yang dihasilkan baterai lebih sedikit. Tapi kalau suhu baterai berlebih, efisiensinya akan menurun drastis. 

Sama dengan suhu kerja komponen elektrifikasi lainnya seperti motor listrik dan inverter yang tetap terjaga berkat keandalan MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 dalam menangkap dan melepaskan panas dengan cepat dan efisien.

Begitu juga ketika harus menjaga suhu kerja mesin bensin pada mobil hybrid, radiator coolant untuk mesin modern ini juga dapat diandalkan. Kandungan OAT (Organic Acid Technology) berbahan dasar organik yang ramah lingkungan, bereaksi secara kimiawi hanya pada area logam yang membutuhkan perlindungan, guna mencegah karat tanpa menggunakan bahan berbahaya. 

Aditif organik pada OAT tidak cepat habis dikonsumsi dan tidak meninggalkan jejak endapan atau kerak yang dapat menyumbat saluran radiator dan memicu karat yang dapat mengakibatkan mesin overheat. Hal ini disebabkan oleh tidak ada kandungan zat silikat, nitrit, nitrat, borat, amina, dan fosfat. Penggunaan bahan OAT memberikan dampak positif yaitu minim penguapan sehingga usia pakai coolant lebih lama. 

Selain dimanfaatkan oleh mobil listrik dan mobil hybrid, MASTER Radiator Coolant Gold 50/50 cocok untuk mesin-mesin ICE modern berteknologi turbo, direct injection, katup variabel, dan lainnya dengan spesifikasi sesuai standar pabrikan mobil.

Kelebihan MASTER Radiator Coolant Gold 50/50:
- Titik didih 129 derajat Celcius di tekanan tutup radiator 1,1 bar
- Sesuai spesifikasi pabrikan kendaraan (OEM)
- Menggunakan Organic Acid Technology (OAT)
- Usia pakai radiator coolant tahan lama
- Minim penguapan
- Ditambah aditif anti korosi
- PH basa
- Perlindungan pada seal water pump.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.