TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
22-June-2026

CARA MUDAH RAWAT REM ABS PADA SEPEDA MOTOR, PAHAMI JUGA CARA KERJANYA

Beberapa model motor terbaru tahun 2023 ke atas sudah banyak disematkan fitur rem Anti-lock Braking System (ABS). ABS berfungsi untuk mencegah roda terkunci dan selip sehingga mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.

Dalam situasi darurat, pengendara akan melakukan pengereman mendadak supaya sepeda motor dapat segera berhenti. Padahal kalau dipaksakan, malah akan membuat ban kehilangan daya cengkeram akibat rem mengunci sehingga hilang kendali.

Situasi akan semakin menyulitkan jika sedang boncengan. Ditambah, motor sedang berada di medan menurun yang licin karena hujan. Tidak hanya tergelincir, risiko kecelakaan juga menjadi besar ketika rem justru mengunci ketika pedal rem diinjak kuat-kuat.

Anti-lock Brake System (ABS) masuk dalam ketegori active safety features, atau komponen yang secara aktif bertugas untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan menyatu dalam sistem rem kendaraan. 

ABS berfungsi untuk membuat seluruh roda agar tidak terkunci ketika Anda mengerem terlalu dalam saat panik atau situasi darurat. Rem yang mengunci, membuat ban tidak bisa dikontrol dan digerakkan ke kiri maupun ke kanan dan hanya melaju lurus ke depan, sehingga sulit dikendalikan.

Prinsip kerjanya seperti mengocok rem dengan menekan dan melepas kembali pedal rem yang banyak dilakukan sebelum adanya teknologi ini. Gerakannya dibuat sangat cepat, halus, dan tidak terasa. Alhasil, ban tidak sampai terkunci dan masih bisa mencengkeram aspal agar tidak kehilangan traksi. 

Ban masih bisa dikendalikan saat situasi darurat, seperti pindah lajur ketika mobil di depan tiba-tiba berhenti. Fitur ini juga sangat bermanfaat saat melakukan pengereman mendadak di jalan licin atau berpasir untuk mendapatkan jarak pengereman yang lebih dekat dan ban tidak tergelincir atau selip.

Tips Jaga Kondisi Rem dengan Fitur ABS

1. Ganti Cairan Rem Secara Berkala
Ini adalah langkah paling krusial. Cairan rem bersifat higroskopis (menyerap uap air). Jika air masuk ke dalam sistem, ia dapat menyebabkan korosi pada Modulator ABS yang termasuk komponen termahal dalam sistem ini.

– Ganti minyak rem maksimal setiap 1 tahun atau 20.000 km.
– Selalu gunakan brake fluid sesuai spesifikasi pabrikan (biasanya DOT 3 atau DOT 4). Jangan mencampur merk atau spek yang berbeda karena bisa merusak seal karet.

2. Jaga Kebersihan Sensor Speed & Ring Pulser
Sistem ABS bekerja berdasarkan data dari sensor kecepatan yang membaca putaran roda melalui piringan logam berlubang (Ring Pulser).Untuk membersihkan area ring pulser dan ujung sensor dari debu, lumpur, atau kerak oli. Gunakan air sabun atau brake cleaner.

Jika sensor terhalang kotoran, lampu indikator ABS di panel instrumen akan menyala/berkedip karena sistem gagal membaca putaran roda.

3. Cek Kondisi dan Kebersihan Piringan Cakram (Disc)
Cakram yang tidak rata atau bengkok (warped) akan mengirimkan getaran balik yang salah ke sistem ABS. Pastikan piringan cakram selalu bersih dari pelumas atau kotoran.

Jika cakram mulai tipis di bawah batas minimal, segera ganti. Cakram yang terlalu tipis lebih cepat panas dan bisa mengganggu kinerja sensor.

4. Pantau Ketebalan Kampas Rem
Jangan menunggu kampas rem habis total hingga besi beradu dengan besi. Kampas rem yang habis akan membuat piston kaliper bekerja lebih jauh keluar, yang berpotensi menarik kotoran masuk ke sistem hidrolik saat piston ditekan balik saat penggantian. Kotoran ini bisa menyumbat katup kecil di dalam modul ABS.

5. Hindari Membongkar Ban Secara Asal-asalan
Saat mengganti ban atau melakukan servis di area roda:
– Hati-hati jangan sampai sensor ABS terbentur atau kabelnya tertarik.
– Pastikan posisi pemasangan sensor kembali presisi (jarak antara sensor dan ring pulser biasanya sekitar 0,5 mm – 1,5 mm). Jarak yang terlalu jauh akan membuat ABS tidak berfungsi.

6. Lakukan Pengereman ABS Sekali-kali
Modul ABS terdiri dari katup-katup kecil yang digerakkan oleh motor listrik. Jika jarang bekerja, katup ini bisa “macet” karena endapan minyak rem.

Di tempat yang aman dan sepi (jalan aspal lurus dan bersih), cobalah lakukan pengereman mendadak hingga sistem ABS terasa berdenyut pada tuas rem. Ini bertujuan agar mekanis di dalam modulator tetap bergerak dan terlumasi.

7. Perhatikan Kondisi Aki
Sistem ABS sangat bergantung pada kelistrikan. Modulator membutuhkan daya yang stabil untuk menggerakkan motor solenoid. Jika tegangan aki lemah (drop), modul ABS akan mematikan fungsinya secara otomatis sebagai langkah proteksi, dan lampu indikator ABS akan menyala.

Prestone Brake Fluid DOT 4 Solusi Mudah Untuk Sepeda Motor

Masalah umum rem mobil adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat. Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.

Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem. Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.

Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.

Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi. 

Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem sepeda motor. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti ABS.

FAQ yang Sering Ditanyakan Seputar Rem ABS

Apakah motor ABS boleh dicuci pakai air bertekanan tinggi (steam)?
Boleh, tapi hindari menyemprot langsung dengan tekanan tinggi ke arah sensor kecepatan dan modul ABS. Tekanan air yang terlalu kuat bisa merobek seal pelindung kabel atau masuk ke celah soket sensor.

Mengapa lampu ABS saya berkedip saat motor baru dinyalakan?
Itu normal. Sistem ABS sedang melakukan self-diagnostic. Lampu biasanya akan mati setelah motor berjalan di atas kecepatan 5–10 km/jam saat sensor berhasil membaca putaran roda.

Berapa biaya ganti Modul ABS jika rusak?
Cukup mahal. Untuk motor matic 150 cc, harga modul bisa berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 5 jutaan. Itulah sebabnya mengganti minyak rem tepat waktu sangat penting untuk menghemat biaya ini.

Bisakah rem ABS diubah jadi rem biasa (Non-ABS)?
Secara teknis bisa dengan mem-bypass selang rem langsung ke kaliper, tapi sangat tidak disarankan karena mengubah konstruksi dan lampu indikator kegagalan akan terus menyala. Selain itu, fitur ABS dipasang untuk menjaga keamanan berkendara. Jadi sangat disayangkan kalau sampai dilepas.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.