Komponen kecil yang sering disebut laher atau bearing motor, kerap luput dari perhatian. Padahal perannya sangat penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan saat berkendara.
Jika dibiarkan, kerusakan bearing tidak hanya mengganggu performa, tetapi juga bisa merembet ke komponen lain dan membuat biaya perbaikan semakin besar. Sepeda motor Anda bisa tiba-tiba digerakkan karena bearing roda macet.
Sebelum terlambat, penting bagi Anda untuk memahami penyebab hingga cara merawat bearing sepeda motor dengan tepat.
Apa Fungsi Bearing pada Sepeda Motor?
Bearing atau yang sering disebut laher motor punya peran penting dalam menjaga performa kendaraan. Komponen kecil ini bekerja sebagai bantalan yang membantu mengurangi gesekan antar bagian yang bergerak, seperti roda, poros, hingga mesin.
Dengan adanya bearing, putaran roda jadi lebih halus, stabil, dan tidak menimbulkan suara kasar. Tanpa bearing yang sehat, pergerakan komponen motor bisa terasa berat bahkan berisiko merusak bagian lain.
Selain itu, fungsi bearing juga berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan berkendara. Bearing yang masih bagus akan membantu menjaga keseimbangan roda sehingga motor tetap stabil, terutama di kecepatan tinggi atau jalan tidak rata.
Sebaliknya, jika bearing motor mulai aus atau rusak, Anda mungkin akan merasakan getaran berlebih, suara dengung, hingga handling yang kurang nyaman. Dalam kondisi parah, ban motor tidak mau berputar sama sekali karena bearing macet.
Itulah kenapa penting untuk rutin mengecek kondisi bearing agar performa motor tetap maksimal dan biaya perawatan tidak membengkak.
Setiap bearing memiliki fungsi spesifik, tetapi tujuannya sama, yaitu meminimalkan gesekan dan memperpanjang umur komponen. Dengan memahami fungsi bearing motor ini, Anda bisa lebih peka terhadap tanda-tanda kerusakan sejak dini.
Sebab Laher atau Bearing Sepeda Motor Cepat Rusak
Meski ukurannya kecil, bearing motor sangat rentan terhadap berbagai kondisi penggunaan sehari-hari. Tanpa disadari, kebiasaan berkendara hingga faktor lingkungan bisa mempercepat kerusakan bearing motor.
Berikut beberapa penyebab bearing motor cepat rusak:
1. Kurang Pelumasan atau Grease Mengering
Bearing motor membutuhkan pelumas agar gesekan tetap minim. Jika grease mulai kering atau jumlahnya berkurang, laher atau bearing akan bekerja lebih keras dan cepat aus.
2. Sering Terkena Air dan Kotoran
Air, debu, dan lumpur yang masuk ke dalam bearing bisa merusak permukaan bantalan. Kondisi ini sering terjadi saat Anda melewati jalan banjir atau jarang membersihkan area roda.
3. Beban Berlebih pada Motor
Membawa muatan yang terlalu berat atau sering berboncengan dengan beban maksimal dapat memberi tekanan ekstra pada bearing, sehingga umur pakainya jadi lebih pendek.
4. Kualitas Bearing Kurang Baik
Menggunakan bearing motor dengan kualitas rendah atau tidak sesuai spesifikasi bisa membuat komponen ini lebih cepat rusak. Karena itu, penting memilih laher motor yang sesuai standar.
5. Pemasangan yang Kurang Tepat
Proses pemasangan bearing yang tidak presisi dapat menyebabkan posisi tidak sejajar. Akibatnya, putaran menjadi tidak stabil dan mempercepat kerusakan.
6. Usia Pakai yang Sudah Lama
Seiring waktu, bearing memang akan mengalami keausan secara alami. Jika sudah melewati masa pakainya, performanya akan menurun dan perlu segera diganti.
7. Jalanan Rusak atau Sering Menghantam Lubang
Kebiasaan melewati jalan berlubang atau rusak dengan kecepatan tinggi bisa memberi benturan keras pada bearing, yang akhirnya membuat laher cepat aus atau bahkan rusak.
Tips Merawat Bearing Motor agar Tidak Mudah Rusak
Agar bearing motor tetap awet dan tidak cepat rusak, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan secara rutin. Berikut tips rawat kondisi bearing sepeda motor:
• Rutin mengecek kondisi bearing saat servis dan periksa jika muncul suara kasar atau getaran
• Hindari genangan air dan bersihkan area roda setelah melewatinya
• Gunakan pelumas atau grease berkualitas agar gesekan tetap minim
• Jangan membawa beban berlebih agar bearing tidak cepat aus
• Pastikan pemasangan bearing presisi dan sesuai standar
• Rutin bersihkan area roda dari debu dan kotoran
• Gunakan bearing motor sesuai spesifikasi pabrikan
• Segera ganti bearing jika sudah menunjukkan tanda aus
Daftar Produk Redex Untuk Menjaga Performa Mesin dan Kualitas Bensin
Produk Autochem Industry terus mengikuti perkembangan zaman, sejalan keberagaman kebutuhan konsumen Tanah Air. Di antara produk kimia perawatan kendaraan terbaru yang ditawarkan adalah Redex. Berikut daftar produk Redex untuk menjaga perfoma mesin:
1. Redex Petrol Treatment
• Perawatan dalam satu langkah mudah dengan aditif bahan bakar konsentrat tinggi (50 ml untuk dicampurkan dengan maksimal 50 liter bensin).
• Redex Petrol Treatment berfungsi untuk membersihkan saluran bahan bakar, termasuk injektor atau karburator.
• Dapat mengembalikan performa mesin baik dalam konsumsi BBM yang lebih irit serta peningkatan tenaga mesin.
• Tersedia dalam ukuran 50 mL.
Cara Menggunakan:
• Tuangkan Redex Petrol Treatment ke dalam tangki bahan bakar.
• Isi bahan bakar agar konsentrat tinggi ini dapat tercampur sempurna di dalam tangki bensin.
• Dapat digunakan setiap pengisian bahan bakar.
2. Redex Diesel Treatment
• Perawatan dalam satu langkah mudah dengan aditif bahan bakar konsentrat tinggi (50 ml untuk dicampurkan dengan maksimal 50 liter bensin).
• Redex Diesel Treatment berfungsi untuk membersihkan saluran bahan bakar dan injektor.
• Proses pengabutan pada injektor yang baik akan memberi efek pada konsumsi BBM yang lebih irit.
• Tersedia dalam ukuran 50 mL.
Cara Menggunakan:
• Tuangkan Redex Diesel Treatment ke dalam tangki bahan bakar.
• Isi bahan bakar agar konsentrat tinggi ini dapat tercampur sempurna di dalam tangki bensin.
• Dapat digunakan setiap pengisian bahan bakar.