TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
04-September-2019

CARA AMAN MELALUI JALAN TOL YANG MENURUN

PURWAKARTA – KM.90 hingga KM.96 Tol Cipularang, Purwakarta Jawa Barat kerap dianggap mistik. Beragam kecelakaan sering terjadi, dari kecelakaan yang merengut nyawa dari istri Saipul Jamil di tahun 2011, hingga kecelakaan fatal yang melibatkan 20 kendaraan pada 2 September 2019 lalu. 

Kecelakaan fatal kerap terjadi di tol Cipularang yang menuju Jakarta merupakan jalan dengan kontur menurun panjang dan berkelok. Kondisi inilah yang membuat pengemudi kerap lengah akan bahaya rem blong.

PENYEBAB REM BLONG

Jika diukur jarak dari gerbang tol Cileunyi ke lokasi kecelakaan, artinya pengendara telah menempuh jarak sekitar 65 km. Kondisi ini tentu membuat kondisi pengendara mulai merasa lelah sehingga menurunkan tingkat konsentrasi.

“Di lokasi tersebut menjadi titik lelah pengemudi, ditambah kontur jalan menurun dan dikombinasi dengan banyak tikungan,” terang Iptu Asep Kusmana, Kanitlaka Satlantas Polres Purwakarta seperti yang dilansir Tribun Jabar. Belum lagi dengan kinerja rem yang lebih berat, mengingat rute tol ini cenderung menurun. Terkadang pengemudi kurang menyadari jalan dalam kondisi menurun landai ini, sehingga kecepatan lebih mudah meningkat tanpa disadari.
Kerja rem kian berat jika kendaraan dalam kondisi beban penuh. Alhasil, suhu rem pun kian meninggi.

“Jika suhu rem melewati titik suhu kerjanya, otomatis rem akan blong, baik disebabkan oleh terlewatinya suhu kerja kampas rem atau brake fluid,” terang Taqwa SS selaku Chief Mechanic Autochem Racing.

Sekadar info, suhu rem bisa mencapai 427°C – tergantung bobot dan kecepatan kendaraan. Bahkan di balap Formula 1, suhu rem bisa mencapai 1.000°C. Tapi dalam kondisi normal, suhu rem berada dikisaran 75°C - 200°C.

Kebayang dong Sob? Jika Sobat menggunakan brake fluid berkualitas rendah atau jarang mengganti brake fluid secara berkala. Rem blong kian mudah terjadi dalam kondisi seperti ini. Untuk itu, gunakan Prestone Cairan Rem DOT 4 yang memiliki titik didih hingga 265°C dalam kondisi baru.

Belum lagi penggunaan rem tromol pada mayoritas kendaraan bus atau truk di Indonesia. Rem tromol memiliki kelemahan dalam hal proses pelepasan panas, jika dibandingkan dengan rem jenis cakram. Ditambah dengan kebiasaan pengemudi truk yang ingin menghemat penggunaan bahan bakar (Solar) sehingga memilih untuk menetralkan posisi gigi transmisi. Tujuannya agar mesin berputar dalam kondisi idle sehingga penggunaan bahan bakar pun kian sedikit, meski konsekuensinya efek engine brake menjadi hilang dan berbuntut terhadap kerja rem yang semakin berat saat deselerasi.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2019, Hak cipta dilindungi Undang-undang.