Berbeda dengan sepeda motor manual, saat hendak melewati jalur menanjak, pengendara sepeda motor matic harus memperhatikan teknik berkendara yang benar. Tujuannya agar dapat meminimalisir risiko terjadinya kecelakaan serta kerusakan pada komponen motor.
Sepeda motor matic tidak bisa berakselerasi menggunakan gigi kecil saat menanjak. Alhasil, motor matic sering kehabisan tenaga di tengah tanjakan yang membuatnya dapat merosot kalau Anda gagal menahannya.
Perlu pemahaman skill berkendara yang tepat meliputi cara buka tutup gas, mengendalikan motor, postur tubuh, hingga perilaku berkendara safety untuk meminalisir risiko kecelakaan. Apalagi kalau jalur menanjak disertai rute berkelok khas pegunungan.
1. Selalu gunakan perangkat keselamatan berkendara motor seperti helm, jaket lengan panjang, celana panjang, sarung tangan, dan sepatu. Pastikan kondisi tubuh sehat dan motor dalam keadaan prima, khususnya mesin dan transmisi CVT.
2. Pelajari terlebih dahulu rute yang akan dilewati, bisa dengan mencari informasi melalui sosial media atau internet agar lebih familiar dengan kondisi jalan yang akan dilewati. Sekarang ada fitur Google Street View di Google Maps yang dapat dipakai untuk mempelajari keadaan jalan.
3. Terkait postur berkendara, pada saat melewati jalanan menanjak yang cukup curam, sebaiknya Anda mencondongkan badan ke arah depan. Tujuannya agar beban berpusat ke bagian depan untuk menghindari roda depan motor terangkat.
4. Jaga kecepatan ideal dengan memanfaatkan momentum, baik sebelum maupun pada saat menanjak. Untuk bisa mendapatkan kecepatan yang ideal, salah satu caranya adalah menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan sehingga punya ruang untuk berakselerasi.
5. Hindari langsung membuka gas saat berada di awal tanjakan untuk mencegah motor kelebihan tenaga yang membuatnya sulit dikendalikan. Anda bisa mengambil ancang-ancang secukupnya sebelum tiba di tanjakan. Jadi ketika menanjak, motor sudah memiliki tenaga yang memadai.
6. Tahan bukaan hendel gas supaya transmisi CVT memberikan rasio sabuk baja yang sesuai kebutuhan saat menanjak. Dengan begitu, torsi mesin pun bisa optimal dan motor tidak kehabisan napas. Perbesar bukaan gas kalau dirasa tenaga motor mulai rata.
7. Cegah melepaskan gas kecuali dalam kondisi darurat misalnya jalan di depan macet. Karena begitu putaran mesin turun, CVT juga akan memberikan rasio yang paling kecil sehingga motor kehilangan tenaga. Butuh waktu lagi untuk mengail tenaga dan akan sulit karena jalan menanjak.
8. Begitu motor berhenti di jalan menanjak, gunakan rem depan dan belakang untuk menahan laju motor. Hindari menahan gas di putaran mesin tinggi karena dapat mengakibatkan kampas kopling aus yang akan membuat motor tidak dapat menanjak kembali. Manfaatkan fitur brake lock untuk memudahkannya.
9. Disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya performa sepeda motor matic terjaga ketika melaju di jalan menanjak. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.
Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.
10. Prestone adalah cairan rem kendaraan bermotor yang melebihi spesifikasi sehingga memberikan kinerja luar biasa dalam sistem pengereman suhu tinggi dalam membantu pengereman motor di jalan menanjak. Risiko cairan rem cepat mendidih yang akan menghasilkan uap air atau vapor lock bisa dikurangi.
Formulanya tahan lebih lama dan memberikan margin keselamatan yang lebih tinggi karena formula sintetis suhu tinggi. Prestone memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dan cocok untuk rem cakram, tromol, dan ABS. Anda bisa menggunakan cairan rem Prestone dengan pilihan tipe DOT 3 dan DOT 4.