TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
03-July-2023

KONDISI DARURAT DI JALAN TOL SAAT LIBURAN, JANGAN ASAL BERHENTI DI BAHU JALAN

Jalan tol menjadi pilihan rute perjalanan paling diminati karena mempersingkat waktu tempuh, termasuk di masa libur sekolah dan Idul Adha tahun ini. Namun namanya juga masalah, dapat saja mobil Anda mogok di jalan tol.

Paling mudah adalah dengan memanfaatkan bahu jalan tol. Sayangnya, banyak pengemudi yang mengambil bahu jalan untuk menyalip kendaraan lain. Padahal, ada aturan yang secara tegas mengatur fungsi dari bahu jalan tol, dan ini berlaku untuk seluruh ruas tol di Indonesia.

Fungsi Bahu Jalan Tol
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 2005 tentang Jalan Tol, salah satu fungsi bahu jalan adalah diperuntukkan bagi kendaraan yang berhenti darurat. Kendaraan berhenti darurat adalah berhenti sebentar karena keadaan darurat seperti mogok, menertibkan muatan, gangguan lalu lintas, atau gangguan fisik pengemudi.

Begitu gangguan atau masalah teratasi, Anda harus segera menjalankan mobil. Lain dari itu, bahu jalan harus streril dari kegiatan apapun, termasuk kalau Anda lelah dan butuh istirahat. Apalagi sampai menyalip kendaraan lain dengan kecepatan tinggi yang berpotensi menyebabkan tabrakan beruntun.

Cari Rest Area Saat Kondisi Darurat
Kondisi darurat seperti mogok atau kendala teknis lain, tidak serta merta terjadi. Misalnya suara aneh dari area tertentu, atau getaran yang tidak biasa dari bagian lain. Pertanda kecil tersebut bisa Anda jadikan acuan bila mobil akan mengalami masalah.

Jika itu terjadi, kurangi kecepatan dan melajulah di jalur paling kiri. Amati panel instrumen untuk melihat apakah ada sesuatu yang tidak beres. Kalau ada petunjuk rest area, arahkan mobil Anda untuk masuk ke dalam rest area karena lebih aman untuk berhenti.

Tips Aman Berhenti di Bahu Jalan Tol
Tapi bagaimana bila tidak ada rest area dan tiba-tiba mesin mobil mati? Anda bisa memanfaat bahu jalan untuk berhenti dan mengecek kondisi kendaraan. Tapi mengingat tabiat banyak pengendaran mobil yang ceroboh, Anda harus perhatikan beberapa hal.

1. Berhentilah di posisi yang aman dengan berpatokan pada garis lurus sebagai pembatas bahu jalan. Sebagai gambaran, minimal jarak sekitar 50 cm. 

2. Pastikan spion samping tidak berada di atas garis bahu jalan yang berarti posisi parkir mobil tidak aman.

3. Pastikan pula kontur bahu jalan mendukung untuk berhenti, seperti tidak miring atau rusak. 

4. Tekuk spion luar untuk mengurangi risiko tersenggol mobil lain.

5. Waspada saat buka dan tutup pintu mobil sisi kanan. Bukalah sedikit, intip ke belakang melalui celah, jika sudah aman baru buka pintu secukupnya. Penumpang bisa memanfaatkan pintu kiri untuk turun naik.

6. Sebelumnya, nyalakan lampu hazard sebagai isyarat mobil dalam kondisi darurat.

7. Ambil segitiga pengaman dari bagasi dan pasang di belakang mobil dengan jarak sekitar 5 kali bodi mobil Anda untuk amannya.

8. Segera lakukan pengecekan pada bagian yang dicurigai bermasalah. Saat proses berlangsung, penumpang wajib menunggu di luar mobil.

9. Penumpang tidak boleh di belakang mobil untuk menghindari risiko kena tabrak dari belakang. Posisi terbaik adalah di depan sebelah kiri mobil dan bisa melihat kondisi di belakang sebagai langkah antisipasi jika ada mobil lain nyelonong.

10. Jangan terlalu lama berhenti di bahu jalan. Kalau masalah sudah ketemu dan bisa diperbaiki, segeralah jalan kembali.

11. Periksa dan bereskan perlengkapan darurat, jangan sampai ada yang tertinggal. Selain merugikan, dapat pula mencelakakan pengguna jalan lain kalau sampai melindas perlengkapan yang tertinggal tersebut.

12. Hati-hati ketika masuk kembali ke dalam mobil, pastikan seluruh penumpang naik dari pintu kiri dan pengemudi waspada sebelum membuka pintu sopir.

13. Jangan langsung masuk ke lajur tol saat mulai berjalan, naikkan kecepatan mobil secara perlahan, nyalakan lampu sein kanan, dan perhatikan kendaraan di belakang lewat spion.

14. Jika kondisi di belakang aman dan kecepatan mobil mendekati batas minimal kecepatan di jalan tol, masuklah ke lajur tol secara perlahan.

Bagaimana Dengan Mobil Mogok?
Biasanya ada patroli petugas pengelola jalan tol yang lewat. Mereka bisa dimintakan bantuan, seperti melakukan pengecekan kondisi mobil, mengganti ban yang bocor, dan memanggil mobil derek milik pengelola jalan tol.

Tapi bila tidak ada bala bantuan, Anda bisa menghubungi nomor darurat pengelola jalan tol. Untuk Jasa Marga kontak yang bisa dihubungi 24 jam adalah 14080. Nomor darurat pengelola jalan tol yang lain bisa browsing dari internet.

Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Banyak komponen kendaraan tergantung kepada kualitas fluida supaya dapat bekerja optimal di segala kondisi jalan. Saat liburan, Anda akan membawa banyak barang bawaan dan penumpang, dengan jarak tempuh jauh, kondisi jalan dinamis, serta risiko terkena macet parah dan hujan turun.

Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli mesin, oli matic, oli gardan, dan oli transmisi dalam kondisi prima. Ganti cairan kendaraan dengan produk Autochem Industry supaya terjaga kualitasnya. Performa kendaraan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit BBM dan tenang.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.