TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
22-March-2024

REM CAKRAM DAN TROMOL, MANA YANG LEBIH BAIK?

Bagi Anda pengguna kendaraan pasti sudah tidak asing lagi dengan sistem pengereman. Bertugas untuk memperlambat laju kendaraan, rem adalah salah satu piranti keselamatan yang wajib ada di setiap kendaraan. 

Mengapa penting? Coba saja bayangkan jika kendaraan yang Anda gunakan melaju tanpa bisa berhenti, tentunya akan sangat berisiko terjadi kecelakaan.

Berbicara mengenai pengereman, ada dua jenis yang umum digunakan pada kendaraan, baik untuk roda empat maupun roda dua. Yaitu rem cakram dan tromol, lalu apakah bedanya, dan bagaimana karakternya? Mari simak penjelasan berikut ini.

Rem Cakram

Rem cakram atau yang biasa disebut dengan disk brake, menggunakan sebuah piringan cakram yang bertugas untuk menurunkan laju kendaraan. Proses pengeremannya terjadi saat cakram/ disk tersebut diapit oleh kampas pada kaliper rem. 

Rem cakram memiliki karakter lebih responsif dan efektif saat melakukan pengereman, sehingga kendaraan lebih cepat berhenti. Selain itu rem cakram memiliki distribusi panas yang merata di permukaan cakram dan pendinginan yang baik karena rem ini terbuka, sehingga udara dapat dengan cepat membantu mendinginkan rem. 

Tetapi hal tersebut juga berdampak pada kebersihan rem, karena berada di tempat terbuka, rem jadi rentan kotor dan berisiko macet apabila tidak dibersihkan dengan rutin.

Rem Tromol

Selanjutnya adalah rem tromol atau drum brake. Untuk pengereman yang satu ini menggunakan komponen yang berbentuk seperti manguk atau drum. Ketika Anda menginjak pedal atau menarik tuas rem pada sepeda motor, cairan rem akan mendorong piston untuk menggerakkan kampas dan menekan tromol.

Kelebihan dari rem jenis ini adalah memiliki tingkat kekuatan yang bagus, karena permukaan kampas yang bersinggungan dengan tromol lebih besar, sehingga cocok digunakan untuk kendaraan besar dan kendaraan bermuatan berat. Selain itu, karena sistem rem yang tertutup tromol, menjadikan rem ini lebih bersih daripada rem cakram, tetapi efeknya menjadikan rem ini lebih cepat panas.

Ganti Cairan Rem Secara Berkala

Untuk mendapatkan pengereman yang maksimal, selain harus membersihkan sistem pengereman dari kotoran, Anda juga diwajibkan untuk memeriksa dan mengganti cairan rem secara berkala. Jika cairan rem tidak diganti, kualitasnya semakin lama akan semakin menurun sehingga dapat membuat pengereman tidak maksimal. 

Selain itu dengan iklim tropis yang ada di Indonesia, cairan rem akan dengan mudah tercampur dengan air akibat kondensasi yang terjadi, sehingga dapat menurunkan titik didih cairan rem. Serta dapat meningkatkan risiko terjadinya rem blong, akibat cairan rem yang tidak dapat menahan panas dari gesekan antar komponen pengereman. 

Gunakan Cairan Rem Berkualitas

Untuk cairan rem, Anda bisa menggunakan cairan rem Prestone yang memiliki titik didih diatas standard yang telah ditetapkan oleh DOT, yaitu 265 derajat Celcius untuk cairan rem Prestone DOT 4, dan 237 derajat Celcius untuk cairan rem Prestone DOT 3. Selain itu dengan aditif anti karat yang akan selalu  melindungi komponen pengereman Anda dari korosi.

Selain bisa mendapatkan cairan rem Prestone di toko otomotif atau bengkel langganan, Anda bisa membelinya di Tokopedia Autochem Industry.
 

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.