Berkendara sepeda motor saat berpuasa membutuhkan perhatian lebih agar tetap aman dan nyaman di jalan. Menahan haus dan lapar serta perubahan pola istirahat bisa berdampak pada kondisi fisik dan konsentrasi pengendara.
Banyak pengendara yang tetap beraktivitas selama bulan puasa. Namun, perlu diingat bahwa kondisi tubuh bisa berbeda dibandingkan hari biasa. Oleh sebab itu, penting untuk berkendara dengan lebih waspada dan mengikuti aturan keselamatan.
Beberapa hal ini perlu diperhatikan supaya dapat mengurangi risiko kecelakaan yang menyebabkan cidera. Tidak bisa diabaikan, tips ini bisa membawa pengendara lebih aman saat berkendara kala sedang berpuasa. Berikut ulasannya:
1. Fisik Pengendara Harus Prima
Pastikan kondisi fisik prima, beristirahat yang cukup agar tubuh tetap bugar saat berkendara, jangan memaksakan berkendara jika kita merasa lelah atau mengantuk, pastikan sahur dengan makanan bergizi agar energi tetap terjaga.
2. Ubah Kebiasaan Berkendara
Jika berkendara dalam jarak jauh seperti kurir dan ojek online, maka harus mengubah kebiasaan berkendara. Kalau Anda terbiasa berkendara 2 jam lalu istirahat 30 menit, maka durasinya harus dipersingkat. Di sisi lain istirahat harus diperbanyak agar badan tidak mudah lelah.
Misalnya berkendara selama 1,5 jam, lanjut istirahat 30 menit. Aktivitas ini akan membuat badan segar kembali. Usahakan pada istirahat kedua untuk tidur selama setidaknya 30 menit supaya badan tidak mudah lelah sehingga dapat menjaga kondisi tubuh hingga waktu buka puasa.
3. Rencanakan Perjalanan
Para bikers perlu tahu dan memiliki rencana jalur mana yang akan dilalui, untuk mendapatkan waktu yang cepat dan terhindar dari kemacetan. Sehingga, emosi pada saat berkendara di tengah kemacetan juga bisa terhindar.
Misalnya, mengantisipasi kondisi lalu lintas saat pulang kerja di bulan puasa yang sangat padat, karena banyak orang yang mengejar waktu agar dapat berbuka puasa di rumah bersama keluarga. Bahkan kalau terpaksa, Anda bisa buka puasa dulu di kantor dan baru pulang karena biasanya jalan cukup sepi.
4. Istirahat yang Cukup
Kurangnya istirahat pada saat berkendara akan memberikan dampak bahaya. Untuk mengantisipasinya, sebaiknya Anda dapat mengatur ulang waktu istirahat yang tepat agar tidak mengantuk pada saat berkendara yang menyebabkan hilangnya fokus dan juga konsentrasi.
5. Atur Asupan Makanan
Untuk antisipasi perubahan jam makan, tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti sayur, buah, vitamin dan perbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara sehingga konsentrasi tetap terjaga. Hindari kopi arau minuman bersoda yang dapat mengganggu lambung dan penyakit lainnya.
6. Jangan Sampai Kena Dehidrasi
Waspadai dehidrasi sebab dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara jadi perbanyaklah minum air saat sahur dan berbuka, jika merasa lemah atau pusing, lebih baik menepi dan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi tubuh.
7. Jaga Jarak Aman dan Sesuaikan Kecepatan
Atur kecepatan dan jarak aman, hindari berkendara dengan kecepatan tinggi jangan terburu-buru, refleks Anda bisa berkurang saat berpuasa, jaga jarak aman dengan kendaraan lain untuk mengantisipasi pengereman mendadak.
8. Pilih Waktu yang Tepat
Pilihlah waktu yang tepat, sebaiknya hindari perjalanan jauh saat siang hari untuk mengurangi kelelahan saat menjelang maghrib. Jalanan sering lebih padat dengan pengendara yang ingin segera berbuka, maka berkendaralah dengan lebih waspada.
9. Kelengkapan Berkendara
Selalu menggunakan perlengkapan berkendara yang aman, seperti helm (SNI), jaket, sarung tangan, celana panjang dan sepatu untuk melindungi tubuh kita saat terjadi kecelakaan di jalan.
10. Pastikan Kondisi Motor Prima
Cek kondisi motor sebelum berkendara, pastikan semua komponen seperti ban, rem, kelistrikan, berfungsi dengan baik hindari berkendara jika kondisi motor kurang layak atau ada masalah teknis.
11. Jaga Emosi
Kendalikan emosi dan tetaplah sabar saat berkendara, lalu lintas bisa lebih padat apalagi pada kondisi jam pulang kerja dan menjelang berbuka. Untuk itu tetap tenang, hindari emosi, dan berkendaralah dengan santai dan aman.
12. Gunakan Cairan Motor Berkualitas
Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, cairan radiator, oli mesin motor matic, dan oli gardan selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan motor dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa motor akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar.
Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi setiap hari, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Selain itu, gunakan oli mesin tangguh dengan SAE 20W-40 yang tidak mudah berkurang dalam kondisi ekstrem dan memiliki kemampuan melindungi yang lebih baik karena efektif melumasi gesekan antar komponen mesin motor.