Sepeda motor menjadi alat transportasi utama bagi banyak masyarakat Indonesia. Namun, tingginya angka pencurian kendaraan roda dua masih menjadi kekhawatiran besar bagi masyarakat.
Berdasarkan data kepolisian, kasus pencurian sepeda motor masih kerap terjadi di berbagai wilayah, terutama di area parkir umum dan lingkungan perumahan yang minim pengawasan.
Karena itu, membuat motor lebih aman dari aksi maling bukan semata soal menambah aksesori mahal, melainkan menerapkan strategi pengamanan yang tepat serta membangun kebiasaan berkendara yang disiplin.
Kunci Bawaan Motor Mudah Diakali Maling
Kunci standar bawaan pabrik pada sepeda motor relatif mudah diakali oleh pencuri berpengalaman. Kondisi ini membuat pemilik kendaraan disarankan mempertimbangkan penggunaan perangkat pengaman tambahan, seperti alarm, kunci ganda, hingga GPS tracker, guna meningkatkan tingkat keamanan.
Alarm yang sensitif mampu memberi peringatan dini kepada pemilik saat terdeteksi adanya gangguan atau upaya pembongkaran. Sementara itu, penggunaan kunci ganda, seperti disc lock atau steering lock tambahan, membuat motor lebih sulit digeser atau dibawa kabur.
1. Kuncinya Adalah Memilih Lokasi Parkir
Selain perangkat pengaman tambahan, kebiasaan sehari-hari pemilik motor juga berperan besar dalam mencegah pencurian. Cara parkir yang tepat, misalnya memilih lokasi yang terang, ramai, dan mudah diawasi, dapat membantu mengurangi risiko motor menjadi sasaran pelaku kejahatan.
2. Pasang Alarm Anti Maling
Salah satu langkah paling efektif untuk membuat motor lebih sulit dicuri adalah memasang alarm anti maling. Sistem alarm yang terpasang di bodi motor akan berbunyi saat mendeteksi gerakan mencurigakan atau upaya pembongkaran, sehingga dapat mengusir pencuri sekaligus menarik perhatian orang di sekitar.
3. Gunakan Kunci Ganda
Pemilik motor juga disarankan menggunakan kunci ganda, seperti disk lock pada cakram rem atau steering lock tambahan untuk mencegah kemudi berputar. Kunci semacam ini membuat motor sulit dipindahkan, bahkan jika mesin berhasil dinyalakan.
4. Pasang GPS Tracker
GPS tracker menjadi perangkat yang semakin berguna jika motor tetap hilang meski telah dilengkapi sistem pengamanan. Dengan sistem pelacak GPS, pemilik dapat memantau posisi motor secara real time melalui smartphone, sehingga proses pencarian bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
5. Pilih Lokasi Parkir yang Aman
Kebiasaan sederhana lainnya adalah selalu memilih lokasi parkir yang terang, ramai, dan terpantau kamera CCTV. Hindari memarkir kendaraan di tempat sepi atau sudut gelap, karena area tanpa pengawasan cenderung menjadi target empuk bagi pencuri.
Gunakan Cairan Motor Matic Berkualitas
Supaya dapat berkendara aman dan nyaman, pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, air radiator, oli matic, dan oli gardan selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan sepeda motor matic dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga, khususnya setelah menjadi korban banjir.
Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB sejatinya dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya.
Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat mesin bekerja. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online yang membutuhkan oli yang tidak mudah berkurang.
MASTER Durability sudah memenuhi standar API Service SL. PT Autochem Industry menyediakan dalam dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk matic bermesin 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter cocok untuk pengguna matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.