TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
26-February-2026

BUKA PUASA SAAT MENGEMUDI MOBIL ATAU MENGENDARAI SEPEDA MOTOR, BAGAIMANA CARANYA?

Anda pasti akan berbuka puasa saat jam pulang kerja yang akan merepotkan kalau masih dalam posisi mengemudi mobil atau mengendarai sepeda motor. Apalagi ketika jalan masih macet dan kesulitan berhenti lantaran berada di tengah jalan yang padat.

Lantas, bagaimana jika Anda harus tetap harus berkendara sehingga buka puasa di perjalanan? Berikut penjelasan langkah yang dapat dilakukan.

1. Siapkan Bekal Buka Puasa yang Memadai  
Anda bisa membawa bekal makanan dan minuman yang memadai untuk buka puasa untuk mencegah panik atau tergesa-gesa ketika Adzan Maghrib. Pastikan ada air mineral untuk membatalkan puasa. Hindari minuman bersoda karena akan membuat perut tidak nyaman, apalagi saat perut masih kosong. 

Tidak perlu membawa makanan berat seperti nasi dan lauk pauk karena akan merepotkan dan membuat ngantuk karena kekenyangan. Sebagai gantinya, bisa membawa makanan ringan seperti roti atau biskuit kegemaran.

Pastikan minuman yang dibawa tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat langsung diminum. Hindari makanan yang getas dan mudah berantakan saat digigit karena akan berserakan dan membuat kabin kotor. Bahkan dapat memicu kecelakaan kalau perhatian Anda terdistraksi.

2. Letakkan pada Tempat yang Mudah Dijangkau
Siapkan makanan dan minuman supaya tidak membuat repot di jalan. Caranya dengan mengatur dan meletakkan di tempat yang mudah dijangkau. Semisal pada panel pintu, konsol tengah, atau cup holder. Buka segel plastik penutup kemasan makanan dan minuman supaya mudah ketika dibutuhkan.

Untuk sepeda motor matic, makanan dan minuman untuk buka puasa dapat diletakkan di bagasi di bawah jok motor. Namun kalau kurang tempat karena biasanya ada jas hujan, bisa dicantolkan di bawah setang. Namun jangan terlalu besar atau berat karena dapat menyulitkan.

Kalau sudah dipersiapkan dari rumah, dapat dimasukkan ke dalam stoples yang lebih aman dan awet. Pastikan kemasannya diletakkan dengan kuat supaya tidak mudah jatuh saat kendaraan bergerak.

3. Berhenti di Tempat Aman dan Nyaman
Kalau masih sempat, lebih baik cari lokasi yang aman untuk berhenti. Seperti di rest area jalan tol, pom bensin, masjid, mini market atau tempat keramaian lainnya. Jangan berhenti di tempat yang berbahaya atau berpotensi menimbulkan kemacetan bahkan kecelakaan, seperti di bahu jalan tol.

Untuk sepeda motor lebih mudah, namun bukan berarti boleh seenaknya berhenti di pinggir jalan karena bisa menyebabkan macet atau ditabrak dari belakang. Carilah bahu jalan yang cukup lega seperti halte bus, atau bisa pula di mini market dan pom bensin.

4. Hindari Berbuka Sembari Berkendara
Jika memang tidak sempat menemukan tempat berhenti, jangan paksakan untuk membatalkan saat mengemudi. Terutama ketika mobil sedang berjalan dalam kecepatan tinggi, seperti di tol. Lebih baik tunda sejenak sampai Anda bisa mendapatkan kesempatan aman untuk buka puasa. 

5. Dilarang Buka Puasa Sambil Mengendarai Motor
Untuk sepeda motor aturan sudah jelas: jangan pernah buka puasa sambil berkendara karena sangat berbahaya. Sesepi apapun situasi jalan, makan sambil berkendara dapat memicu masalah besar karena perhatian dan teralihkan dan keseimbangan berubah tidak menentu.

6. Buka Puasa Saat Mengemudi Mobil
Kalau memungkinkan sehingga ada peluang untuk makan dan minum sejenak, batalkan puasa dengan minum air putih atau air manis terlebih dulu. Jangan minum berlebih karena akan memancing buang air kecil.

Tetap waspada dengan kondisi jalan, ambil makanan kecil dan kunyah perlahan. Makan secukupnya dan jangan bernafsu menghabiskan semuanya sekaligus. Karena bila kekenyangan, posisi duduk malah jadi tidak nyaman. 

Usahakan tidak memegang makanan dan minuman dengan kedua tangan. Satu tangan harus tetap fokus memegang kendali pada setir sebagai langkah antisipasi ketika harus manuver mendadak. Kurangi kecepatan hingga batas minimal yang aman dan jaga kewaspadaan ke luar. 

Tidak perlu makan berlebih karena yang penting sudah membatalkan puasa dan Anda dapat kembali fokus mengemudi mobil. Kalau sudah dapat tempat berhenti yang layak dan aman, silakan lanjutkan proses berbuka puasa.

Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Mobil kesayangan juga wajib dijaga kebugarannya di bulan puasa. Supaya mobil tidak dehidrasi, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.

Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.

Gunakan Cairan Motor Berkualitas
Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, cairan radiator, oli mesin motor matic, dan oli gardan selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan motor dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa motor akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar.

Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi setiap hari, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Selain itu, gunakan oli mesin tangguh dengan SAE 20W-40 yang tidak mudah berkurang dalam kondisi ekstrem dan memiliki kemampuan melindungi yang lebih baik karena efektif melumasi gesekan antar komponen mesin motor.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.