TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
03-March-2026

MASALAH YANG SERING TERJADI SAAT MENGEMUDI MOBIL ATAU MENGENDARAI SEPEDA MOTOR DI BULAN PUASA, BAGAIMANA SOLUSINYA?

Sebenarnya puasa di bulan Ramadan merupakan hal yang wajar dan bisa dikerjakan oleh semua orang. Sehingga, tidak menimbulkan masalah jika dilaksanakan meskipun mobilitas terbilang tinggi, khususnya bagi Anda yang beraktivitas di wilayah perkotaan.

Namun begitu, ada beberapa hal harus diperhatikan saat puasa supaya tetap dapat berkendara setiap hari dengan aman dan nyaman. Beberapa kondisi ini dapat memicu masalah jika kurang diwaspadai ketika berpuasa.

1. Dehidrasi
Saat puasa, Anda tidak minum selama lebih dari 12 jam, sehingga cairan tubuh berkurang. Ditambah jika sering beraktivitas seperti berkendara, maka berisiko mengalami dehidrasi. Meskipun biasanya tidak berdampak serius, namun tetap bisa mengganggu aktivitas karena gejalanya seperti pusing, sakit kepala dan lemas.

Solusi:
- Penuhi kebutuhan cairan minimal dengan menerapkan aturan 2-4-2: 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat buka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur atau jelang sahur
- Minum air putih saat buka puasa untuk mengembalikan cairan tubuh
- Batasi kafein dan minuman bersoda karena bersifat diuretik (memicu sering buang air kecil)
- Hindari paparan sinar matahari langsung dan olahraga berat terutama antara pukul 11.00-15.00
- Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan air yang tinggi dan kaya nutrisi, tubuh menjadi lebih segar setelah buka puasa
- Kurangi makanan asin dan pedas karena meningkatkan kebutuhan tubuh atas air.

2. Serangan Kantuk
Serangan kantuk kerap terjadi antara pukul 13.00-16.00 sebagai puncak rasa lapar dan kekurangan cairan tubuh. Mengantuk saat mengemudi mobil ketika berpuasa tidak dapat dihindari karena perubahan jam biologis dan metabolisme tubuh. Anda harus berupaya mengurangi dampaknya supaya tidak mengganggu aktvitas, apalagi kalau sampai memicu pertikaian atau kecelakaan.

Solusi:
- Jangan beraktivitas berlebih di malam hari supaya tidak mudah lelah di siang hari
- Usahakan tidur minimal 6 jam di malam hari untuk menjaga kebugaran tubuh
- Mengatur asupan makanan saat sahur dan buka puasa sehingga tidak membuat tubuh kekenyangan hingga mengantuk
- Usahakan terpapar sinar matahari di pagi hari untuk memperkuat jam biologis
- Hindari cahaya dari layar gadget atau televisi sebelum tidur malam untuk mencegah kelelahan
- Power nap sekitar 30 menit di jam makan siang sangat berguna untuk mengembalikan kondisi tubuh
- Memaksakan mengemudi mobil tapi mengantuk dapat memicu serangan microsleep, istirahat 30 menit dapat mengurangi rasa kantuk.

3. Emosional
Dalam dunia medis, perut yang kosong karena tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman lebih dari 12 jam, bisa menyebabkan kadar gula darah menurun. Hal ini memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang bertujuan untuk membantu metabolisme sehingga kadar gula darah tetap stabil.

Meskipun tujuannya untuk menjaga keseimbangan, efek lain juga bisa muncul: sikap lebih agresif dan emosi yang lebih meluap-luap. Kadar gula darah yang cenderung menurun juga bisa mengganggu fungsi otak yang akhirnya mendorong seseorang untuk bertindak impulsif.

Solusi:
- Serangan kantuk akan membuat Anda mudah emosi, kewaspadaan turun, dan refleks tubuh, solusinya adalah tidur yang cukup
- Servis berkala di bengkel resmi atau langganan membantu Anda menjaga emosi dari risiko kerusakan mobil seperti AC tidak dingin
- Konsumsi makanan tinggi serat dan protein seperti oatmeal, telur, atau kacang-kacangan agar kenyang lebih lama saat sahur
- Hindari makanan tinggi gula yang bisa menyebabkan energi cepat turun
- Cukup 30 menit sebelum buka puasa, olahraga ringan akan memperbaiki suasana hati dan membuat stres lebih terkendali
- Mendengarkan musik bisa membantu mengatur emosi di jalan
- Patuh aturan lalu lintas membuat perasaan lebih tenang dan nyaman
- Jangan terprovokasi oleh ulah orang lain di jalan yang membuat Anda gagal mengendalikan emosi.

4. Jalan Macet
Biasanya, jalan akan lebih macet jelang waktunya buka puasa. Tidak hanya butuh waktu lebih lama untuk sampai rumah, Anda juga akan buka puasa di jalan dan mudah lelah bahkan emosi naik karena banyak orang berkendara seenaknya.

Solusi:
- Tidak ada salahnya buka puasa di kantor dan segera pulang setelah itu karena biasanya jalan lebih sepi
- Jika tidak punya pilihan lain, persiapkan makanan dan minuman untuk berbuka yang tidak merepotkan
- Jangan terlalu kenyang waktu buka puasa karena dapat memicu kantuk padahal masih harus berkendara ke rumah
- Sebaiknya berhenti saat buka puasa namun jangan sampai bikin jalan macet karena parkir sembarangan
- Jaga emosi kalau melewati simpul kemacetan seperti pasar tumpah.

Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Mobil kesayangan juga wajib dijaga kebugarannya di bulan puasa. Supaya mobil tidak dehidrasi, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.

Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.

Gunakan Cairan Motor Berkualitas
Pastikan berbagai fluida seperti cairan rem, cairan radiator, oli mesin motor matic, dan oli gardan selalu dalam kondisi prima. Ganti cairan motor dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa motor akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar.

Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi setiap hari, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500 – 3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Selain itu, gunakan oli mesin tangguh dengan SAE 20W-40 yang tidak mudah berkurang dalam kondisi ekstrem dan memiliki kemampuan melindungi yang lebih baik karena efektif melumasi gesekan antar komponen mesin motor.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.