Umumnya anggota komunitas melakukan konvoi kendaraan ketika sedang turing bersama. Atau, dapat juga ketika Anda berpergian jauh bersama teman dan keluarga menggunakan kendaraan pribadi memilih untuk konvoi.
Wajib diketahui, konvoi tidak dianggap kendaraan prioritas karena tidak mendapatkan pengawalan resmi dari petugas kepolisian. Karena itu, konvoi mobil Anda wajib mengikuti aturan dan tidak mengganggu lalu lintas supaya aman di jalan.
Masalahnya, masih terdapat konvoi yang salah kaprah seperti ingin mendapatkan prioritas di jalan. Bahkan melanggar aturan lalu lintas seperti menerobos lampu merah. Berikut cara konvoi mobil yang baik dan tidak mengganggu lalu lintas.
1. Membagi Rombongan dalam Kelompok Kecil
Rombongan wajib dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri dari 3-5 mobil. Pengelompokan ini dilakukan agar peserta tidak terlalu panjang dan mengular sehingga mengganggu lalu lintas.
Anda juga lebih mudah mengatur irama perjalanan rombongan di jalan. Tentukan mobil paling depan sebagai leader yang mengatur pergerakan peserta touring dalam setiap grup.
2. Lakukan Briefing Sebelum Jalan
Dalam briefing akan dijelaskan mengenai beberapa hal penting, seperti rute, kecepatan, dan kewajiban mematuhi aturan lalu lintas. Termasuk pula membicarakan jika ada kondisi darurat dan cara mengatasinya.
3. Tidak Boleh Pakai Hazard, Sirine, dan Lampu Rotator
Konvoi mobil pribadi tidak boleh munggunakan lampu hazard karena hanya dipakai saat berhenti darurat. Pasang stiker penanda yang mudah dilihat oleh anggota lainnya dan nyalakan lampu utama sebagai tanda antar anggota konvoi.
Dilarang menyalakan sirine atau lampu rotator karena merupakan wewenang aparat negara. Selain itu, penggunaan kedua alat tersebut dapat mengganggu pemakai jalan lainnya.
4. Patuh Batas Kecepatan di Jalan
Jaga kecepatan konvoi agar tidak terlalu kencang atau sekitar 40-60 km/jam di jalan kota dan antar kota. Kecepatan bisa ditingkatkan ke kisaran 60-80 km/jam saat di jalan tol. Untuk diketahui, jika kecepatan leader konvoi 60 km/jam, kecepatan mobil paling belakang bisa 70-80 km/jam karena posisinya mengejar.
Silakan sesuaikan kecepatan peserta konvoi berdasarkan batas kecepatan jalan yang dilewati dan kondisi lalu lintasnya. Seperti kurangi kecepatan ketika akan melewati pasar, sekolah, atau rumah sakit. Leader juga harus memantau mobil di belakang supaya tidak tertinggal.
5. Jaga Jarak Aman Antar Anggota Konvoi
Atur jarak aman dengan kendaraan di depan dan gunakan pola zig-zag dalam satu lajur ketika konvoi. Sehingga Anda dapat memantau kondisi di depan lebih baik dan memberi ruang melakukan manuver menghindar.
Jangan paksakan melanggar lalu lintas seperti menerobos lampu merah hanya karena tidak mau ketinggalan rombongan. Hindari menguasai lajur jalan supaya kendaraan lain tetap dapat melaju dengan aman dan nyaman.
6. Patuh Aturan Lalu Lintas
Rangkaian konvoi harus mematuhi aturan lalu lintas dan tidak perlu mendapatkan prioritas apalagi dikawal. Termasuk mematuhi marka jalan seperti tidak menyalip ketika lajur pemisah jalan tidak putus-putus. Khususnya saat masuk area perkotaan yang padat.
Bila ada anggota rombongan yang tertinggal karena terkena lampu merah, anggota lain di depan cukup mengurangi kecepatan untuk menunggu. Tidak perlu menerobos lampu lalu lintas dan mengganggu pengguna jalan lain.
7. Manfaatkan Alat Komunikasi
Anda bisa menyiapkan alat komunikasi seperti walkie talki untuk berkomunikasi antar sesama anggota konvoi. Setidaknya pemimpin rombongan dan peserta paling belakang dibekali alat ini untuk menjaga keutuhan peserta konvoi.
8. Manajemen Perjalanan
Atur jadwal konvoi agar tidak melewati jam-jam sibuk yang mengganggu pengguna jalan lain. Hindari pula melewati wilayah macet seperti tengah kota. Manfaatkan peta digital untuk memilih rute perjalanan.
9. Menahan Emosi di Jalan
Jangan meladeni jika ada pengguna jalan memprovokasi karena tidak suka ada konvoi. Hindari mengemudi agresif atau berkecepatan tinggi yang bisa membahayakan seluruh pengguna jalan. Tidak perlu emosi saat rangkaian konvoi diputus mobil lain.
10. Beri Jalan Kendaraan Prioritas
Ada beberapa jenis kendaraan yang wajib diberikan prioritas di jalan, seperti ambulans dan pemadam kebakaran. Segera beri jalan jika mendengar suara sirine dari kendaraan prioritas tersebut.
11. Gunakan Cairan Mobil Berkualitas
Mobil wajib dijaga kondisinya supaya dapat konvoi dengan lancar dan aman. Supaya mobil tidak dehidrasi, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.
Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.