TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
28-April-2026

TIPS MENGEMUDI HEMAT BENSIN DI MASA KRISIS ENERGI, DAPAT TEKAN BIAYA OPERASIONAL

Masalah global yang mencuat belakangan ini menciptakan dampak yang kurang menggembirakan di banyak negara. Salah satunya adalah krisis energi yang membuat harga bahan bakar naik cukup tinggi, termasuk di Indonesia. 

Situasi yang sepertinya akan berlangsung lama ini membutuhkan solusi supaya mobilitas tidak terhambat urusan biaya operasional yang membengkak. Salah satu langkah penting bikin irit konsumsi bensin irit adalah saat berkendara di jalan karena terkait teknik dan perilaku berkendara.

Bahasa kerennya adalah Eco Driving, apa saja prinsip mengemudi irit bensin yang bisa Anda jalankan?

1. Sebaiknya sebelum jalan segala keperluan sudah dipersiapkan. Seperti kartu etoll, dompet, ponsel, dan mengatur playlist audio sehingga tidak perlu menyalakan mesin terlalu lama.

2. Selepas menyalakan mesin mobil tidak perlu menunggu waktu terlalu lama untuk berjalan. Membiarkan mobil idle dalam waktu lama jelas menghabiskan bensin sia-sia. Kalaupun mau, cukup sekitar 15 detik untuk memastikan bahwa oli mesin sudah bersirkulasi dengan baik.

3. Matikan mesin saat berhenti lama, seperti di mini market atau rest area jalan tol. Cari tempat parkir yang teduh dan nyaman sehingga bisa mematikan mesin mobil. Terlihat sepele, tapi kalau diakumulasi akan terlihat selisihnya.

4. Berkendaralah dengan santai dan halus saat menginjak pedal gas dan biarkan mobil melaju dengan memanfaatkan momentum. Mobil juga akan mempelajari karakter berkendara ini sehingga memberikan distribusi tenaga yang efisien dan hemat bensin.

5. Atur jarak yang pas dengan mobil di depan sehingga tidak perlu tergesa-gesa menginjak pedal gas atau pedal rem. Kalau terlalu dekat, Anda akan melakukan pengereman keras untuk mengurangi kecepatan, alhasil butuh tenaga lebih besar lagi untuk melaju karena kecepatan mobil turun drastis.

Jarak yang terlalu jauh membuat pengemudi menekan pedal gas lebih dalam untuk menjaga posisi dengan mobil di depan. Alhasil, konsumsi bensin akan meningkat.

6. Mobil masa kini memiliki sistem komputer yang sanggup mengenali gaya berkendara dan memberikan masukan pada mesin mobil untuk menghasilkan output tenaga sesuai keinginan sopir agar pemakaian BBM terjaga.

Berkendaralah secara halus di awal perjalanan supaya komputer memberikan feedback ke mesin agar lebih santai dalam menyalurkan tenaga. Selanjutnya, mesin mobil tidak akan reaktif mengikuti kemauan Anda dan tidak rakus meminum bensin.

7. Mobil dengan transmisi otomatis lebih mudah dalam hal penggantian gigi transmisi karena sudah diatur oleh komputer. Berkendaralah dengan halus agar gigi transmisi pindah di putaran mesin rendah, biasanya sekitar 2.000 rpm, bahkan bisa di bawah itu bila mesin mobil besar.

Namun, bila Anda lebih agresif dengan menekan pedal gas lebih dalam, gigi akan berpindah di putaran lebih tinggi untuk mengoptimalkan tenaga. Sedikit banyak ini berkontribusi pada bertambahnya konsumsi bahan bakar.

8. Untuk mobil yang sudah ada fitur mode berkendara bisa memanfaatkannya dengan memilih opsi mode Eco. Termasuk menempatkan tuas transmisi di posisi normal dan tidak di mode Manual atau Sport. Pilihan ini sudah mengunci mobil supaya tidak reaktif di jalan dan menghemat konsumsi BBM.

9. Bagi pengguna mobil dengan transmisi manual, oper gigi di putaran mesin 2.000 rpm lebih sedikit. Di putaran ini biasanya mobil sudah mendapatkan gaya dorong yang cukup dan Anda tinggal memanfaatkan momentum untuk menambah lajunya.

10. Saat mengurangi laju mobil, jangan terlalu cepat menurunkan posisi gigi transmisi. Biarkan sampai terasa nyaris habis tenaganya, baru oper ke gigi lebh rendah. Kecuali di saat Anda membutuhkan momentum, seperti ketika mau menanjak, transmisi bisa dipindah lebih cepat.

11. Sering pindah jalur pasti memaksa diri untuk menekan pedal gas lebih dalam. Termasuk tidak perlu terpancing untuk menekan pedal gas lebih dalam demi mempertahankan jalur dari kendaraan lain. Cukup berkendara santai di jalur yang Anda pilih, termasuk saat berada di jalan tol. 

12. Pola berkendara agresif seperti melakukan aksi bumper to bumper dengan mobil di depan malah membuat konsumsi bensin semakin boros. Berkendaralah sewajarnya sesuai kecepatan arus kendaraan saat itu.

13. Dilarang mengalihkan perhatian seperti bermain ponsel yang tidak hanya berbahaya, tapi membuat keinginan untuk membuat mobil irit terabaikan. Irama laju kendaraan tidak bisa dijaga karena perhatian teralihkan, seperti tiba-tiba menambah kecepatan karena tertinggal jauh dari mobil di depan.

Selain membuat mobil irit bensin, Anda telah menerapkan prinsip safety driving demi keselamatan berkendara jika melakukan tips di atas.

14. Mobil wajib dijaga kondisinya supaya dapat dikendarai dengan efisien sehingga irit bensin. Supaya mobil tidak boros BBM, periksa cairan pendukung seperti cairan radiator, air wiper, cairan rem, dan lainnya. Perhatikan kondisi cairan tersebut, segera ganti dengan cairan baru untuk menjaga kualitasnya.

Ganti cairan mobil dengan produk Autochem Industry secara rutin supaya kualitasnya terjaga. Performa kendaraan akan selalu optimal sehingga memberikan kualitas berkendara yang irit bahan bakar dan terhindar dari risiko mogok atau kecelakaan.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.