Istilah turun mesin sering menjadi sesuatu yang menyulitkan pemilik sepeda motor. Kondisi ini menandakan adanya kerusakan serius di komponen internal mesin. Saat hal tersebut terjadi, bagian penting seperti piston, ring piston, hingga crankshaft harus dibongkar dan diperiksa secara menyeluruh.
Tak hanya prosesnya yang memakan waktu, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit. Dalam banyak kasus, pemilik kendaraan harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk mengembalikan performa mesin. Karena itu, memahami penyebabnya sejak dini menjadi langkah penting agar tidak semakin parah.
Sebab Sepeda Motor Butuh Turun Mesin
Sebelum motor benar-benar harus turun mesin, biasanya muncul sejumlah gejala. Di antaranya asap putih pekat dari knalpot, suara mesin kasar, tenaga menurun drastis, oli cepat habis tanpa kebocoran, hingga mesin sering overheat dan sulit dihidupkan.
1. Terlambat Ganti Oli Mesin
Salah satu penyebab paling umum adalah terlambat mengganti oli. Pelumas yang sudah lama digunakan akan kehilangan kemampuan melumasi dan melindungi komponen mesin. Akibatnya, gesekan meningkat dan menyebabkan piston macet, ring piston patah, hingga dinding silinder baret.
Kondisi ini menjadi jalur cepat menuju turun mesin jika tidak segera ditangani. Apalagi kalau ternyata oli juga habis tanpa terdeteksi yang akan memperburuk keadaan.
2. Jarang Servis Berkala
Selain itu, jarang melakukan servis berkala juga menjadi pemicu utama. Masalah kecil seperti filter udara kotor atau pembakaran tidak sempurna bisa menumpuk dan membuat mesin bekerja lebih berat. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan suhu mesin dan mempercepat keausan komponen.
3. Kerap Menerjang Banjir
Faktor lain yang tak kalah penting adalah kebiasaan menerjang banjir. Air yang masuk ke ruang bakar bisa menyebabkan water hammer atau hydrolock, yaitu kondisi ketika piston berhenti mendadak karena air tidak bisa dikompresi. Dampaknya bisa sangat fatal, bahkan merusak komponen mesin secara permanen.
4. Lupa Ganti Radiator Coolant
Sementara itu, untuk sepeda motor dengan radiator, cairan pendingin atau coolant yang tidak pernah diganti juga dapat memicu masalah. Sirkulasi yang buruk membuat mesin mudah overheat, yang pada akhirnya merusak piston, ring piston, hingga klep.
5. Modifikasi Mesin Tanpa Perhitungan
Selain itu, modifikasi mesin tanpa perhitungan, gaya berkendara yang kasar, serta kebiasaan membawa beban berlebih turut mempercepat kerusakan mesin. Semua faktor ini membuat komponen bekerja di luar batas normal, sehingga risiko turun mesin semakin besar.
6. Pompa Oli Bermasalah
Pompa oli adalah jantung dari sistem pelumasan mesin. Jika pompa oli bermasalah, pelumasan tidak akan optimal, yang bisa menyebabkan gesekan berlebih di dalam mesin dan merusak komponen internal. Oli yang jarang diganti juga dapat mempercepat kerusakan ini, sehingga penting untuk selalu melakukan penggantian oli secara rutin.
Cara Mencegah Turun Mesin
Ada beberapa hal utama yang perlu Anda perhatikan agar mesin tetap sehat dan tidak rentan turun mesin:
1. Gunakan BBM yang Berkualitas
Gunakan bahan bakar berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Bahan bakar yang bersih dan sesuai akan membantu mesin bekerja lebih optimal.
2. Oli yang Tepat dan Rutin Diganti
Lakukan penggantian oli secara rutin sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Oli yang tepat dan dalam kondisi baik akan melindungi komponen mesin dari keausan berlebih.
3. Sistem Pendingin yang Optimal
Pastikan sistem pendingin, termasuk radiator, bekerja dengan baik. Gunakan cairan pendingin yang direkomendasikan dan periksa secara rutin untuk mencegah overheat.
4. Servis Berkala di Bengkel Resmi atau Langganan
Solusi paling mudah guna menghindari turun mesin adalah servis berkala di bengkel resmi atau langganan. Oli mesin akan diganti untuk menjaga kualitas dan keandalannya. Komponen lain juga dicek, seperti cairan radiator, busi, dan filter-filter. Komponen fast moving akan diganti sesuai periode servis berkala agar mesin selalu dalam kondisi prima.
Gunakan MASTER Radiator Coolant Untuk Menjaga Kondisi Radiator Sepeda Motor
MASTER Radiator Coolant dirancang untuk iklim tropis agar mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan. Campuran Ethylene Glycol yang tepat pada MASTER Radiator Coolant membuat transfer panas mesin tetap optimal dan titik didih meningkat menjadi 104°C pada tekanan 1 atm sehingga cocok untuk kendaraan di iklim tropis.
Aditif anti karat akan menjaga sistem pendinginan mesin dari korosi. Begitu pun dengan elastisitas material karet yang akan mencegah terjadinya kebocoran pada sistem. Air yang digunakan sebagai pelarut dari seluruh aditif telah dimurnikan sehingga tidak ada lagi kandungan logam atau zat mineral yang dapat merusak radiator.
Tersedia dalam dua warna pilihan - RED dan GREEN – membuat konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan di kendaraannya. Begitu pun dengan kemasan yang tersedia dalam pouch dan botol 1 liter, hingga gallon.
Pakai Oli Mesin MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB
Oli mesin MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB dirancang untuk memaksimalkan daya tahan. Dengan SAE lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.
MASTER Durability sudah memenuhi standar API Service SL. PT Autochem Industry menyediakan dalam dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk matic bermesin hingga 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter cocok untuk pengguna matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.