Diketahui, jenis SIM C berguna untuk pengemudi kendaraan roda dua atau motor. Pihak kepolisian secara resmi telah mengubah sirkuit untuk ujian praktik pembuatan SIM C. Sirkuit yang awalnya dari bentuk angka 8 diubah menjadi huruf S.
Materi Ujian Praktik SIM C
Polisi menetapkan sejumlah aturan dalam ujian praktik SIM C bagi pengendara sepeda motor. Seperti diketahui, ujian praktik ini dilaksanakan dalam satu lintasan berbentuk huruf S. Berikut aturan-aturan yang berlaku:
• Berjalan di jalan yang lurus
• Bermanuver untuk u-turn, atau balik arah
• Gerakan letter S
• Bereaksi untuk buang ke kiri dan ke kanan.
Kesalahan Saat Ujian Praktik Bikin SIM C
Materi ujian praktik SIM C sudah dipermudah. Tak ada lagi lintasan angka 8 yang fenomenal dan digantikan lintasan S. Kendati demikian, tidak semua pemohon SIM bisa lulus ujian praktik itu dengan mudah.
Melakukan satu kesalahan, sudah pasti gagal lulus ujian praktik SIM C. Bicara kesalahan, ada dua kesalahan fatal yang seringkali bikin pemohon langsung gagal dalam ujian praktik SIM C.
Jawabannya adalah kaki menyentuh aspal sebelum waktunya. Kendaraan keluar dari garis batas dan menyenggol patok atau cone. Kalau Anda merasa goyah, jangan dilawan dengan gas yang dikagetkan. Cukup tarik tuas rem sebagai tambahan.
Materi Ujian Praktik SIM C
Untuk diketahui, materi ujian SIM C terbagi jadi empat. Materi pertama, pemohon SIM C akan diuji reaksi pengeremannya. Uji pengereman dilakukan di atas lintasan sepanjang 20 meter dengan jarak antarpatok menjadi 2,5 meter. Pengujian pengereman ditandai dengan tulisan 'REM', kotak kuning dan tulisan 'STOP'.
Materi selanjutnya adalah uji U-turn atau semacam memutar balik. Uji U-turn dilakukan di lintasan sepanjang 10 meter, 2 meter untuk tikungan dan jarak antarpatok diatur menjadi 3 meter.
Ketiga materi manuver berbentuk huruf S. Ini menjadi pengganti ujian manuver angka delapan. Untuk uji huruf S panjang lintasannya adalah 35 meter.
Materi terakhir adalah uji reaksi rem menghindar. Panjang lintasan lurus 1,6 meter, panjang lintasan menghindar 4 meter dan jarak antarpatok 3 meter dengan total panjang lintasan 24 meter.
Gunakan MASTER Radiator Coolant Untuk Menjaga Kondisi Radiator Sepeda Motor
MASTER Radiator Coolant dirancang untuk iklim tropis agar mampu memberikan performa maksimal pada mesin kendaraan. Campuran Ethylene Glycol yang tepat pada MASTER Radiator Coolant membuat transfer panas mesin tetap optimal dan titik didih meningkat menjadi 104°C pada tekanan 1 atm sehingga cocok untuk kendaraan di iklim tropis.
Aditif anti karat akan menjaga sistem pendinginan mesin dari korosi. Begitu pun dengan elastisitas material karet yang akan mencegah terjadinya kebocoran pada sistem.
Air yang digunakan sebagai pelarut dari seluruh aditif telah dimurnikan sehingga tidak ada lagi kandungan logam atau zat mineral yang dapat merusak radiator.
Tersedia dalam dua warna pilihan - RED dan GREEN – membuat konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan di kendaraannya. Begitu pun dengan kemasan yang tersedia dalam pouch dan botol 1 liter, hingga gallon.