Salah satu penyebab maraknya oli mesin sepeda motor palsu adalah konsumen masih mudah terkena iming-iming harga yang lebih murah, sehingga terkecoh dan akhirnya memilih oli palsu. Padahal, penggunaan oli palsu dapat memicu kerusakan mesin karena biasanya pakai oli yang didaur ulang.
Karena kandungan kimianya dipastikan sudah rusak, oli palsu tidak akan sanggup memberikan perlindungan kepada mesin motor. Malah yang ada akan menimbulkan masalah, seperti menyebabkan komponen mesin baret dan overheat, hingga yang terparah adalah jebol sehingga harus turun mesin.
Untuk mencegahnya, ada beberapa cara membedakan oli asli dan palsu sehingga mengurangi risiko salah beli oli palsu. Lebih aman, Anda bisa membeli di bengkel sepeda motor langganan yang dapat dipercaya.
1. Cek Kode Produksi di Botol Oli Mesin
Cara pertama adalah mengecek kode produksi di kemasan oli. Pada umumnya, kode produksi akan tertera pada tutup dan botol kemasan. Bandingkan kodenya, apakah di tutup dan botol sama? Jika iya, maka itu satu langkah Anda telah membeli oli mesin asli.
2. Cek Segel Kemasan di Botol Oli
Langkah berikutnya, cek botol kemasan oli apakah masih tersegel dengan benar atau tidak ada segel sama sekali. Sebab, segel tersebut hanya dapat dibuat menggunakan mesin di pabrik, jadi sulit ditiru oleh oknum pembuat oli palsu.
3. Lihat Label dan Hologram di Botol Oli
Pastikan oli mesin sepeda motor memiliki label dan hologram yang tertempel di botol kemasan oli. Sebagai perbandingan, oli asli memiliki cetakan label yang kualitasnya baik, sehingga saat menyentuh cetakan labelnya akan terasa timbul.
Pada oli palsu, biasanya cetakan label memiliki kualitas rendah dan terlihat kusam. Namun, tangan jahil sering mengakalinya dengan menggunakan botol oli asli tapi bekas pakai. Nah, isinya telah diganti dengan oli palsu.
4. Ada Aroma atau Bau Tidak Wajar
Salah satu tanda-tanda oli palsu adalah mengeluarkan bau yang aneh. Memang, oli asli tidak memiliki aroma wangi layaknya parfum, namun setidaknya aromanya masih wajar dan tidak menyengat di hidung. Kalau Anda rutin menggunakan 1 merek oli, pasti hapal dengan aromanya.
Sedangkan oli palsu mengeluarkan bau yang aneh atau tidak sedap. Kondisi ini akibat oli telah dicampur dengan bahan-bahan lain atau menggunakan oli bekas kendaraan yang baru diganti. Bahkan kadang menjadi terlalu wangi untuk menutupi aroma tidak sedap.
5. Warna Oli Berbeda
Warna oli mesin motor asli biasanya adalah kuning cerah layaknya minyak goreng baru. Dan yang pasti terlihat bening dan tidak kotor. Tingkat kekentalannya pun pas, tidak terlalu kental seperti oli bekas dan juga tidak terlalu encer.
Lain halnya dengan oli palsu, di mana warnanya cenderung cokelat dan hitam karena bekas dipakai. Selain itu, ada pula oli palsu yang terlihat lebih encer. Kalaupun kental, biasanya pekat dan kotor meskipun mereka telah berusaha menyaringnya.
6. Waspada Botol Oli Rusak
Namanya juga botol oli bekas pakai, ada saja risiko kerusakan pada kemasan atau botolnya. Hati-hati jika menemukan ada bekas rusak seperti baret atau penyok kecil. Jangan ragu untuk minta ganti botol oli lain jika sudah tampak kusam atau kotor.
Gunakan Oli Mesin Motor Matic yang Berkualitas dan Tangguh
Bagi Anda yang menggunakan motor tangguh dengan jam terbang tinggi, disarankan untuk mengganti oli mesin setiap 2.500–3.000 km supaya terjaga kualitasnya. Oli MASTER Durability SAE 20W-40 API SL/MB sejatinya dirancang untuk memaksimalkan durabilitasnya ketika melumasi komponen mesin.
Dengan SAE 20W yang lebih kental, saat kondisi dingin oli tidak akan menyusup hingga ke ruang bakar. Sementara angka SAE 40 merupakan kebutuhan untuk motor standar Yamaha saat beroperasi. Oli tangguh ini sangat cocok untuk penggunaan harian dan kerja berat seperti ojek online.
PT Autochem Industry menyediakan dalam dua varian yaitu 0,8 liter dan 0,9 liter. Volume oli 0,8 liter atau 800 ml direkomendasikan untuk sepeda motor matic umumnya bermesin 125 cc. Sedangkan versi 0,9 liter atau 900 ml cocok untuk pengguna sepeda motor matic Yamaha 155 series seperti Yamaha NMax 155 dan Yamaha Aerox 155.