Sumber masalah utama tabrakan beruntun adalah pengemudi di belakang yang tidak menjaga jarak aman dengan mobil lain di depannya. Tapi patut dicatat, pengemudi mobil di depan juga dapat mengakibatkan tabrakan beruntun.
Mengapa Masih Kerap Terjadi Tabrakan Beruntun?
Tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan.
Pahami Pemicu Tabrakan Beruntun
1. Menjadi Lane Hogger
Lane hogger adalah pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat. Mereka melihat lajur kanan yang kosong sehingga tidak mau menggunakan lajur tengah atau kiri.
2. Malas Jaga Jarak Aman
Malas menjaga jarak aman merupakan Tindakan yang berbahaya, khususnya di kecepatan tinggi. Begitu situasi darurat, Anda akan kesulitan melakukan pengereman mendadak meskipun mobil telah dilengkapi fitur safety canggih.
3. Ngebut di Bahu Jalan Tol
Ada kendaraan dalam situasi darurat justru ditabrak dari belakang oleh orang ngebut bahu jalan. Atau pengendara yang menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.
4. Mengalihkan Perhatian
Karena mengalihkan perhatian saat main HP, Anda kurang memperhatikan mobil di depan mengurangi kecepatan. Atau bahkan mobil pindah lajur atau berkurang kecepatannya tanpa disadari, padahal dari belakang ada mobil lain.
5. Mengantuk
Meski hanya mengantuk sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun.
6. Pindah Lajur Sembarangan
Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat, padahal ada mobil lain dari belakang, bisa memicu tabrakan beruntun. Ada kasus pula pengemudi tidak mengecek spion dan menyalakan lampu sein ketika pindah lajur.
7. Melanggar Aturan Lalu Lintas
Aturan lalu lintas di antaranya adalah rambu batas kecepatan dan dilarang menyalip. Termasuk marka jalan seperti garis lurus yang berarti tidak boleh pindah lajur. Banyak yang masih melanggar akibat seenaknya sendiri saat mengemudi mobil.
Tips Cegah Tabrakan Beruntun
1. Jaga Jarak Aman
Cara termudah adalah dengan teknik berhitung tiga detik. Harapannya, waktu 3 detik cukup untuk merespons situasi darurat seperti ketika lampu rem mobil di depan tiba-tiba menyala. Jarak aman juga harus ditambah ketika laju mobil semakin cepat.
2. Ikuti Aturan Kecepatan di Jalan
Mobil yang terlalu pelan membuat kendaraan lain di belakang sulit mengantisipasi jarak dan laju mobil. Sedangkan mobil yang terlalu kencang berpotensi menabrak kendaraan lain di depan.
3. Jangan Menjadi Lane Hogger
Segera kembali ke lajur tengah atau kiri kalau sudah mendahului kendaraan lain. Jangan memaksakan untuk mengemudi di lajur kanan meskipun kondisinya sedang sepi. Risiko kena tabrak dari belakang sangat besar kalau diabaikan.
4. Fokus dan Waspada
Luaskan pandangan ke sekitar mobil untuk mengantisipasi risiko pergerakan kendaraan lain. Simpan ponsel dan persiapkan segala kebutuhan mengemudi dengan baik agar perhatian tidak terdistraksi.
5. Selalu Cek Spion Mobil
Cek spion secara berkala membuat Anda dapat memantau kondisi sekitar mobil. Katakan terjadi kondisi darurat, segera lihat spion untuk memastikan mobil di belakang tidak lepas kendali.
MASTER Radiator Coolant Pas Untuk Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
Teknologi elektrifikasi pada mobil listrik dan mobil hybrid menarik perhatian masyarakat. MASTER Radiator Coolant Gold didesain agar mampu menjaga suhu kerja komponen elektrifikasi seperti baterai, motor listrik, dan inverter agar tidak terjadi degradasi.
Khususnya baterai tegangan tinggi yang sangat sensitif terhadap suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah. Untuk mesin bensin dan diesel berteknologi katup variabel dan turbo intercooler, cairan ini dapat menangani kebutuhan menjaga suhu kerja dengan baik.
Pilihan Varian MASTER Radiator Coolant: MASTER Radiator Cool, MASTER Radiator Coolant Premixed, dan MASTER Radiator Coolant Gold
Kesimpulan
• Dengan teknologi riset modern, PT AI mempelajari informasi yang didapatkan dari dunia balap touring nasional dalam mengembangkan MASTER radiator coolant yang mampu bekerja di suhu tropis Indonesia yang sangat menuntut performa terbaik kendaraan.
• Daya tahan mesin merupakan salah satu pertimbangan pemilihan cairan radiator pada mobil balap. Karena itu dibutuhkan coolant dengan formula yang ampuh dalam melepaskan panas mesin yang bekerja terus-menerus dalam putaran tinggi dan lingkungan ekstrem.
• Tidak sekadar menjaga suhu kerja mesin, MASTER Radiator Coolant juga dirancang agar mampu menjaga daya tahan mesin. Aditif anti korosi bertugas untuk mencegah timbulnya karat yang dapat membuat pipa bocor dan menyumbat saluran radiator.
FAQ
1. Apakah MASTER Radiator Coolant bisa untuk mobil listrik dan mobil hybrid?
Teknologi elektrifikasi pada mobil listrik dan mobil hybrid juga menjadi perhatian PT AI. MASTER Radiator Coolant Gold didesain agar mampu menjaga suhu kerja komponen elektrifikasi seperti baterai, motor listrik, dan inverter agar tidak terjadi degradasi.
2. Mengapa MASTER Radiator Coolant diklaim dapat mengurangi pertumbuhan karat?
Formula OAT (Organic Acid Technology) berbahan dasar organik bereaksi secara kimiawi hanya pada area logam yang membutuhkan perlindungan. Aditif ini juga tidak cepat habis dikonsumsi dan tidak meninggalkan endapan atau kerak yang dapat menyumbat saluran radiator dan memicu karat.
3. Apakah MASTER Radiator Coolant juga dapat dipakai untuk mobil yang dipakai harian?
Autochem meracik formula radiator coolant dengan kemampuan transfer heat yang optimal. Sehingga, proses pelepasan panas mesin di radiator sanggup menjaga suhu kerja idealnya sepanjang hari, khususnya di jalan perkotaan yang macet.
Komposisi glycol yang pas sanggup menaikkan titik didih coolant agar tidak cepat menguap, menurunkan titik beku, serta menjaga suhu kerja mesin tetap stabil di rentang yang ditentukan.