TIPS & TRIK
TIPS & TRIK
28-August-2026

ALASAN JALAN LAYANG NON TOL SEBAIKNYA TIDAK DILEWATI SEPEDA MOTOR

Sepeda motor dilarang melintas di jalan layang non-tol seperti JLNT Antasari dan Casablanca. Meski demikian, kerap ditemukan pemotor yang menerobos jalan layang tersebut. 

Padahal, larangan motor melintas di JLNT itu bukan tanpa alasan dengan perhatian lebih pada aspek keselamatan berkendara. Setidaknya ada enam alasan utama di balik larangan motor lewat jalan layang tersebut.

1. Dorongan Angin Sangat Kuat
Angin di atas jalan layang jauh lebih kencang dibandingkan jalanan di bawahnya. Bagi pemotor, angin ini bisa bikin keseimbangan mudah goyah sehingga oleng seketika, khususnya angin dari samping.

2. Tidak Ada Bahu Jalan
Desain JLNT pas untuk dua lajur kendaraan roda empat melintas. Bila terjadi senggolan atau motor mogok, tak ada ruang aman untuk menyelamatkan diri sehingga berisiko memicu tabrakan beruntun. Atau ruang untuk perbaikan motor yang membuat jalan macet atau pengendara terserempet

3. Beda Elevasi Tinggi
Ketiga, kontur JLNT itu memiliki beda elevasi yang tinggi. Bagi motor, khususnya jenis matic, pengereman di turunan curam saat angin kencang berpotensi membuat pengendara kehilangan kendali dan terjatuh.

4. Kesulitan Evakuasi Korban Kecelakaan
Jika terjadi kecelakaan proses evakuasi tak bisa langsung segera dilakukan. Sebab, jalur JLNT sempit dan tinggi, maka ambulans juga butuh waktu lebih untuk bisa sampai ke lokasi.

5. Silau Tanpa Penghalang Sinar Matahari
Selain crosswind atau embusan angin samping, faktor yang juga membahayakan adalah cahaya yang menyilaukan. Sebab, di atas JLNT tidak terdapat tempat teduh. Selain kepanasan, sangat mengganggu kalau matahari ada di depan Anda

6. Kecepatan Mobil Tinggi
Jalan layang biasanya terdapat mobil dengan kecepatan tinggi. Dengan lebar lajur jalan terbatas dan langsung bertemu tembok pembatas di pinggir, sangat berbahaya bagi sepeda motor saat melaju di sana.

Gunakan Prestone Brake Fluid untuk Menjaga Keamanan Berkendara

Masalah umum rem sepeda motor yang melewati jalan dengan kontur naik-turun adalah vapor lock, yaitu kondisi di mana suhu cairan rem melewati batas maksimal karena digunakan secara terus-menerus dalam kondisi berat. 

Cairan rem yang mendidih akan menghasilkan uap air di dalam sistem pengereman sehingga mengganggu tekanan hidraulis dan menyebabkan injakan pedal rem terasa hampa.

Suhu cairan rem bisa mencapai 150–180 derajat Celcius ketika beroperasi. Masalahnya, cairan rem memiliki sifat higroskopis akibat mudah menyerap air dari udara. Air yang masuk ke dalam sistem pengereman dapat menurunkan titik didih cairan rem. 

Sebagai informasi, kontribusi air 3% di cairan rem akan menurunkan titik didih hingga sekitar 100 derajat Celcius.

Titik didih Prestone Brake Fluid DOT 4 adalah 265 derajat Celcius (kondisi baru). Bermodalkan hasil riset yang panjang di Indonesia, cairan rem Prestone sanggup menjaga kadar air dalam batas aman.

Diproduksi untuk wilayah tropis, cairan rem berkualitas ini memiliki kadar air di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) yakni 0,3%. Bahkan, penurunan performa akibat iklim tropis yang mencapai kelembapan hingga 80% pada produk Prestone yang masih tersegel pun tidak terjadi. 

Hal ini jelas menguntungkan karena mereduksi potensi timbulnya karat akibat oksidasi di dalam sistem rem sepeda motor. Prestone turut memberikan perlindungan korosi untuk semua logam dalam sistem rem, cocok untuk rem cakram dan tromol, serta bersinergi dengan fitur-fitur penting seperti rem ABS.

Gatot Subroto KM 7 Jatake, Jati Uwung Tangerang, Banten 15136
+62(21)5900131
Sales[at]autochemindustry.com
Unicall 0-807-1-799-799

© Autochem Industry 2026. Maintained by kreasimaya. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.